Welcome back to X-E Blog!
Oke guys apa kabar semua?Long Weekend is here dan gw akan mengakhiri nya dengan berbagi sebuah pengalaman kecil yang pahit dan menjengkelkan beberapa hari sebelum artikel ini ditulis.
and FYI ini bukan artikel percintaan atau semacamnya....
Pernahkah pembaca sekalian mengalami hal yang diaksud pada judul?Anda bermaksud untuk iklas memberikan sesuatu untuk orng lain karena merasa barang pemberian anda berguna bagi si penerima atau orang yang dituju.Oh iy gw sampe lupa menjelaskan kronologinya.Oke check it out!
Kronologi:
Cerita dimulai disebuah siang yang panas didalam kelas.Gw telah mempersiapkan beberapa barang kebutuhan rohani untuk gw berikan kebeberapa teman termasuk salah satunya teman gw ini...well sebut saja namanya Mawar.
At first,Mawar menerima barang pemberian gw tanpa rasa canggung.Gw pun berpikir semua telah usai dan mengikuti kelas seperti biasa.Namun hal tidak mengenakan terjadi saat menjelang akhir kelas sekitar 2 jam kemudian.Mawar mengembalikan barang pemberian gw tersebut begitu saja dengan alasan "SAYA BISA BELI SENDIRI".
Gw tentu menolak untuk menerima kembali barang pemberian gw itu.Karena Mawar sudah menerima dan itu sudah menjadi hak nya.Namun Ia tetap bersikeras untuk mengembalikan dan bahkan meletakannya di salah satu meja kelas kami.Hal tersebut disaksikan oleh beberapa orang teman.
Maksud hati ingin memberi dengan iklas dan tidak bermaksud untuk mencari sensasi tertentu,perasaan gw langsung tidak keruan saat mendengar hal tersebut.Hati ini terasa teriris iris..mengapa?
Bagaimana tidak?Mentang-mentang ini barang murah, keiklasan anda disamakan bahkan direndahkan dengan kemampuan finansial si penerima.
Setelah gw mencoba untuk konsultasi ke beberapa orang terdekat dan di mbah Google, Gw menemukan memang tidak salah mengapa gw merasa dikecewakan dalam masalah ini.Bahkan gw telah membaca salah satu situs hukum berbasis online (masalah kayak gini pun ada di undang undang loh).Adalah pasal 1666 KUHP Perdata (isinya nanti bisa anda baca di link ini).
Secara etika,tentu akan sangat tidak menyenangkan jika hal ini menimpa diri anda bukan?Secara pribadi gw merasa tidak dihargai...Baiklah mari kita jawab pertanyaan utama sekaligus judul dari artikel ini!
Secara singkat, jawaban dari artikel ini adalah Tidak!
Hal ini pun berlaku juga untuk si pemberi dimana anda tidak perlu meminta kembali barang pemberian anda menyangkut masalah membedakan mana yang menjadi hak anda dan hak dia.
Bagi anda yang menerima sebuah pemberian,merupakan sebuah kewajiban untuk menerima barang tersebut sepenuh hati anda.Jika pun memang anda tidak mau menerima nya,katakan sejak awal sebelum anda menerima barang tersebut.Atau bisa juga setelah anda menerima,kalau merasa barang tersebut tidak berguna bagi anda, lebih baik anda BUANG! Kenapa?...Loh?Itukan sudah menjadi hak anda?Jadi itu kembali pada anda bukan?Toh ini adalah pemberian bukan pinjaman.Lain cerita jika barang tersebut statusnya pinjaman yang wajib dikembalikan.
It's pretty simple...Apa yang kamu terima tidak perlu dikembalikan dan apa yang kamu berikan tidak perlu diambil kembali!Ini menunjukan seberapa dewasa kah anda!
So thanks for visit and Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!
Sumber:
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/cl1917/jika-mantan-pacar-ingin-menarik-kembali-semua-pemberiannya
http://kelascinta.com/putus-cinta/yang-sudah-dikasih-tak-perlu-diminta-kembali
Dan dari semua orang terdekat!
Tampilkan postingan dengan label bencong thailand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bencong thailand. Tampilkan semua postingan
Minggu, 08 Mei 2016
Rabu, 17 Februari 2016
Cinta atau Harta? (Sharing)
Welcome to X-E Blog!
Oke pada malam yang mendung ini,gw akan sedikit berbagi tentang kisah kecil yang baru saja gw dengar.Kisah ini memang menarik dan ironis.Pertama-tama kita bahas dulu sedikit tentang "cinta".
Menurut berbagai sumber yang gw kunjungi,pengertian cinta kurang lebih dua insan yang bersatu atas kasih satu sama lain.Jadi kurang lebih yang namanya suatu hubungan membutuhkan dua (tidak lebih dan tidak kurang) cinta.Akan tetapi yang alami ini memang sungguh menakjubkan.
Alkisah gw sedang pergi keluar dimalam hari untuk mencari makanan.Gw pun berhenti di tukang ketoprak yang letaknya persis depan gang rumah gw.Kebetulan tukang ketoprak tersebut bersebelahan dengan toko obat kecil.
Saat sedang menunggu pesanan yang sedang dibuat (antre cukup banyak,maklum deh jam lapar) gw melihat ada dua orang yang menunggangi motor sport bermesin besar (baca:Honda CBR) berhenti didepan di toko obat yang dimaksud.Setelah mereka melepas helm masing2 gw pun langsung mengenali mereka.
Si penunggang kuda besi adalah teman seangkatan gw waktu SD sebut saja Rico sedangkan yang perempuan adalah teman kuliah gw sebut saja Siska.Mereka nampak membeli sesuatu ditoko obat.Hmmm...gw sempat bingung mereka membeli apa kira2?Obat anti-hamil kah?ups...maaf.
Mereka pun terlihat mengalami nasib yang sama seperti gw yakni mengantre lama.Malam itu toko obat terlihat cukup ramai.Ada sesuatu yang aneh ketika gw melihat mereka berdua.Mereka bergitu mesra satu sama lain.Bukankah.....?
Gw pun akhirnya memutuskan untuk menyapa mereka selepas mereka beranjak dari toko obat (ternyata mereka membeli minyak kayu putih dan obat flu).Kira-kira percakapannya seperti ini...
"woi Siska! ngapain?" tanya gw
"wuihh beli obat nih... ngapain lu?" jawab Siska
"lagi beli ketoprak nih laper" gw jawab lagi
"Oh iya uda kenal kan?" Tanya siska sambil menunjuk Rico
Tentu aja gw kenal ama cowoknya.Meskipun gak gitu dekat dulu tapi setidaknya gw kenal ini orang.Sempat gw mengerenyitkan dahi saat melihat mereka berdua begitu mesra didepan gw.Karena sejauh yang gw tahu Siska sudah mempunyai pacar dikampus sebut saja namanya Anton.
Ditengah kebingungan itu,seakan mempersilahkan gw untuk mengobrol dengan Siska,Rico pamit sebentar untuk membeli rokok diwarung.Cowok bertinggi 180an itupun beranjak dengan motor besarnya.Lah padahal dibelakang gw ada warung rokok...ngapain jauh-jauh?
Gw pun langsung menyambar dengan pertanyaan...
"Sis,lu masih jalan kan ama si Anton?" tanya gw dengan frontal
"Masih sih...cuma gw mau putusin" jawab nya dengan nada lirih
"Lah kok?" penasaran banget gw jadinya
"Iya...lu kan gak tau,gw orangnya gak bisa kena panas dan debu lama-lama...kalo jalan ama Anton pasti naik motor.Udah gitu,kalo jalan gak mau ke mall tapi ngajaknya ke kaki lima kayak nih ketoprak (padahal dia gak tahu gw lagi beli ketoprak) kan bosen lama-lama gw....Katanya sih biar hemat...tapi lu jangan ngomong2 ke dia dulu ya" jawab Siska yang membuat gw terkejut
"ouhh...jadi kalau ama si Rico?" Tanya gw
"iya pasti beda lah...Rico orangnya lembut terus pengertian juga.Meskipun dia punya motor tapi dia selalu ajak gw naik mobil kalo ajak gw jalan...jadi gw gak panas-panasan...Abis tuh dia juga cakep kan?" jawab dia sambil tertawa centil
"udah berapa lama lu jalan ama Rico?" tanya gw lagi
"Udah 4 bulanan kris"
Alangkah terkejutnya gw dengan ceritanya itu....Seakan apa yang gw lihat dikampus selama ini merupakan halusinasi yang begitu nyata.Siska dan Anton terlihat akur-akur saja dikampus dan tidak ada samasekali sikap yang menunjukan bahwa hubungan mereka sedang diujung tanduk.
Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah alasan Siska yang ingin meninggalkan Anton demi Rico.Memang gw akui,Anton memang bukanlah cowok yang terbilang golongan mampu jika dibandingkan dengan Rico.Namun jika alasan utama Siska hanya karena harta dan tampang....I'm feel sorry to Anton.
Bayangkan saja jika semua wanita memiliki prinsip yang sama seperti Siska...apa jadinya kira-kira?Anton memang bukanlah anak orang kaya,namun Ia masih mampu bekerja menghasilkan uang sendiri disamping melanjutkan kuliahnya.Bukankah itu hal yang baik?
Siska terus "mengoceh" membandingkan pacar lama dengan pacar barunya itu.Tak beberapa lama kemudian,Rico kembali dengan sepuntung rokok menyala dijarinya.Siska pun langsung pamit sembari naik ke motor Rico untuk pulang.
Gw pun duduk termenung mengingat apa yang diceritakan Siska barusan.I mean...C'mon this is 2016 man!Masih ada aja orang yang memandang orang dari kantong yang belum tentu tebal karena usaha mandirinya atau bekerja sendiri?
Saking bengongnya...gw gak sadar ketoprak pesanan gw sudah jadi.Kembali ke rumah,gw sempat menceritakan hal ini ke bokap gw dan dengan santai bokap bilang...
"Kalo lu sukses dan kaya,cewek dateng sendiri nanti!Gak usah pusing"
Pertanyaan yang selalu gw tanamkan dalam hati mengenai hal itu sejak dulu...."So...women are gold-digger?"
Teman-teman wanita sekalian...bagaimana menurut anda?
Just want to share....Thanks for visit and Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!
Oke pada malam yang mendung ini,gw akan sedikit berbagi tentang kisah kecil yang baru saja gw dengar.Kisah ini memang menarik dan ironis.Pertama-tama kita bahas dulu sedikit tentang "cinta".
Menurut berbagai sumber yang gw kunjungi,pengertian cinta kurang lebih dua insan yang bersatu atas kasih satu sama lain.Jadi kurang lebih yang namanya suatu hubungan membutuhkan dua (tidak lebih dan tidak kurang) cinta.Akan tetapi yang alami ini memang sungguh menakjubkan.
Alkisah gw sedang pergi keluar dimalam hari untuk mencari makanan.Gw pun berhenti di tukang ketoprak yang letaknya persis depan gang rumah gw.Kebetulan tukang ketoprak tersebut bersebelahan dengan toko obat kecil.
Saat sedang menunggu pesanan yang sedang dibuat (antre cukup banyak,maklum deh jam lapar) gw melihat ada dua orang yang menunggangi motor sport bermesin besar (baca:Honda CBR) berhenti didepan di toko obat yang dimaksud.Setelah mereka melepas helm masing2 gw pun langsung mengenali mereka.
Si penunggang kuda besi adalah teman seangkatan gw waktu SD sebut saja Rico sedangkan yang perempuan adalah teman kuliah gw sebut saja Siska.Mereka nampak membeli sesuatu ditoko obat.Hmmm...gw sempat bingung mereka membeli apa kira2?Obat anti-hamil kah?ups...maaf.
Mereka pun terlihat mengalami nasib yang sama seperti gw yakni mengantre lama.Malam itu toko obat terlihat cukup ramai.Ada sesuatu yang aneh ketika gw melihat mereka berdua.Mereka bergitu mesra satu sama lain.Bukankah.....?
Gw pun akhirnya memutuskan untuk menyapa mereka selepas mereka beranjak dari toko obat (ternyata mereka membeli minyak kayu putih dan obat flu).Kira-kira percakapannya seperti ini...
"woi Siska! ngapain?" tanya gw
"wuihh beli obat nih... ngapain lu?" jawab Siska
"lagi beli ketoprak nih laper" gw jawab lagi
"Oh iya uda kenal kan?" Tanya siska sambil menunjuk Rico
Tentu aja gw kenal ama cowoknya.Meskipun gak gitu dekat dulu tapi setidaknya gw kenal ini orang.Sempat gw mengerenyitkan dahi saat melihat mereka berdua begitu mesra didepan gw.Karena sejauh yang gw tahu Siska sudah mempunyai pacar dikampus sebut saja namanya Anton.
Ditengah kebingungan itu,seakan mempersilahkan gw untuk mengobrol dengan Siska,Rico pamit sebentar untuk membeli rokok diwarung.Cowok bertinggi 180an itupun beranjak dengan motor besarnya.Lah padahal dibelakang gw ada warung rokok...ngapain jauh-jauh?
(Nah Loh?)
Gw pun langsung menyambar dengan pertanyaan...
"Sis,lu masih jalan kan ama si Anton?" tanya gw dengan frontal
"Masih sih...cuma gw mau putusin" jawab nya dengan nada lirih
"Lah kok?" penasaran banget gw jadinya
"Iya...lu kan gak tau,gw orangnya gak bisa kena panas dan debu lama-lama...kalo jalan ama Anton pasti naik motor.Udah gitu,kalo jalan gak mau ke mall tapi ngajaknya ke kaki lima kayak nih ketoprak (padahal dia gak tahu gw lagi beli ketoprak) kan bosen lama-lama gw....Katanya sih biar hemat...tapi lu jangan ngomong2 ke dia dulu ya" jawab Siska yang membuat gw terkejut
"ouhh...jadi kalau ama si Rico?" Tanya gw
"iya pasti beda lah...Rico orangnya lembut terus pengertian juga.Meskipun dia punya motor tapi dia selalu ajak gw naik mobil kalo ajak gw jalan...jadi gw gak panas-panasan...Abis tuh dia juga cakep kan?" jawab dia sambil tertawa centil
"udah berapa lama lu jalan ama Rico?" tanya gw lagi
"Udah 4 bulanan kris"
Alangkah terkejutnya gw dengan ceritanya itu....Seakan apa yang gw lihat dikampus selama ini merupakan halusinasi yang begitu nyata.Siska dan Anton terlihat akur-akur saja dikampus dan tidak ada samasekali sikap yang menunjukan bahwa hubungan mereka sedang diujung tanduk.
Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah alasan Siska yang ingin meninggalkan Anton demi Rico.Memang gw akui,Anton memang bukanlah cowok yang terbilang golongan mampu jika dibandingkan dengan Rico.Namun jika alasan utama Siska hanya karena harta dan tampang....I'm feel sorry to Anton.
Bayangkan saja jika semua wanita memiliki prinsip yang sama seperti Siska...apa jadinya kira-kira?Anton memang bukanlah anak orang kaya,namun Ia masih mampu bekerja menghasilkan uang sendiri disamping melanjutkan kuliahnya.Bukankah itu hal yang baik?
Siska terus "mengoceh" membandingkan pacar lama dengan pacar barunya itu.Tak beberapa lama kemudian,Rico kembali dengan sepuntung rokok menyala dijarinya.Siska pun langsung pamit sembari naik ke motor Rico untuk pulang.
Gw pun duduk termenung mengingat apa yang diceritakan Siska barusan.I mean...C'mon this is 2016 man!Masih ada aja orang yang memandang orang dari kantong yang belum tentu tebal karena usaha mandirinya atau bekerja sendiri?
Saking bengongnya...gw gak sadar ketoprak pesanan gw sudah jadi.Kembali ke rumah,gw sempat menceritakan hal ini ke bokap gw dan dengan santai bokap bilang...
"Kalo lu sukses dan kaya,cewek dateng sendiri nanti!Gak usah pusing"
Pertanyaan yang selalu gw tanamkan dalam hati mengenai hal itu sejak dulu...."So...women are gold-digger?"
Teman-teman wanita sekalian...bagaimana menurut anda?
Just want to share....Thanks for visit and Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!
Label:
based on true story,
bencong,
bencong thailand,
cerpen,
cewek cakep,
cinta atau harta,
contoh cerpen,
cowok kaya,
elly tran ha,
nong poy,
percintaan,
renungan,
sharing,
uang
Rabu, 27 Januari 2016
Sejarah Pendingin Ruangan/AC
Welcome back to X-E Blog!
Sebelum maaf nih guys beberapa minggu belakangan ini gw sibuk banget dan gak bisa update blog ini.Tapi karena ada kesempatan dan inspirasi,makanya gw bisa updaate lagi hehehe.
Singkat cerita gw baru sampe dikelas dan merasa kepanasan akibat makanan pedas yang gw santap sebagai mmenu makan siang kemarin.Saat masuk ke ruang kelas,hawa nya benar-benar panas banget.Dan pastinya AC menjadi solusinya.Maka langsung lah terbesit untuk menulis bagaimana sih sejarah singkat tentang AC yang merupakan singkatan dalam bahasa Inggris yakni "Air Conditioner" yang memiliki arti "Pengatur Kondisi Suhu Ruangan" tapi bukan Thermostat ya hahaha
Rasanya saat ini,AC menjadi sebuah kebutuhan bagi anda yang tinggal di daerah perkotaan yang sesak dan berudara panas seperti Jakarta.Hampir seluruh bangunan yang berdiri di ibukota memiliki minimal satu atau dua unit AC.
Sebetulnya konsep AC sebagi pendingin ruangan sendiri sudah ada sejak sebelum abad ke 19.Saat itu di zaman kekaisaran Romawi,warga biasanya menggunakan semacam air terjun kecil yang mengalir lewat dinding rumah.Tentu saja,pembuatan instalasinya membutuhkan biaya yang sangat mahal dan hanya Raja atau bangsawan kaya saja yang dapat memasangnya dirumah mereka.Tujuannya?tentu saja untuk menurunkan suhu ruangan lewat hembusan angin sejuk yang dihasilkan dari aliran air tadi.Meskipun memang belum sempurna,hal ini terus disempurnakan hingga berabad abad setelahnya.
Pada abad ke 19 tepatnya tahun 1820,Ilmuwan Michael Faraday membuat sebuah alat pendingin udara yang menggunakan Gas Amonia.Namun sebenarnya konsep AC modern yang digunakan hingga saat ini dikrditkan pada diri seorang Amerika bernama John Gorie.Ia adalah manusia yang menurut gw sangat ulet dalam memutar pemikirannya.
John merasa empati pada penderita malaria di USA yang saat itu tengah menjalar di Amerika.Para pasien mengeluh akibat cuaca yang panas membuat diri mereka semakin tidak nyaman.John kemudian membuat sebah mesin yang memadatkan gas.Hal ini Ia lakukan dengan ilmu fisika yang Ia miliki.Tahun 1844 merupakan awal dari terciptanya AC.
Sayang sekali,John Gorrie meninggal dunia pada 1855 sebelum mesin ciptaannya sempurna.Namun,Gorrie berhasil memperoleh hak paten atas penciptaannya ini.
Sebelum maaf nih guys beberapa minggu belakangan ini gw sibuk banget dan gak bisa update blog ini.Tapi karena ada kesempatan dan inspirasi,makanya gw bisa updaate lagi hehehe.
Singkat cerita gw baru sampe dikelas dan merasa kepanasan akibat makanan pedas yang gw santap sebagai mmenu makan siang kemarin.Saat masuk ke ruang kelas,hawa nya benar-benar panas banget.Dan pastinya AC menjadi solusinya.Maka langsung lah terbesit untuk menulis bagaimana sih sejarah singkat tentang AC yang merupakan singkatan dalam bahasa Inggris yakni "Air Conditioner" yang memiliki arti "Pengatur Kondisi Suhu Ruangan" tapi bukan Thermostat ya hahaha
Rasanya saat ini,AC menjadi sebuah kebutuhan bagi anda yang tinggal di daerah perkotaan yang sesak dan berudara panas seperti Jakarta.Hampir seluruh bangunan yang berdiri di ibukota memiliki minimal satu atau dua unit AC.
Sebetulnya konsep AC sebagi pendingin ruangan sendiri sudah ada sejak sebelum abad ke 19.Saat itu di zaman kekaisaran Romawi,warga biasanya menggunakan semacam air terjun kecil yang mengalir lewat dinding rumah.Tentu saja,pembuatan instalasinya membutuhkan biaya yang sangat mahal dan hanya Raja atau bangsawan kaya saja yang dapat memasangnya dirumah mereka.Tujuannya?tentu saja untuk menurunkan suhu ruangan lewat hembusan angin sejuk yang dihasilkan dari aliran air tadi.Meskipun memang belum sempurna,hal ini terus disempurnakan hingga berabad abad setelahnya.
Pada abad ke 19 tepatnya tahun 1820,Ilmuwan Michael Faraday membuat sebuah alat pendingin udara yang menggunakan Gas Amonia.Namun sebenarnya konsep AC modern yang digunakan hingga saat ini dikrditkan pada diri seorang Amerika bernama John Gorie.Ia adalah manusia yang menurut gw sangat ulet dalam memutar pemikirannya.
(John Gorie dengan Mesin Pendingin Temuannya)
Sayang sekali,John Gorrie meninggal dunia pada 1855 sebelum mesin ciptaannya sempurna.Namun,Gorrie berhasil memperoleh hak paten atas penciptaannya ini.
(Willis Haviland Carrier)
Setelah kurang lebih 60 tahun lamanya,Seorang insinyur asal Amerika bernama Willis Haviland,akhirnya berhasisl menyempurnakan konsep yang ditinggalkan Gorrie.Willis memiliki tiga tujuan utama membuat mesin pendingin yakni:
-Mengkondisikan suhu udara
-Membersihkan debu diudara ruangan
-memperbaiki sirkulasi udara
Berdasarkan tujuan pertama dari Willis,hal ini disinyalir sebagai asal usul nama alat pendingin sendri yang kita kenal sekarang yakni Air Conditioner.
AC kemudian menjadi sangat terkenal pada era perang dunia pertama.Meskipun memang belum secanggih saat ini,para penjabat tinggi di Amerika mulai memasang mesin pendingin ini.
(AC Window)
Hingga kini masyarakat umumnya mengenal 4 macam AC yakni Window,Split,Standing dan Central.AC Window mulai banyak digunakan pada tahun 1980an.Dari namanya sudah dapat dibayangkan bagaimana tata letak AC jenis ini.AC window diletakan disebuah jendela kecil yang besarnya disesuaikan dengan ukuran unit sendiri.Cara kerjanya sudah dikatakan canggih.Kompresor dan blowernya ditempatkan pada satu unit yang sama.AC window juga belum menghadirkan fitur remote sehingga untuk menyalahkan komponen harus dengan tombol switch yang disambungkan kesaklar listrik.
(AC Split)
AC Split adalah jenis pendingin udara yang sangat banyak digunakan hingga saat ini.Yang dimaksud split (terpisah) adalah AC ini memiliki dua komponen utama yakni outdoor dan juga indoor.Dua komponen ini saling "bekerja sama" untuk mendinginkan udara.AC ini sudah dilengkapi dengan remote control sehingga penggunaannya jauh lebih nyaman dibandingkan AC Window
Pusat-pusat perbelanjaan atau bangunan besar biasanya tidak akan menggunakan AC window ataupun Split melainkan AC Central.Yang dimaksud central disini adalah cara kerjanya menggunakan satu komponen besar yang di salurkan ke banyak lubang penyalur hawa dingin (air swing).Selain itu AC central juga dapat digunakan dirumah namun dengan bentuk yang lebih kecil (biasa disebut tipe kaset).
(AC Standing/Portable)
Yang keempat adalah jenis Standing atau Portable.Yang dimaksud disini adalah,AC jenis ini dapat dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan yang lain.Cara kerjanya hampir sama dengan AC pada umumnya hanya kapasitas pendingin ini lebih kecil dibandingkan AC Split terutama untuk ruangan yang besar namun cukup lumayan untuk menyejukan hati yang sedang panas hehehehe
Baiklah guys,itu dia tadi sedikit tentang sejarah AC dan jenis nya yang beredar saat ini.Merasa panas?Nyalakan AC mu!!
So Thanks for Visit and Keep Living in the Moment with me Jeff Hardy!!
Sumber:
http://klinikac.com/index.php/tips/63-sejarah-air-conditioner
www.williscarier.com/
Selasa, 29 Desember 2015
Dimanakah Dirimu Ayah? (Sheila Series Spin-Off)
Bacalah Cerita Dibawah Dengan Seksama
1.Fragment of Memory
*Kisah ini terjadi antara part 2 dan part 3...
Sebuah sore yang indah sekali....matahari mulai bersembunyi dibalik gedung-gedung tinggi.Aku dan kak Dina berjalan berdua di taman tengah kota dekat tempat tinggal kami.Sekedar mencari angin segar selepas penat sepulang sekolah.Masih sangat teringat sebuah kejadian yang tak terlupakan saat Sherwin dan aku resmi berpacaran saat ulang tahunku yang ketujuh belas beberapa hari yang lalu.Kami pun duduk tenang disebuah bangku taman...
Menimkmati sore hari seperti ini rasanya sungguh menyenangkan sekali.Melihat anak-anak kecil bermain kesana kemari memiliki kesenangannya tersendiri.
Begitupun dengan kak Dina.Ia terlihat bahagia beberapa hari belakangan ini.Selain karena prestasi yang memuaskan,Ia juga anak perempuan yang cantik dan anggun serta memiliki banyak teman disekolah.
Rasanya kebahagiaanku dan kakak sungguh tak terkira saat ini.Tapi mengapa masih ada yang mengganjal?
Kami pun melihat seorang anak perempuan yang berlari melewati kami.Ia setengah berteriak
"Papa,makasih udah jemput"
Ternyata anak perempuan itu dijemput oleh ayah nya dari taman untuk pulang.Ia terlihat sangat bahagia.Aku pun teringat pada ayah kami...ayah kandung kami.Perlu diketahui,ayah yang tinggal bersama kami adalah ayah angkat.Ia yang menikahi mama beberapa tahun yang lalu demi untuk meneruskan hidup kami.Meskipun ayah angkat kami baik,tetap saja ayah kandung kami membuat rindu setiap saat kami mengingatnya,Aku pun bertanya pada kak Dina..
"Kak,papa sekarang lagi ngapain ya?udah lama gak ketemu dia" tanyaku
Kak Dina tidak menjawab...Ia tetap melihat anak perempuan tadi sambil mengepalkan tangannya diperut.Ia seperti menahan sesuatu.Benar saja...saat itu juga air mata langsung berlinang di pipi kanannya.
Aku mendekatinya dan bertanya mengapa...
"Loh kenapa?kok nangis?" tanyaku bingung
"Papa...aku jadi ingat papa..." jawabnya sambil terisak
Mendengar itupun aku jadi perlahan ikut terisak.Ia memelukku dengan erat...tak peduli dengan orang-orang yang berada disekitar kami...
Masih teringat saat terakhir papa dan mama bersama...disitulah kami merasa kebahagiaan kami utuh.Usiaku masih 7 tahun saat itu.Papaku bernama Billy Hermanto.Ia pria yang sabar dan penyayang.Namun karena sebuah pertengkaran dengan mama,Papa memilih pergi dan bercerai dengan mama.
Tinggalah kami bertiga hidup ditengah penderitaan hingga mama menikah lagi dengan pria lain demi menghidupi kami.Aku mengerti keputusan yang diambil orang tua ku itu.Namun...pedih nya hati ini bila mengingat papa.
Sebenarnya kami masih sesekali bertemu dengannya.Setidaknya hingga beberapa tahun yang lalu saat kak Dina lulus SMP.Namun sejak itu Ia tak pernah terdengar lagi...
2.Conquest to Finding a Beloved Father
Aku pulang kerumah dan mendapati Sherwin menunggu didepan rumah dengan kak Dina.Kukira Ia akan marah kepadaku terutama Sherwin yang mobilnya kupinjam tanpa izin.Tapi ternyata tidak.Sepertinya kak Dina sudah menceritakan masalah yang sedang kami hadapi saat ini.
"Kamu kenapa sih Sheil?" tanya Sherwin
"Bukan apa-apa kok,udah aku mau masuk dulu.....nih kunci kamu....maaf ya aku pinjem mobil tanpa izin" jawabku sambil berlalu kekamarku
Sampai dikamar aku masuk ke dalam kamar mandi....Aku agak terkejut ternyata wajahku pucat seperti orang yang sedang sakit...kuambil air dari kran dan membasuh wajahku.Aku membuka lemari pakaian dan meraih sesuatu dari bagian bawah tumpukan pakaianku untuk mengambil sebuah foto....foto papa dengan aku saat aku masih bayi...Kurebahkan diri dikasur dan melihat foto itu.
1.Fragment of Memory
*Kisah ini terjadi antara part 2 dan part 3...
Sebuah sore yang indah sekali....matahari mulai bersembunyi dibalik gedung-gedung tinggi.Aku dan kak Dina berjalan berdua di taman tengah kota dekat tempat tinggal kami.Sekedar mencari angin segar selepas penat sepulang sekolah.Masih sangat teringat sebuah kejadian yang tak terlupakan saat Sherwin dan aku resmi berpacaran saat ulang tahunku yang ketujuh belas beberapa hari yang lalu.Kami pun duduk tenang disebuah bangku taman...
Menimkmati sore hari seperti ini rasanya sungguh menyenangkan sekali.Melihat anak-anak kecil bermain kesana kemari memiliki kesenangannya tersendiri.
(duduk dibangku taman menikmati sore hari..ups lupa ganti baju dari sekolah)
Begitupun dengan kak Dina.Ia terlihat bahagia beberapa hari belakangan ini.Selain karena prestasi yang memuaskan,Ia juga anak perempuan yang cantik dan anggun serta memiliki banyak teman disekolah.
Rasanya kebahagiaanku dan kakak sungguh tak terkira saat ini.Tapi mengapa masih ada yang mengganjal?
Kami pun melihat seorang anak perempuan yang berlari melewati kami.Ia setengah berteriak
"Papa,makasih udah jemput"
Ternyata anak perempuan itu dijemput oleh ayah nya dari taman untuk pulang.Ia terlihat sangat bahagia.Aku pun teringat pada ayah kami...ayah kandung kami.Perlu diketahui,ayah yang tinggal bersama kami adalah ayah angkat.Ia yang menikahi mama beberapa tahun yang lalu demi untuk meneruskan hidup kami.Meskipun ayah angkat kami baik,tetap saja ayah kandung kami membuat rindu setiap saat kami mengingatnya,Aku pun bertanya pada kak Dina..
"Kak,papa sekarang lagi ngapain ya?udah lama gak ketemu dia" tanyaku
Kak Dina tidak menjawab...Ia tetap melihat anak perempuan tadi sambil mengepalkan tangannya diperut.Ia seperti menahan sesuatu.Benar saja...saat itu juga air mata langsung berlinang di pipi kanannya.
Aku mendekatinya dan bertanya mengapa...
"Loh kenapa?kok nangis?" tanyaku bingung
"Papa...aku jadi ingat papa..." jawabnya sambil terisak
(aku kangen papa)
Mendengar itupun aku jadi perlahan ikut terisak.Ia memelukku dengan erat...tak peduli dengan orang-orang yang berada disekitar kami...
Masih teringat saat terakhir papa dan mama bersama...disitulah kami merasa kebahagiaan kami utuh.Usiaku masih 7 tahun saat itu.Papaku bernama Billy Hermanto.Ia pria yang sabar dan penyayang.Namun karena sebuah pertengkaran dengan mama,Papa memilih pergi dan bercerai dengan mama.
Tinggalah kami bertiga hidup ditengah penderitaan hingga mama menikah lagi dengan pria lain demi menghidupi kami.Aku mengerti keputusan yang diambil orang tua ku itu.Namun...pedih nya hati ini bila mengingat papa.
Sebenarnya kami masih sesekali bertemu dengannya.Setidaknya hingga beberapa tahun yang lalu saat kak Dina lulus SMP.Namun sejak itu Ia tak pernah terdengar lagi...
2.Conquest to Finding a Beloved Father
(Foto Papa dan kak Dina)
Aku pun mengajak kak Dina pulang setelah hari dirasa cukup sore.Daripada kena omelan mama yang mencari kami,lebih baik kami cepat bergegas dari taman.Sepanjang perjalanan pandangan kak Dina kosong memandang jalanan yang kami lalui itu.Bahkan ia sempat beberapa kali tersandung karena tidak melihat jalan dengan benar.
Sampai dirumah,aku langsung berbenah diri dengan mandi.Selesai mandi,Aku melihat kak Dina masih dengan pakaian sekolah duduk termenung di ruang tamu sambil memandangi handphone nya.Aku mendekati dan duduk disebelahnya.Kulihat,sebuah foto kenangan dengan papa terpapang di handphone kakak.
"kak...udah jangan dipikirin terus,papa pasti baik-baik aja kok" hibur diriku
"gue kangen ama papa...udah berapa tahun kita gak ketemu kan?" isaknya smbil memelukku
"iya cup cup cup...duh kakak aku ini kalo lagi nangis cantik deh,apalagi kalau gak nangis,pasti lebih cantik" candaku untuk menghiburnya
Akhirnya aku dan kakak memutuskan untuk mencari papa.Namun hal ini jangan sampai diketahui oleh mama.Sebab,mama tidak suka jika kami berhubungan dengan papa kandung kami itu.Kumulai dari langkah pertama yakni menelepon papa.Setelah kutelepon ke nomor yng terakhir papa berikan,tak ada jawaban dari dirinya
"Nomor yang anda hubungi sudah tidak aktif" begitulah suara operator yang membuat kami jengkel.
(Kak Dina Lesu setelah hasil pencarian yang nihil ke kantor papa)
Esoknya,sepulang sekolah,kami pun langsung meluncur ke kantor papa.Memang yang kami tahu,Ia sudah bekerja disini selama bertahun tahun.Kami masuk dan bertanya kepada bagian resepsionis...
"Selamat siang bu,saya ingin bertemu dengan bapak Billy..apakah ada ditempat?" tanya Kak Dina
"Sebentar saya cek daftar kehadirannya..." jawab resepsionis dengan ramah
Beberapa saat kemudian...
"Maaf,sepertinya orang yang anda cari sudah tidak bekerja dikantor ini lagi" terang si resepsionis
Aku pun tertunduk sedih begitupun kak Dina.Kami langsung meninggalkan kantor itu.Diperjalanan pulang kak Dina dan aku terus berpikir kemana harus mencari papa.Masih banyak tempat untuk mencarinya bukan?
3.Where are you Daddy?
Malam harinya,Sherwin datang membawakan seikat bunga mawar yang sangat cantik,Namun beberapa saat kemudian,Sherwin terlihat lelah dan langsung tertidur.Kulihat ia memang benar-benar baru saja menjalani hari yang sangat panjang.Aku bersyukur sekali masih ada orang yang peduli denganku meskipun tidak ada papa kandungku sendiri.
Sherwin terlelap dan tanpa sadar menjatuhkan kunci mobil yang ia genggam sejak tadi.Terbesit secara instan dalam kepalaku...aku harus mencari papa sekali lagi.
Aku mengambil kunci mobil Sherwin yang jatuh itu dan langsung berkata dengan suara kecil...
"Maaf Win,aku harus berjuang sendiri demi menemukan seorang yang juga berarti dalam hidup aku" kataku sambil mencium pipinya
(pinjam mobil Sherwin)
Aku menstarter mobil dan langsung tancap gas ke tempat yang biasa dikunjungi oleh papa.Mulai dari warung nasi langganan papa....bengkel milik temannya....toko kacamata kenalan.....sampai kerumah beberapa rekan kerja papa yang akrab.Semuanya sia-sia....
Aku berjalan menembus lalu lintas padat dimalam hari...maklum jam pulang kantor yang terkenal ramai....sesekali melihat sekelilingku...aku benar-benar tak konsentrasi menyetir...kunyalakan musik lembut untuk menenangkan diri sejenak.
*krunyuk-krunyuk
Aduh..perutku tiba-tiba terasa sedikit sakit...langsung teringat diriku yang lupa makan malam...Tiba-tiba indikator bahan bakar juga berkedip...Astaga,mobil juga kelaparan...dasar Sherwin dia pasti lupa mengisi bahan bakar.
Kuputuskan untuk mencari pom bensin terdekat untuk terlebih dahulu mengisi bahan bakar.Setelah mengantri cukup panjang,aku mengisi bahan bakar mobil Sherwin secara penuh...hitung-hitung terima kasih sudah meminjamkan meskipun aku tidak izin.
"Wuih isi penuh nih mbak?" tiba-tiba seorang menepuk pundakku
Aku pun menoleh kebelakang dan....sebuah wajah buruk rupa yang khas....hahahaha siapa lagi kalau bukan Jeff!
(Jeff)
"tumben sendirian?" tanya Jeff
"iya nih Jeff....aku lagi ada masalah" jawabku
*krunyuk-krunyuk....bunyi perutku terdengar sangat jelas
"buahahahaha laper kamu?" ujar Jeff sambil tertawa geli
"hmmm...iya nih,,,hehehe,,,,aku....lupa makan..." jawabku sambil tersipu malu
"ouhh yasudah kita makan yuk disana sambil ngobrol-ngobrol,aku yang bayar" kata Jeff
(Mari Makan!)
Aku memakirkan mobilku dan masuk kesebuah restoran bernama "Ayam Kota" yang masih satu area dengan pom bensin itu.Saat makan,aku termenung didepan Jeff yang makan dengan lahap seperti orang tidak makan berhari-hari.
"Eh makan dong,keburu dingin itu" tegur Jeff
"iya...nanti aku makan" jawabku
"Kamu lagi ada masalah ya?" Jeff bertanya sambil mengunyah makanan
"hmm...iya..." sahutku sambil menitik air mata
Aku menceritakan apa yang sedang aku dan kak Dina alami.Kami sedng berusaha mencari ayah kami yang sangat kami rindukan.
"wahh buset...jadi gitu ceritanya...duh sabar ya aku turut sedih" ujar Jeff sambil memberikan tisu untuk menghapus air mataku
"Iya makanya ini aku mau cari papa..." kataku lirih
"Yasudah aku ngerti,tapi nih makan dulu ya biar gak sakit..harus habis" kata Jeff sambil menyodorkan makanan ke mulutku
Selesai makan,aku langsung pamit pulang kepada Jeff...Ia berjanji akan mencoba membantuku bila memang diperlukan.
4.Light of Hope...
"Kamu kenapa sih Sheil?" tanya Sherwin
"Bukan apa-apa kok,udah aku mau masuk dulu.....nih kunci kamu....maaf ya aku pinjem mobil tanpa izin" jawabku sambil berlalu kekamarku
Sampai dikamar aku masuk ke dalam kamar mandi....Aku agak terkejut ternyata wajahku pucat seperti orang yang sedang sakit...kuambil air dari kran dan membasuh wajahku.Aku membuka lemari pakaian dan meraih sesuatu dari bagian bawah tumpukan pakaianku untuk mengambil sebuah foto....foto papa dengan aku saat aku masih bayi...Kurebahkan diri dikasur dan melihat foto itu.
(Papa...)
Kupanjatkan doa kepada Tuhan malam itu.Aku memohon agar papa selalu dilindungi dimana pun Ia berada sekarang.Sungguh tubuhku terasa letih malam itu.Aku langsung tidur sambil memegangi foto itu...
"Papa...aku sungguh rindu padamu
Papa sedang apa?
Papa dimana sekarang?
Mengapa kita jadi seperti ini?
Dulu papa rajin mengunjungi kami..
Sekarang?
Tanpa terasa...waktu berlalu begitu cepat....
Esok hari aku harap matahari mengantar papa kembali...
jikalau tidak...bulan siap dimalam hari...."
Aku bangun pukul 7 pagi.Dihari minggu yang cerah,kak Dina terlihat sedang menyapu didepan rumah sedangkan aroma masakan mama menyengat dari ambang pintu.Tiba-tiba telepon rumah berbunyi.Dengan sigap aku berlari untuk mengangkatnya...namun kuliat mama sudah lebih dulu mengangkat.
Aku mendengar pembicaraan itu saat keluar kamar...
"Sheila?oh ada...ini baru bangun orangnya..."kata mama ke si penelepon itu
Aku bergegas mendekati mama dan Ia langsung menyerahkan gagang telepon ke telingaku.Dan penelepon itu langsung berbicara kepadaku
(Halo Sheil,Gue ada berita nih)
"Halo Sheila ya?" tanya si penelepon
"Iya siapa ya?" tanyaku
"Ini gue Randy..masih ingat gue gk?" sapa si penelepon
Setelah kuingat-ingat............
"Ouhhh Randy!!!ya ampun apa kabar lu?" aku penuh kejut
"Baik....by the way,gw ada berita nih...kemarin ada yang datang kerumah gue bapak-bapak,namanya Billy" kata-kata yang membuatku terkejut amat sangat
Kupanggil kakakku yang sedang menyiram kebun depan...dan Randy melanjutkan pembicaraan itu..
"Iya dia nyari anaknya namanya Marcela Valen biasa dipanggil Sheila...soalnya dulu pas kecil di pernah anterin lu kerumah gw jadi dia masih inget...gue gak tahu lu dimana sekarang jadi gw telepon lu deh...oh iya dia ninggalin nomor telepon nya nih...catet ya 94748080 sama alamatnya di Jalan Amor Dolo no 6"
"Duh Ren,thanks banyak ya atas infonya gue juga lagi bingung ini" ucapku
"Sama-sama emang itu bener bokap lu? tanya Rendy
"Iya...ntar deh gw ceritain,gw mau siap-siap nih" kataku sambil menutup telepon
Aku langsung memeluk kak Dina...Ia pun menyampaikan bahwa titik terang keberadaan papa telah didapatkan.Ia mendatangi rumah salah satu temanku dan meninggalkan nomor serta alamatnya.
Kak Dina juga terlihat senang dan cukup lega.Langsung saja aku telepon nomor yang diberikan oleh Randy tadi.....dan.....tak lama...terdengar suara pria yang selama ini kami cari....
(Papa!!!)
"Halo?"
.......PAPA!!!!!!!!
Teriakan kami cukup keras...rasanya rindu sekali dengan papa....Kak Dina sampai menangis haru begitupun dengan aku.Kami berjalan kedepan rumah khawatir mama mendengar pembicaraan kami dengan papa.
"papa kemana aja sih selama ini??" tanya kak Dina sambil menangis
"maaf ya anak-anak,papa tugas ke luar negeri sejak 3 tahun lalu itu...disana akses komunikasi sangat sulit....baru sekitar 3 bulan papa disini lagi...ini juga handphone baru abis kena jambret jadi baru beli baru lagi...papa minta maaf ya" Papa membalas
"iya pa...Kami boleh kan kesana pa?" tanyaku
"boleh kok,tapi jangan sekarang ya...nanti sore aja" pinta papa
"Loh kan kami kangen sama papa" jawabku
"pagi ini sedang ramai dirumah papa,lagi banyak tamu,sudah ya nanti sore papa tunggu kalian" ujar papa
Papa menutup telepon itu dan kami pun merasa amat senang.Aku dan kak Dina tidak menyangka akhirnya bisa mendengar suara papa lagi.Tanpa menggubris permintaan papa untuk datang sore hari,kami sepakat untuk datang lebih awal...maklum rasa rindu sudah tak terbendung lagi.
5.Excruciating Pain of Truth
Kami berjalan mencari alamat rumah papa yang diberikan oleh Randy.Ternyata cukup sulit menemukan alamat rumah tersebut.Taksi yang kami tumpangi sampai kualahan mencari.Tanya kesana kemari juga jarang orang tahu.Sampai akhirnya,kami berhasil menemukan alamat itu
"yeayyy akhirnya ketemu papa lagi" teriak kak Dina kegirangan
"huss brisik lu,bayar tuh taksi" candaku yang sudah membayarnya
Kami berdiri didepan sebuah rumah mewah dikawasan itu.Meskipun terpencil,rumah itu sangat besar.Rasanya sulit dipercaya papa tinggal dirumah ini.Awalnya kami pun ragu dengan alamat yang diberikan Randy...namun apa salahnya mencoba bertanya dulu..
*tingtong
kutekan tombol bel yang ada didepan pagar rumah itu....tak lama kemudian,ada seorang wanita yang membukakan pintu untuk kami.
"Cari siapa nak?" tanya wanita itu
"kami mau ketemu pak Billy...bener ini rumahnya bu?" tanya kak Dina
"ouhh benar,kamu siapa ya?" tanya wanita itu bingung
"kami berdua anaknya bu,bisa kami ketemu?" timpalku
"ouhh bukannya kalian mau datang sore nanti?pak Billy sedang keluar...nanti juga pulang,masuk saja dulu" wanita itu mempersilahkan masuk
Kami pun masuk kedalam rumah megah itu.Sampai didalam kami menunggu diruang tamu...aku menikmati pemadangan megah yang ada disekitar.Rumah ini benar-benar bagus sekali.Sampai akhirnya suasana kembali mendingin setelah kakakku melihat sebuah foto besar yang terpajang didinding rumah...
(Papa dan....wanita itu?)
Kami kaget ternganga setelah melihat foto itu...Papa bersanding dipelaminan dengan wanita yang membukakan pintu untuk kami tadi.Apa jangan-jangan?Ahh tidak mungkin...papaku tidak mungkin menikah lagi.
Wanita itu pun kembali dari belakang membawa dua gelas minuman dan makanan kecil untuk kami.Ia terlihat bingung melihat kami berdua yang salah tingkah saat itu.
"Kenapa?kalian kenapa bingung lihat foto itu?" tanya wanita itu
"hmmm...bu...sebetulnya ibu ini siapa nya papa kami?" tanya kak Dina
"memang nya papa kamu gak cerita?nama saya Emil.....saya istrinya....memang dia pernah bilang kalau sudah punya anak dari pernikahan sebelumnya" pengakuan si ibu yang bernama Emil itu...
"APA?!" Aku kaget setengah mati mendengar pengakuan ibu Emil
Mengapa???Mengapa???Mengapa???Mengapa???Mengapa???Mengapa???Mengapa???Mengapa???
Aku terus bertanya tanya dalam hati....suasana pun diam tanpa sedikitpun suara diruang tamu rumah megah itu.Baik aku,kak Dina dan ibu yang bernama Emil itu...tak sedikit pun ada rasa untuk bicara...
Pintu pagar depan terdengar terbuka....seorang masuk kehalaman rumah.Ibu Emil menghampiri orang yang masuk itu.Dan bisa kutebak siapa yang datang...Siapa lagi kalau bukan Billy Hermanto....papaku yang telah kucari selama ini....
Papa masuk kedalam rumah dengan terkaget kaget...melihat dua anaknya yang telah mencari nya dengan rindu yang mendalam...Kami lihat banyak orang yang ikut masuk kedalam rumah...
"Loh?Kalian sudah datang?bukan sore?" tanya papa dengan sontak terkejut
"Aku juga bingung,kamu tadi bilang mereka datang sore...pagi ini kan kita ada pertemuan sama keluarga aku pa" ujar ibu Emil
Semua disitu bingung melihat kami...ternyata mereka adalah kerabat ibu Emil.Kami memandang penuh emosi dan kesedihan.Kak Dina mulai bicara...
"Sheil...jadi selama ini...kita mencari orang yang udah meninggalkan kita bertahun tahun dan bahkan sekarang udah punya istri lagi?" tanya kak Dina kepadaku
"Dina,tolong dengerin papa dulu dong...papa punya alasan yang kuat" ujar papa menenangkan kak Dina
"Gak sudi aku...lepasin!" kak Dina keluar dari rumah itu dengan berlari
Papa menoleh ke arahku dan mengatakan hal yang sama....Seperti hal nya kak Dina,aku juga kecewa berat setelah mengetahui kebenarannya...
"Sheila,papa menikah lagi karena papa merasa sendiri...tidak ada yang merawat...tapi papa masih sayang kalian sebagai anak papa" pungkas papa
"Gak!!Kalo emamg papa sayang sama kita,papa pasti cari kita...kami udah lelah mencari papa kesana kemari!Tapi apa yang kami dapat?ternyata papa bersenang senang dengan istri baru!Kalau memang papa lebih sayang sama ibu Emil,tinggalkan kami pa! PAPA JAHAT!" Amarahku tak teredam
(Sheila mendorong papa nya karena kesal)
"Sayang,itu gak bener,papa mencintai kalian sama seperti papa mencintai ibu Emil" terang papa sambil menggenggam tanganku
"papa sayang sama kami?Lalu kalau gitu kenapa dulu papa meninggalkan mama?kami terpelanting kesana kemari tanpa papa...apa papa mikirin itu?gak kan?papa emang egois!" teriakku sambil mencoba pergi
"Papa gak bisa terus-terusan sama mama kamu,lebih baik papa tinggalin dan papa hidup sama kalian aja" Tegas papa
"Dasar papa egios,,papa jahat!" aku langsung bergegas keluar
"Sheila..tunggu kamu mau kemana?" papa menahan tanganku agar tidak pergi
"LEPASIN AKU!!!!"
Aku mendorong papa dengan keras hingga tanggannya melepaskan tanganku....aku menangis sambil berlari keluar...meninggalkan papa,ibu Emil dan keluarganya yang baru saja datang.
Hati ini terasa teriris iris setelah keluar dari rumah itu....kulihat kak Dina yang menangis didepan gerbang rumah.Ia tertunduk dengan air mata yang deras mengalir dipipinya.Aku memeluknya mencob untuk menenangkan diri kakakku...hujan pun turun membasahi bumi....dan membasahi kami saat kami berjalan pulang.
6.Forgive or Forget?
(Matt mengantarkan Surat untukku)
Pagi hari esoknya....aku memandang cermin dikamarku...mataku bengkak karena menangis semalaman.Tak jauh beda dengan kak Dina...Ia juga mengalami hal yang sama.Mama juga sempat memarahi kami semalam setelah tahu apa yang kami lakukan.
Dengan nada marah,mama menghubingi papa dan meminta dengan keras untuk tidak menghubungi kami lagi...
Berat rasanya menerima kenyataan seperti ini...Hari itu Mama keluar karena ada urusan penting dengan teman-temannya.Tiba-tiba dari depan terdengar suara seseorang memanggil kami..
"Sheilaaaa....Dinaaa!!!"
Kami membukakan pintu,dan mendapati Matt (saudara Jeff).Ia memberikan sepucuk amplop putih dengan tulisan alamat yang bukan rumah ini...Tapi tertulis namaku dan kak Dina
"nih ada surat untuk kalian...nyasar kerumah gue....tadi Jeff yang suruh gw antar...udah ya gue masih ngantuk nih" kata Matt sambil berlalu dengan motornya
"Oke Matt thanks ya" kataku membalas
(membaca surat dari papa)
Kami langsung membuka isi amplop itu dn isinya surat....dari papa....inilah isinya...
"Sheila dan Dina....
Papa minta maaf...
Karena selama ini tidk cerita bahwa papa telah menikah lagi
Yang terpikir oleh papa adalah...papa tidak ingin sendiri
sama seperti kalian...
Tapi papa menerim apa yang kalian katakan kepada papa...
papa memang jahat dan egois...
Jadi lupakan papa ya nak...moga kalian sehat selalu"
Aku pun membalas surat itu dengan SMS ke nomor papa...
Disini aku yg merindukan ayahku.. tak ku sangka ayahku yg slama ini aku cintai.. walaupun ia amat mengecewakanku .. tapi aku tetap sayang dgn dia.. dan mulai hari ini apa aku akan terbiasa tanpa kehadiran ia.. sejak umur 7 tahun aku berdiri disini tanpa kehadiran sosok ayah kandungku.. aku sudah cukup sabar menghadapi ini smw.. tp disaat aku harus kehilangan ayahku selamanya utk tidak menghubungi nya .. aku tak sanggup.. aku tak ingin juga melukai hati mamaku..
Aku harus bagaimana? Aku harus tetap kuat.. tapi sering kali aku terjatuh lemah...hati ini slalu menangis saat mengingat kenangan dulu saat bersamanya..
Ku harap engkau slalu berbahagia ayahku.. aku selalu menyayangimu dari kejauhan..
Aku harus bagaimana? Aku harus tetap kuat.. tapi sering kali aku terjatuh lemah...hati ini slalu menangis saat mengingat kenangan dulu saat bersamanya..
Ku harap engkau slalu berbahagia ayahku.. aku selalu menyayangimu dari kejauhan..
Selesai menuliskan SMS panjang itu...Aku langsung menghubungi Jeff dan menceritakan semua yang baru saja terjadi (Sherwin butuh istirahat karena sakit)...Jeff mengatakan Ia akan datang kerumahku dan menyampaikan sesuatu yang penting....Kira-kira apa yang ingin katakan?
Tak seberapa lama,Jeff tiba dirumahku....Ia langsung dengan "kotbah" nya...
"Didalam hidup kita...manusia itu memang satu...
dari ujung kepala sampai ujung kaki...
Namun apakah bisa kita hidup sendirian?
tentu tidak!
Manusia...dari ujung kepala sampai ujung kaki...
merupakan satu kesatuan utuh...
begitu juga dengan hubungan kita dengan sesama
Dalam hal ini sesama kita adalah anggota keluarga kita
Tuhan sudah memberikan segala sesuatunya secara terstruktur...
Dan kita TIDAK bisa merubahnya dengan hukum apapun...
Bilamana kita kecewa dengan anggota keluarga kita...
katakanlah...ayah atau ibu kita misalnya
Apakah pernah mendengar kata "MANTAN AYAH" atau "MANTAN IBU"?
atau..."MANTAN KAKAK" "MANTAN ADIK"?
Sampai kapanpun...sekecewa,semarah,sebenci apapun....
tidak ada MANTAN AYAH...IBU...KAKAK...ADIK....
Mereka tetaplah ayah kita....ibu kita....saudara kita....yang di telah distrukturkan oleh Tuhan
Apa yang dibuat Tuhan...jangan dipisahkan oleh manusia
-------Nasihat Ibu (alm) Karyawati Saputra (1933-2015)-------
-------Nasihat Ibu (alm) Karyawati Saputra (1933-2015)-------
Jadi apa yang harus diilih antara Forgive (memaafkan/mengampuni) atau Forget (Melupakan).Tentu kedua-dua nya...Memaafkan atas apa yang telah dia lakukan...dan melupakan apa yang telah terjadi.Jalanilah seperti sebelum masalah ini timbul.Namun satu hal yang pasti...Ia tetap ayah kamu...sampai kapanpun.
Setelah kotbah panjang dari Jeff....Ia pamit pulang....Aku pun mencoba merenungi dan berdoa...memohon yang terbaik untuk aku dan keluarga juga untuk papaku....Jujur aku menyayangi papa namun aku kecewa dan sedih...Kuatkanlah aku ya Tuhan!Amin :)
Setelah itu aku pun tidur....karena esok saudaraku James datang dari Amerika dan juga Sherwin akan mengajakku pergi kencan (lanjut ke part 3)....
SELESAI
Hello guys,This is X-E Blog!!
Baiklah cerita ini merupakan bagian dari Sheila Series,sebuah seri cerita yang diambil dari kisah nyata sahabat gw.Cerita ini terletak di antara part 2 dan 3.Ternyata kebahagiaan Sheila tidak terasa lengkap tanpa kehadiran sang ayah.Jadi bersyukurlah kalian yang masih memiliki ayah dan ibu secara utuh dalam satu keluarga!
So tahnks for visit and Keep Living in the moment with Me Jeff Hardy!
Cast:
1.Marcela Valen/Sheila:Seohyun (SNSD)
2.Kak Dina:Yoona (SNSD)
3.Papa Billy Hermanto:Lee Bum Soo
4.Ibu Emil:Lee Yon Jin
5.Kristo/Jeff:Jeff Hardy
6.Kristo's Brother:Matt Hardy
Credit:
All pictures belongs to those who owns it/Semua gambar merupakan hak cipta dari pemilik asing-masing
Label:
ayah,
bencong,
bencong thailand,
elly tran ha,
kisah nyata seohyun snsd,
kpop,
lagu snsd,
nong poy,
papa,
sheila,
snsd,
yoona snsd
Rabu, 23 Desember 2015
Don't Go (Sheila Series Part 3)
Bacalah Kisah Dibawah Ini Dengan Sesama!
1.A New Beginning
Part 1:Klik Disini
Part 2:Klik Disini
Aku terduduk dibangku taman yang asri itu.Memandangi lingkungan sekitar yang dihiasi kehijauan dan udara segar.Burung yang berterbangan sambil berkicau merdu dan bunga yang bermekaran menyejukan hati ini.Namun...mengapa aku sendirian saja disini?
Seekor kupu-kupu terbang di atas kepalaku dan sesekali menyentuh helai rambutku.Kupu-kupu berwarna kuning keemasan itu lalu hinggap dikeningku.Aku pun tersenyum kecil dan berusaha meraihnya.Dengan sekejab,Kupu-kupu itu terbang lagi....dan hinggap sesaat di jari-jari manisku.Lalu ia terbang lagi dan secara mengejutkan ada suara yang berbicara padaku....
"Sheila...ikutlah denganku" suara itu memanggilku
Kulihat sekeliling...dan tidak ada orang disana...sekali lagi terdengar suara yang sama.
"Sheila...ikutlah denganku"
Seketika aku pun terkejut amat sangat,setelah tahu bahwa yang berbicara adalah kupu-kupu itu.
"Kamu bisa berbicara?" Tanpa ada jawaban,ia terbang mendahuluiku
Aku kemudian berdiri dan mengikuti kupu-kupu itu...Ia menuntunku ketengah taman itu.Kemudian,secara ajaib Kupu-kupu itu pun menghilang...lenyap...bagaikan ditelan bumi.Tak sampai berapa detik...terdengar langkah kaki seorang dibelakangku.Kulihat pria itu dengan tatapan bingung dan penuh tanya karena wajahnya tidak bisa kulihat dengan jelas.
1.A New Beginning
Part 1:Klik Disini
Part 2:Klik Disini
Aku terduduk dibangku taman yang asri itu.Memandangi lingkungan sekitar yang dihiasi kehijauan dan udara segar.Burung yang berterbangan sambil berkicau merdu dan bunga yang bermekaran menyejukan hati ini.Namun...mengapa aku sendirian saja disini?
Seekor kupu-kupu terbang di atas kepalaku dan sesekali menyentuh helai rambutku.Kupu-kupu berwarna kuning keemasan itu lalu hinggap dikeningku.Aku pun tersenyum kecil dan berusaha meraihnya.Dengan sekejab,Kupu-kupu itu terbang lagi....dan hinggap sesaat di jari-jari manisku.Lalu ia terbang lagi dan secara mengejutkan ada suara yang berbicara padaku....
(Sheila)
"Sheila...ikutlah denganku" suara itu memanggilku
Kulihat sekeliling...dan tidak ada orang disana...sekali lagi terdengar suara yang sama.
"Sheila...ikutlah denganku"
Seketika aku pun terkejut amat sangat,setelah tahu bahwa yang berbicara adalah kupu-kupu itu.
"Kamu bisa berbicara?" Tanpa ada jawaban,ia terbang mendahuluiku
Aku kemudian berdiri dan mengikuti kupu-kupu itu...Ia menuntunku ketengah taman itu.Kemudian,secara ajaib Kupu-kupu itu pun menghilang...lenyap...bagaikan ditelan bumi.Tak sampai berapa detik...terdengar langkah kaki seorang dibelakangku.Kulihat pria itu dengan tatapan bingung dan penuh tanya karena wajahnya tidak bisa kulihat dengan jelas.
(Ia mendekatkan wajahnya ke arah wajahku dan....)
Pria itu terus berjalan kearahku.Meskipun wajahnya tak terlihat,aku seakan mengenal nya begitu akrab.Langkahnya melambat ketika ia mulai mendekat denganku.Ia membelai rambutku dengan halus.Aku merasa aneh...padahal aku tak pernah bertemu dengannya,tapi rasanya aku pernah merasakan belaian lembut ini sebelumnya.Ia pun merangkulku dan mendekatkan wajahnya kearah wajahku seraya menyebutkan namaku dengan halus..."Sheila"...Lalu Ia mencoba mencium bibirku dan...
*KRINGGGGGGGG!!!!!
Mataku terbuka dengan penuh kejut....Ahhhh...ternyata yang tadi hanya mimpi.Huh,sial,padahal sedang asik-asiknya.Kumatikan jam weker yang membangunkanku...Terima kasih jam weker,karena kamulah momen indahku dalam mimpi sirna.
(Ahhhh Sebel!Kenapa cuma mimpi!!!!)
Melihat sekeliling kamar...mataku langsung tertuju pada sebuah foto yang terpasang didinding...Sebuah foto kejadian yang tak akan pernah kulupakan...foto saat perayaan ulang tahunku yang ke 17 beberapa waktu lalu.Hari itulah jalinan cintaku dengan Sherwin dimulai.
Kuaktifkan Handphoneku yang kuletakan disamping lampu tidur.Saat itu juga,Handphone bergetar dan menunjukan catatan pengingat pada bagian kalender...Begitu kubaca...aku pun langsung tersenyum penuh kejut...
"Pengingat Hari Ini...Jam 9 pagi pergi bersama Sherwin ke Bioskop Vivens Imago"
Ahh yes!!!Hari minggu ini aku ada janji kencan dengan kekasih tercintaku Sherwin :)
2.Sunshine of Love
Setelah mandi dan berdandan rapi,aku langsung menghubungi Sherwin.
"Hai Win,jadi kan kita pergi hari ini?" Tanya ku membuka percakapan telepon
"Jadi dong my hubby,kamu dah siap?" jawabnya dengan semangat
"Udah siap nih,tinggal nunggu kamu jemput" tuturku
Kututup telepon itu dan membereskan keperluan pribadi kedalam tas ku.Kemudian handphoneku berbunyi.Kukira Sherwin meneleponku lagi,tapi ternyata begitu kulihat itu adalah telepon dari sahabatku Nanda.
"Sheil,boring nih,jalan yuk" Suara khas Nanda terdengar setelah aku mengangkat teleponnya
"Jalan?" tanyaku bingung
"Iya ini kan hari minggu,jalan lah bertiga kayak biasa" pungkas nya lagi
"Lah gw baru mau jalan sama Sherwin ini Nan" Jawabku
"Nah gw ikut dong,ama si Fani juga nih" mohon Nanda
Sebuah kata-kata yang membuatku cukup dongkol.Sebenarnya aku hanya ingin berdua dengan Sherwin,namun apa daya...meskipun mereka mengganggu tapi mereka tetap sahabat baikku.Akhirnya aku setuju dengan permintaan mereka untuk ikut denganku dan Sherwin.
(Sherwin)
(James)
Keluar dari kamar dan turun kelantai bawah tepatnya ruang tamu,kudengar mama,papa dan kak Dina sedang berbincang bincang santai dengan seseorang.Begitu aku sampai diruang tamu itu,ada seorang lelaki yang tak asing untukku.Ia adalah sepupuku bernama James.Ia tinggal bersama orang tua nya di Amerika dan kebetulan sekali Ia mampir kerumahku.
"Eh Sheil,ini ada James datang dari Amerika" tukas Mama kepadaku yang langsung menyalaminya
"Hai James,lama nih gak ketemu,udah berapa tahun ya?" ucapku berbasa-basi
"wahh 10 tahun ada kali ya,terakhir kamu masih SD" jawab James sambil tertawa
"Loh kamu mau kemana Sheil rapi amat?" Tanya Papaku
"Mau pergi sama Sherwin Pa" Jawabku sedikit malu
Kak Dina pun kemudian muncul dari arah kamarnya dan menanyakan hal yang sama seperti papa.
"Eh mau kemana kemana lu kece banget kayak gitu,jangan bilang lu mau pergi lagi?" Tanya Kak Dina
"Iya mau cabut ama Sherwin" jawabku santai
"Jah gw gk diajak nih?boring dirumah..eh ini kan ada James ajak aja yuk jalan liat-liat udah lama gak disini kan dia" Usul kak Dina
"Wahh iya-iya mau banget" teriak James kegirangan
Yahhh....janjinya pergi berdua kenapa jadi beramai-ramai seperti ini?Beberapa saat kemudian,mobil Sherwin tiba didepan rumahku.Sherwin terlihat agak kecewa setelah mengetahui acara kencan berdua kini berubah menjadi acara liburan ramai-ramai.Tapi akhirnya Ia bisa menerima dengan santai.
Setelah Nanda dan Fani datang,kami semua naik ke mobil Sherwin dan mengarahkan diri ke bioskop vivens imago yang letaknya tidak jauh dari rumahku.
3.In The Dark Of Theatre Room
Setelah pesanan datang,dengan lahap kami langsung memakan semuanya.Kak Dina kemudian mengusulkan untuk sembari jalan-jalan di mall tersebut.Seperti hal nya perempuan muda pada umumnya,kami yang wanita (Aku,Kak Dina,Fani dan Nanda) pasti dengan asyik melihat-lihat barang aksesoris yang dipajang dietalase berbagai toko di mall itu.Sedangkan yang pria hanya menjadi pendamping saja.Namun,Sherwin tetap menggandeng tanganku selama kami berjalan-jalan.
Melewati sebuah tempat cetak foto,Kak Dina secara refleks berhenti sambil membaca sebuah pengumuman yang dipasang diluar toko itu...kami pun mendekat karena penasaran apa yang sedang dibacanya.
"Kak,lagi ngapain?" Tanya ku
"Gak kok,cuma iseng baca aja" jawab Kak Dina
Kulihat disitu adalah sebuah pengumuman tentang kontes foto pernikahan dengan hadiah yang sangat menarik.Contoh fotonya menggunakan foto Yoona SNSD dan aktor Jang Geun Suk.Hmm...non sense....Kemudian kami melanjutkan jalan-jalan kami di mall itu hingga hari menjelang malam.
Sebelum pulang,Sherwin berhenti disebuah toko dan membelikanku sebuah gelang dengan tulisan "I Love U" yang sangat indah.Aku senang menerimanya dan langsung Ia kenakan padaku dilengan kiri.Dia pun juga mengatakan...."I Love You my Baby" sambil mengelus daguku.
5.Gettin' Sick
Hingga akhirnya dua hari kemudian barulah Sherwin datang menjeguk.Ia terlihat lelah saat itu.Ketika kutanya,Ia hanya menjawab lelah dengan pekerjaan dikantor.Ia terlihat gugup...tak seperti biasanya.Sherwin seperti menyembunyikan sesuatu dariku.Tapi ketika kutanya Ia selalu mengelak.Ia hanya bilang kepadaku untuk cepat sembuh.
Lalu tiba-tiba kak Dina muncul dari ambang pintu...
"Win,ayo ntar keburu sore" rengek kak Dina
"Iya ayo dah" Jawab Sherwin
"Sheil,gue pinjem bentar ya cowok lu,gak ada yang anterin gw" Ujar kak Dina kepadaku
"Hah mau kemana lu berdua?" Tanyaku heran
"Ada yang mau gw beli,kebetulan Sherwin juga mau keperluan ditempat yang sama jadi ya sekalian" jawab kak Dina meyakinkan aku
Aku sempat heran mengapa bisa mereka pergi berdua ke tempat yang sama pada waktu yang sama pula.Mereka langsung pergi meninggalkan aku karena kak Dina menarik Sherwin untuk pergi.Aku hanya melempar senyum pasrah saat Sherwin berpamitan denganku.
Aku pun berpikir tanpa henti.Ada sedikit rasa cemburu timbul dihati.Sakit ditubuh rasanya tak tertahankan lagi jika ditambah memikirkan hal ini.Kubuang jauh jauh prasangka buruk tentang Sherwin dan kak Dina...Mereka hanya ingin pergi ketempat yang kebetulan sama....jadi tidak ada apa-apa...aku yakin...
Ketika aku sedang berpikir,tiba-tiba pintu kamarku terbuka...dan masuk sebuah wajah tampan nan gagah...
"Selamat Sore Sheila,Gimana keadaanmu?"
Aku pun menoleh dan melihat ternyata itu dokter Richard!Astaga,jadi mamaku memanggil dokter muda ini.Sungguh terkejut diriku ini...Ia adalah tetanggaku dulu saat masih menjadi mahasiswa kedokteran sebuah universitas.
Ia langsung memeriksaku mulai dari detak jantung dan bola mata serta lidah.Menurutnya,Aku mengalami gejala penyakit serius, dan harus menjalani rawat inap,tapi aku bersikeras kepadanya supaya hal itu tidak terjadi.Akhirnya dokter tampan itu memberikanku obat racikan yang harus ditebus di apotek.Jujur saja aku tak suka dirawat dirumah sakit.
Setelah dokter Richard pulang,Kembali terpikir olehku apa yang sebenarnya kak Dina dan Sherwin lakukan?Kutunggu sampai jam 12 malam,belum terdengar suara pintu terbuka yang artinya kak Dina belum pulang....
6.Power-less
Esoknya kulihat Kak Dina sudah rapi bersiap untuk berangkat sekolah.Aku yang masih terkulai lemas pun bertanya heran.
"Kak,semalem ampe jam berapa lu berdua?" tanyaku
"Jam...gak tau deh lupa" Jawabnya santai
"Gak ampe tengah malam kan?" aku makin heran
"Kalo iya emang kenapa adikku yang cantik?cemburu?" kata Kak Dina sambil mencubit kecil pipiku
"Serius,gue gak bercanda kak!" volume suaraku langsung naik
Belum sempat Ia menjawab,Kak Dina langsung cepat beranjak keluar kamar untuk berangkat.Aku langsung menelepon Sherwin...Tut....tut.....tut....Tidak ada jawaban...
Tak henti aku terus bertanya tanya.Sejak awal aku sedikit curiga...Apa yang mereka lakukan dibelakangku?Apa benar Sherwin dan kak Dina hanya kebetulan ke tempat yang sama?...Atau jangan-jangan....?Ah tidak mungkin....Kak Dina tidak mungkin menusukku dari belakang...apalagi Sherwin...
Tiba-tiba Ia berlutut sama seperti saat Ia menyatakan cintanya padaku sebelumnya...Dikeluarkannya setangkai bunga mawar merah yang cantik dan dikelopaknya terdapat kotak kecil.
"Apa ini Win" tanyaku
"Buka aja" pinta nya
Aku pun membuka kotak kecil itu dan...Ouh Tuhan sepasang cincin couple yang sangat indah...bertuliskan S (ala Superman) love S yang artinya "Sheila Love Sherwin".
Setelah Nanda dan Fani datang,kami semua naik ke mobil Sherwin dan mengarahkan diri ke bioskop vivens imago yang letaknya tidak jauh dari rumahku.
3.In The Dark Of Theatre Room
(Nonton Bioskop)
(Barisan Atas dari Kiri ke Kanan:Matt,Fani,Jeff)
(Barisan Bawah dari kiri ke kanan:James,Nanda,Kak Dina,Aku,dan Sherwin)
Sesampainya di Mall Coconut Ivory tempat bioskop Vivens Imago yang kami maksud,kami langsung "ngibrit" ke bioskop tersebut.Sudah kuduga sebelumnya...bioskop begitu ramai karena film yang kami tonton memang terbilang cukup populer.James yang mengantri membeli karcis mulai lelah terus berdiri.Disinilah kejadian unik dan kebetulan terjadi.
Didepan James berdiri seorang pria berpenampilan lusuh dan berambut gondrong berwarna pelangi dengan tato tribal....setelah kudekati...ASTAGA!...Itu Jeff!!!
"Loh Jeff,kamu ngapain disini?" tanyaku penuh kaget
"Mau cari cewek....ya mau nonton lah" jawabnya penuh canda seperti biasa
"eh ini sepupu aku yang dibelakang kamu,namanya James" kataku lagi
lalu keduanya saling berjabat tangan sembari saling berkenalan.
"Ouh halo nama saya Jeff,senang bertemu"
"hai saya James senang bertemu juga"
Tiba-tiba,Sherwin mendekat dan tatapannya langsung tajam melihat Jeff.Aku langsung mengusap lengannya dan mengatakan semua ini serba kebetulan karena memang aku tak tahu Jeff juga datang kemari untuk nonton.Tak hanya itu,Ia kesini tidak sendirian,melainkan dengan saudara nya bernama Matt yang baru saja membeli popcorn ukuran ekstra besar.
"Wuih ada Sheila,bisa bagi-bagi nih popcorn segini banyak" kata Matt kepada kami disusul decak kagum dan tawa lepas.
Akhirnya kami pun memasuki ruang bioskop yang dibuka.Satu per sat kami masuk dengan santai kecuali Matt yang sibuk membawa popcorn ukuran raksasa dikedua tangannya.Kami sampai tak berhenti tertawa melihatnya.Kami semua duduk dikursi yang berdekatan letaknya.
Lampu bioskop mulai redup dan film pun dimulai!
Selama film diputar,Sherwin tidak ada habisnya menggenggam tanganku dengan erat.Katanya biar aku tidak kedinginan.Ah..hangatnya tangan kekasihku ini.Sesekali juga Ia mencium keningku sampai-sampai aku grogi dibuatnya.Untunglah teman-teman yang lain tidak melihat kami berdua terlebih Jeff dan Matt yang malah asik berebutan popcorn.Selain gelap sepertinya film ini memang jauh lebih menarik hahahaha.
4.Quality Time
(James menanyai Sherwin soal hubungannya dengan Sheila)
Setelah film selesai,perut keroncongan tak tertahankan.Kami langsung naik kelantai atas untuk mengisi perut dan melanjutkan obrolan kami.Matt dan Jeff juga turut diajak namun mereka menolak dengan alasan pribadi.Jadi kakak beradik itu langsung pulang.
Kami berhenti disebuah restoran dilantai atas mall itu.Disitu aku memesan beberapa menu favorit seperti Chicken Butter,Tamarind Soup,Canned Fish dan sebagainya.Sebagai minuman aku memesan black carbonation water.Saat aku tengah sibuk memilih menu,kulihat James sedang berbincang dengan Sherwin.
"Win,lu udah berapa lama ama sepupu gw?" tanya James
"Hahahaha Kepo juga lu" canda Sherwin
"Gw kan penasaran man!" kata James
"Hmmm...baru berapa bulan kok,jadia pas dia ultah kemarin" jawab Sherwin santai
"Ouhh belum lama dong berarti ya,awalnya ketemu ama dia gimana?" tanya James lagi
"Ya gw pertama sempet ngira dia pembantu dirumah Dina,eh gak tau nya ade nya,makanya gw bilang kok cantik amat" jawab Sherwin dengan suara pelan
"Eh aku denger ya" cetus diriku smbil tertawa
"Ya gw pertama sempet ngira dia pembantu dirumah Dina,eh gak tau nya ade nya,makanya gw bilang kok cantik amat" jawab Sherwin dengan suara pelan
"Eh aku denger ya" cetus diriku smbil tertawa
(Sempet dikirain Pembantu...Grrrr!)
Setelah pesanan datang,dengan lahap kami langsung memakan semuanya.Kak Dina kemudian mengusulkan untuk sembari jalan-jalan di mall tersebut.Seperti hal nya perempuan muda pada umumnya,kami yang wanita (Aku,Kak Dina,Fani dan Nanda) pasti dengan asyik melihat-lihat barang aksesoris yang dipajang dietalase berbagai toko di mall itu.Sedangkan yang pria hanya menjadi pendamping saja.Namun,Sherwin tetap menggandeng tanganku selama kami berjalan-jalan.
Melewati sebuah tempat cetak foto,Kak Dina secara refleks berhenti sambil membaca sebuah pengumuman yang dipasang diluar toko itu...kami pun mendekat karena penasaran apa yang sedang dibacanya.
"Kak,lagi ngapain?" Tanya ku
"Gak kok,cuma iseng baca aja" jawab Kak Dina
(Kontes Foto Pernikahan)
Sebelum pulang,Sherwin berhenti disebuah toko dan membelikanku sebuah gelang dengan tulisan "I Love U" yang sangat indah.Aku senang menerimanya dan langsung Ia kenakan padaku dilengan kiri.Dia pun juga mengatakan...."I Love You my Baby" sambil mengelus daguku.
5.Gettin' Sick
(Berhenti disebuah Club)
Hari menunjukan pukul 8 Malam.tapi kami masih merasa kurang puas juga.Sherwin mengusulkan agar kami bersantai di sebuah club malam yang letaknya tidak jauh dari Mall Ivory.Semua mengangguk setuju karena Sherwin berjanji untuk mentraktir kami makan malam disana.
Mobil dengan sigap menembus kemacetan kota metropolitan dimalam hari yang sangat padat.Tak seberapa lama,kami sampai di club bernama Swinging Dance.
Didalam club yang cukup ramai,kami memilih tempat duduk yang berada disamping kiri panggung yang cukup besar.Kami semua pun tertegun sesaat.Kenapa club sepi sekali ya?Tidak ada penyanyi atau para pengiring musik yang memeriahkan suasana.Tak lama pembawa acara keluar dari belakang panggung dengan wajah was-was.
"Para tamu sekalian,kami mohon maaf sebesar besarnya,penyanyi kami malam ini tidak dapat hadir menghibur hadirin semua.Untuk itu bagi para tamu yang memiliki kemampuan untuk menyanyi dan bergoyang diatas panggung,kami persilahkan untuk mengisi acara malam ini...Kami menjanjikan akan ada hadiah menarik jika anda bersedia" ucap si pembawa acara
Menit demi menit berlalu...Namun tidak ada dari pengunjung yang maju menawarkan diri untuk mengisi kekosongan.Pembawa acara itupun lalu mulai berbicara lagi.
"Baiklah sepertinya perlu saya tunjuk...apakah nona gemuk yang ada dipojok??....tidak....apakah tuan berbaju kotak-kotak?....apakah lelaki berbaju pelayan dibelakang sana??tidak mau juga??.....Ouhhh....bagaimana kalau 3 nona cantik yang ad disamping panggung ini?" Ucapan pembawa acara sambil menunjuk aku,Fani dan Nanda.
Kami terkejut amat sangat.Para pengunjung lain langsung melihat ke arah kami dan menyoraki sambil memberi semangat.
"Maju,maju,maju" teriak pengunjung
Nanda terus menggelengkan kepalanya dengan malu-malu.Sedangkan Fani merasa tertantang dan ingin maju.Aku sendiri sebenarnya malas tapi aku juga tak ingin hanya duduk diam di club yang kosong.Jadi kutarik Fani dan Nanda menuju atas panggung.Ternyata kami harus berganti pakaian dulu diruang belakang panggung.Fani lalu menyerahkan file lagu yang disimpan di Handphone nya.
Kami pun kembali keluar keatas panggung diiringi sorak sorai penonton.Wew,ternyata cukup dingin dengan kostum terbuka seperti ini.Kubuka "show" kami dengan sedikit speech.
"Karena suasana sedang menjelang natal,maka kami akan menyanyikan sebuah lagu natal untuk para pengunjung sekalian...Lagu dari TTS-Dear Santa" kataku yang disambut gembira pengunjung club
Lagu pun terdengar dan kami mulai menyanyi...
Riuh penonton terdengar sangat meriah usai kami tampil.Usai memberi hormat kami kembali ke ruang ganti.
Sampai didalam,aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku.Tadinya aku merasa bersemangat tapi sekarang badanku terasa lemas dan kepalaku pusing.Aku mencoba tidak menghiraukan dan tetap mencoba untuk "enjoy" dengan Sherwin dan teman-temanku lainnya.Kami bertiga kembali ke tempat duduk kami setelah mendapatkan bayaran yang terbilang lumayan....saat duduk Fani bertanya...
Didalam club yang cukup ramai,kami memilih tempat duduk yang berada disamping kiri panggung yang cukup besar.Kami semua pun tertegun sesaat.Kenapa club sepi sekali ya?Tidak ada penyanyi atau para pengiring musik yang memeriahkan suasana.Tak lama pembawa acara keluar dari belakang panggung dengan wajah was-was.
"Para tamu sekalian,kami mohon maaf sebesar besarnya,penyanyi kami malam ini tidak dapat hadir menghibur hadirin semua.Untuk itu bagi para tamu yang memiliki kemampuan untuk menyanyi dan bergoyang diatas panggung,kami persilahkan untuk mengisi acara malam ini...Kami menjanjikan akan ada hadiah menarik jika anda bersedia" ucap si pembawa acara
Menit demi menit berlalu...Namun tidak ada dari pengunjung yang maju menawarkan diri untuk mengisi kekosongan.Pembawa acara itupun lalu mulai berbicara lagi.
"Baiklah sepertinya perlu saya tunjuk...apakah nona gemuk yang ada dipojok??....tidak....apakah tuan berbaju kotak-kotak?....apakah lelaki berbaju pelayan dibelakang sana??tidak mau juga??.....Ouhhh....bagaimana kalau 3 nona cantik yang ad disamping panggung ini?" Ucapan pembawa acara sambil menunjuk aku,Fani dan Nanda.
Kami terkejut amat sangat.Para pengunjung lain langsung melihat ke arah kami dan menyoraki sambil memberi semangat.
"Maju,maju,maju" teriak pengunjung
Nanda terus menggelengkan kepalanya dengan malu-malu.Sedangkan Fani merasa tertantang dan ingin maju.Aku sendiri sebenarnya malas tapi aku juga tak ingin hanya duduk diam di club yang kosong.Jadi kutarik Fani dan Nanda menuju atas panggung.Ternyata kami harus berganti pakaian dulu diruang belakang panggung.Fani lalu menyerahkan file lagu yang disimpan di Handphone nya.
Kami pun kembali keluar keatas panggung diiringi sorak sorai penonton.Wew,ternyata cukup dingin dengan kostum terbuka seperti ini.Kubuka "show" kami dengan sedikit speech.
"Karena suasana sedang menjelang natal,maka kami akan menyanyikan sebuah lagu natal untuk para pengunjung sekalian...Lagu dari TTS-Dear Santa" kataku yang disambut gembira pengunjung club
Lagu pun terdengar dan kami mulai menyanyi...
Riuh penonton terdengar sangat meriah usai kami tampil.Usai memberi hormat kami kembali ke ruang ganti.
Sampai didalam,aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku.Tadinya aku merasa bersemangat tapi sekarang badanku terasa lemas dan kepalaku pusing.Aku mencoba tidak menghiraukan dan tetap mencoba untuk "enjoy" dengan Sherwin dan teman-temanku lainnya.Kami bertiga kembali ke tempat duduk kami setelah mendapatkan bayaran yang terbilang lumayan....saat duduk Fani bertanya...
"Sheila,Lu kenapa?kok diem aja?" tanya Fani padaku
"Iya,kamu kenapa say?" tanya Sherwin juga
"Gak kok,oke-oke aja gue...ke toilet dulu ya" jawabku
Aku pun pergi ke toilet untuk mencuci muka.Siapa tahu saja aku merasa segar setelahnya.namun ternyata tidak!Aku malah merasa semakin pucat dan lemah.Sepertinya aku terlalu lelah hari ini.Aku pun kembali ke tempat duduk.Disitu kulihat,kak Dina dan Sherwin sedang membicarakan sesuatu.Aku pun sedikit kaget,kok tumben sekali mereka saling berbincang.Biasanya tidak.Tapi karena aku sedang lemah maka kuajak semua untuk pulang tanpa memikirkan apa yang mereka bicarakan.
"Eh pulang yuk,Gw gk enak badan nih" ucapku setelah kembali ke tempat duduk
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Sherwin sambil memegang dahi ku
"gak tahu nih,badan lemes kepala juga pusing" Jawabku
"Yah baru juga dateng...lu udah gak kuat" tanya James kepadaku yang kujawab dengan gelengan kepala
Akhirnya kami semua setuju untuk pulang.Untunglah jalanan sudah cukup lengang saat itu mengingat jam sudah lumayan malam sekitar pukul 21.30.Sampai dirumah,Sherwin membopongku kekamar dan langsung menyuruhku istirahat.
"Istirahat ya,semoga kamu besok sudah sehat lagi" Ucap Sherwin
"Iya makasih ya,aku minta maaf kalo hari ini kurang memuaskan gara-gara aku sakit" kataku memelas
Sherwin menggeleng sambil tersenyum.Ia mengucapkan selamat malam dan mencium keningku dan beranjak pergi.Kulihat dari jendela kamar,Kak Dina mengantar Sherwin hingga ke depan pintu.Namun kembali kulihat mereka terlibat perbincangan yang terlihat pribadi sekali seperti di club malam tadi.
"Hmm...mereka membicarakan apa ya?" gumamku dalam hati
"Eh pulang yuk,Gw gk enak badan nih" ucapku setelah kembali ke tempat duduk
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Sherwin sambil memegang dahi ku
"gak tahu nih,badan lemes kepala juga pusing" Jawabku
"Yah baru juga dateng...lu udah gak kuat" tanya James kepadaku yang kujawab dengan gelengan kepala
Akhirnya kami semua setuju untuk pulang.Untunglah jalanan sudah cukup lengang saat itu mengingat jam sudah lumayan malam sekitar pukul 21.30.Sampai dirumah,Sherwin membopongku kekamar dan langsung menyuruhku istirahat.
"Istirahat ya,semoga kamu besok sudah sehat lagi" Ucap Sherwin
"Iya makasih ya,aku minta maaf kalo hari ini kurang memuaskan gara-gara aku sakit" kataku memelas
Sherwin menggeleng sambil tersenyum.Ia mengucapkan selamat malam dan mencium keningku dan beranjak pergi.Kulihat dari jendela kamar,Kak Dina mengantar Sherwin hingga ke depan pintu.Namun kembali kulihat mereka terlibat perbincangan yang terlihat pribadi sekali seperti di club malam tadi.
"Hmm...mereka membicarakan apa ya?" gumamku dalam hati
Sheila Sakit :(
Esoknya...Aku tak bisa masuk sekolah.Badanku bertambah panas dan lemas.Mamaku ingin membawaku ke dokter namun aku tak kuat bangkit dari tempat tidur.Jadi mama menelepon dokter untuk datang kerumahku.Sayangnya dokter baru bisa datang setelah sore hari selepas praktek di klinik tempat Ia bekerja.Aku harus kuat menunggu hingga sore hari.Selain itu James juga sudah pulang ke Amerika untuk melanjutkan studinya.Jadi tak ada yang mengantarku ke dokter.
Seharian aku hanya bisa tidur di atas ranjang.Sesekali aku merasa mual...maka itulah aku tak bisa makan.Dari pagi hanya minum air putih saja...sungguh menderita.
Sore itu Sherwin tidak datang menjengukku...Aku amat sedih,mengapa disaat seperti ini Ia malah tidak ada untukku.Katanya Ia sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan hari itu.Meskipun sedikit jengkel,aku tidak punya pilihan lain.Aku harus memaklumi karena dia sudah bekerja dan pasti sangat sibuk.
Hingga akhirnya dua hari kemudian barulah Sherwin datang menjeguk.Ia terlihat lelah saat itu.Ketika kutanya,Ia hanya menjawab lelah dengan pekerjaan dikantor.Ia terlihat gugup...tak seperti biasanya.Sherwin seperti menyembunyikan sesuatu dariku.Tapi ketika kutanya Ia selalu mengelak.Ia hanya bilang kepadaku untuk cepat sembuh.
Lalu tiba-tiba kak Dina muncul dari ambang pintu...
"Win,ayo ntar keburu sore" rengek kak Dina
"Iya ayo dah" Jawab Sherwin
"Sheil,gue pinjem bentar ya cowok lu,gak ada yang anterin gw" Ujar kak Dina kepadaku
"Hah mau kemana lu berdua?" Tanyaku heran
"Ada yang mau gw beli,kebetulan Sherwin juga mau keperluan ditempat yang sama jadi ya sekalian" jawab kak Dina meyakinkan aku
Aku sempat heran mengapa bisa mereka pergi berdua ke tempat yang sama pada waktu yang sama pula.Mereka langsung pergi meninggalkan aku karena kak Dina menarik Sherwin untuk pergi.Aku hanya melempar senyum pasrah saat Sherwin berpamitan denganku.
(Dokter Richard)
Aku pun berpikir tanpa henti.Ada sedikit rasa cemburu timbul dihati.Sakit ditubuh rasanya tak tertahankan lagi jika ditambah memikirkan hal ini.Kubuang jauh jauh prasangka buruk tentang Sherwin dan kak Dina...Mereka hanya ingin pergi ketempat yang kebetulan sama....jadi tidak ada apa-apa...aku yakin...
Ketika aku sedang berpikir,tiba-tiba pintu kamarku terbuka...dan masuk sebuah wajah tampan nan gagah...
"Selamat Sore Sheila,Gimana keadaanmu?"
Aku pun menoleh dan melihat ternyata itu dokter Richard!Astaga,jadi mamaku memanggil dokter muda ini.Sungguh terkejut diriku ini...Ia adalah tetanggaku dulu saat masih menjadi mahasiswa kedokteran sebuah universitas.
Ia langsung memeriksaku mulai dari detak jantung dan bola mata serta lidah.Menurutnya,Aku mengalami gejala penyakit serius, dan harus menjalani rawat inap,tapi aku bersikeras kepadanya supaya hal itu tidak terjadi.Akhirnya dokter tampan itu memberikanku obat racikan yang harus ditebus di apotek.Jujur saja aku tak suka dirawat dirumah sakit.
Setelah dokter Richard pulang,Kembali terpikir olehku apa yang sebenarnya kak Dina dan Sherwin lakukan?Kutunggu sampai jam 12 malam,belum terdengar suara pintu terbuka yang artinya kak Dina belum pulang....
6.Power-less
Esoknya kulihat Kak Dina sudah rapi bersiap untuk berangkat sekolah.Aku yang masih terkulai lemas pun bertanya heran.
"Kak,semalem ampe jam berapa lu berdua?" tanyaku
"Jam...gak tau deh lupa" Jawabnya santai
"Gak ampe tengah malam kan?" aku makin heran
"Kalo iya emang kenapa adikku yang cantik?cemburu?" kata Kak Dina sambil mencubit kecil pipiku
Belum sempat Ia menjawab,Kak Dina langsung cepat beranjak keluar kamar untuk berangkat.Aku langsung menelepon Sherwin...Tut....tut.....tut....Tidak ada jawaban...
Tak henti aku terus bertanya tanya.Sejak awal aku sedikit curiga...Apa yang mereka lakukan dibelakangku?Apa benar Sherwin dan kak Dina hanya kebetulan ke tempat yang sama?...Atau jangan-jangan....?Ah tidak mungkin....Kak Dina tidak mungkin menusukku dari belakang...apalagi Sherwin...
(Kak Dina main belakang dengan Sherwin....Gak Mungkin...)
Sepanjang hari aku tak bisa makan...memikirkan hal itu terus...Sherwin juga tak bisa dihubungi sejak tadi pagi.Mama pun khawatir dengan keadaanku saat itu.Mataku memandang kosong keluar jendela rumah.Disampingku hanya piring sarapan sejak pagi berisi makanan yang masih utuh dan sudah dingin.
"Sheil,kamu tuh harus makan,abis itu minum obat" kata mama
"Aku gak mau makan ma..." jawabku dengan datar
"Kamu mikirin apa sih sayang?" mama membelai rambutku
"Gak kok ma...gak mau makan aja.....mual rasanya" kataku lagi
Mama pun memelukku dengan erat....lalu Ia memandang wajahku dengan hangat...Aku menangis dipelukan mama...namun aku tak mau menceritakan apa yang aku pikirkan...aku tak ingin berburuk sangka dengan kakakku sendiri...Tak pelak...akhirnya aku paksakan diriku untuk makan guna membuat mama lega.
7.Suspicious
(Maaf...lagi)
Sore sekitar pukul 17.00....langit terlihat mendung...sepertinya akan turun hujan.Mama menutup jendela kamar karena takut aku makin tidak enak badan akibat angin luar yang dingin.Dari arah pintu pagar,terdengar suara kak Dina.Tunggu...sepertinya Ia tidak sendirian karena ada suara sepeda motor.
Saat masuk kamar,Aku langsung bertanya lagi,
"Ama siapa tadi pulang?"
"Ojek" jawabnya simpel
Aku tak serta merta percaya begtu saja perkataan kakakku itu.Untuk pertama kalinya aku tak mempercayai kak Dina...kakakku sendiri.
Selanjutnya malam itu....
Sherwin datang dengan membawa beberapa macaroons untukku.Aku sedikit pasif saat ia datang kerumah.Namun disatu sisi aku merindukan dia.
"Kamu kemana aja sih dari kemarin?sibuk boleh tapi masa aku ditinggalin?" kataku merengek
"Maaf beb,lagi sibuk bnget buka handphone langsung dimarahin bos...ada proyek besar" alasannya
Aku juga memperhatikan Ia membawa sebuah tas yang biasanya tak pernah ia bawa.Aku pun mencoba menanyakan.
"Itu tas isinya apa?aku gak pernah liat kamu bawa tas itu sebelumnya?" tanya penasaran
"eh ini anu...hmm...dokumen gitu" jawab Sherwin terbata-bata
"beneran?coba aku liat (sambil meraih tas hitam itu)"
"eh jangan dong nanti rusak dimarahin bos" Sherwin berusaha menahan tas tersebut
Aku berusaha meraih tas tersebut saking penasaran apakah benar itu dokumen kantor biasa atau bukan.Ketika aku meraba tas itu,aku langsung tahu itu bukan kertas atau semacamnya...terasa seperti jaket tebal atau jas.Padahal yang aku tahu,Sherwin tidak suka memakai jaket bila keluar.Ketika kubuka resletingnya,kulihat sebuah jas lengkap dengan dasi
"Loh kamu bawa jas?emang ke kantor pake jas?" aku pun heran
"gak kok...ini...uh...hmm...abis ini ada acara aja jadi aku bawa" kembali Sherwin terbata-bata
Beberapa menit kemudian,Ia langsung pamit karena harus menghadiri acara yang tadi Ia maksud...entah acara apa.....Ia terlihat terburu-buru...Hanya dalam hitungan detik saja,Ia langsung menghilang dari pintu rumah.
Tidak lama kemudian,Kak Dina masuk kamar dengan membawa hampir seluruh peralatan make-up miliknya.Bahkan Ia meminjam beberapa milikku juga.
"Sheil pinjem beberapa alat make up ya,lu kan lagi sakit gak dandan kan?Ada acara penting" Tanya Kak Dina
"eh lu mau bawa kemana? itukan masih ba...ru..."
Belum selesai aku bicara Ia sudah pergi lagi.Saat pergi Kak Dina berpenampilan rapi dan membawa tas make-up lengkap dengan isinya.Seperti orang yang mau pergi pesta.
TUNGGU!!!
Sepertinya tadi Sherwin pun bilang dia ingin mengunjungi sebuah acara...dan sekarang kak Dina pergi dengan penampilan rapi dan membawa semua alat dandan...
Kecurigaanku semakin memuncak saat itu...Apakah benar?
8.Shocking Truth
Reaksi obat membuatku tertidur sepanjang malam.Satu minggu sudah aku tak sekolah.Kira-kira seberapa banyak tugas yang aku harus aku kejar selama aku sakit ini?Sudah tak bisa terbayangkan lagi...
Aku mencoba untuk berjalan keluar kamar...sekadar menghirup udara pagi.Badanku masih saja lemas meskipun memang tak seperti kemarin.Aku duduk di sofa ruang tamu sambil membalas chattingan dari teman-temanku yang berharap aku segera sembuh.
Mama datang menanyakan keadaanku sambil memberikan sarapan pagi berupa bubur dan segelas air.Ia menyuapiku dengan lembut dan setelah itu aku menyadari bahwa obatku sudah habis.Tapi mengapa aku belum segar juga ya?
"obat udah habis ma,tapi kok Sheila belum enakan juga ya?" tanyaku sedih
"kamu itu banyak pikiran selama sakit,jadi ya begitu" kata mama
"aku kepikiran Sherwin ma,dia kok agak berubah ya...sekarang cuek" kataku lagi
"Sherwin?....kamu belum tahu ya?" mama mengecilkan suara
"tahu apa ma?" aku jadi penasaran
"Jangan bilang kakak kamu ya...mama lihat semalam dia pulang barengan Sherwin...sejak beberapa hari ini setelah kamu sakit juga udah beberapa kali" ujar mama
"HAH?"
Mendengar itu...tubuhku terasa seperti tersengat listrik bertegangan tinggi....Langsung kucari kakakku itu kekamarnya,dan aku teringat...ini kan jam sekolah,pasti Ia tidak ada dirumah...Namun diatas kasurnya,aku menemukan tas make-up yang semalam Ia bawa.Aku harus menemukan jawaban dari semua ini...
Saat hari mulai sore aku lihat Kak Dina pulang dengan wajah lelah.Memang sejak kemarin Ia selalu pulang larut sehingga kurang tidur malam.Tanpa berganti baju,Ia langsung tidur saja....Aku masuk kekamar nya dengan perlahan dan mencoba meraih handphone yang ada disampingnya....
Kuulurkan tanganku dan...#plak...tangan kak Dina bergeser kearahku...Memang kulihat wajahnya sangat cantik jika sedang tidur seperti ini...Ahhh aku jadi lupa aku ingin apa.Kugeser kembali tangan kakak yang menghalangi...dan akhirnya berhasil kuambil handphonenya....
"Kak...aku minta maaf aku lancang buka hape sembarangan tanpa izin" (gumamku dalam hati)
Aku keluar dari kamar nya dan langsung perlahan menuju kamarku dengan tertatih...aku lupa...aku kan masih sakit...
Sampai dikamar dan kubuka handphone itu...menyebalkan!Dikunci dengan password!Tapi tak apalah...aku tahu password handphone ini...
Kumasukan passwordnya..."dinacantikkayakyoonasnsd"
Dan terbukalah handphone canggih itu...Langsung kubuka chatting nya dengan Sherwin....huh menyebalkan....sudah dihapus...Namun aku bisa melihat daftar panggilan yang dihandphone itu sudah menelepon beberapa kali ke nomor milik Sherwin.
Tapi...tetap saja ini tak cukup bukti...kira-kira apa lagi ya yang harus kulihat untuk membuktikan?...ah foto-foto....kubuka gallery dan.....
Sisa hari itu kuhabiskan dengan hanya duduk di ruang tamu sambil nonton televisi.Acara hari itu memang banyak yang bertemakan natal.Berbagai film yang menayangkan kebahagiaan orang-orang yang merayakannya dengan sukacita.Tidak seperti diriku sekarang.
Sherwin juga tak henti mencoba menghubungi...aku tak menghirukannya...langsung kumatikan handphoneku agar Ia tak mengganggu....begitupun juga dengan kak Dina yang daritadi mencoba bicara denganku...Ia mengetuk pintu kamarku yang kukunci dari dalam...Maaf untuk kali ini sepertinya aku ingin sendirian dulu.
"Lu masih ngambek gara-gara kemarin?" tanya kak Dina
Aku tidak menjawab pertanyaan yang sudah pasti jawabannya iya....Saat ditengah jamuan makan itu,telepon rumah berdering.Papa langsung mengangkat.Terlihat papa berbicara cukup serius dan pribadi dengan si penelepon...tapi itu pasti dari teman kantornya...jadi tidak kuidahkan.
Papa lalu berjalan menuju keluar rumah...mungkin teman kantor mau ikut bergabung...Kulihat semua disitu sangat menikmati momen natal yang indah dengan kebersamaan.Setelah itu Papa kembali masuk namun Ia tidak sendirian...
"Ada siapa pa?" tanyaku
"itu lihat aja dibelakang kamu ada siapa?" jawab papa sambil tersenyum
Aku pun menoleh dan....oh tidak....
12.Love or Lost
Itu adalah sebuah wajah yang tentunya kukenal...Sherwin...baiklah aku tak tahu apa yang akan dia katakan kali ini.Aku hanya diam dan melanjutkan makanku.Ia pun berkata...
"Aku tahu dan mengerti kamu marah...tapi aku gak mau kamu marah hanya karena salah paham" kata Sherwin dibelakangku
Lalu Ia lanjut bicara lagi.
"Jika memang ini semua kesalahan aku,aku akan bersedia bertanggung jawab...tapi karena ini menyangkut kesalahpahaman,it ujuga tugasku untuk memperbaiki semuanya" kata Sherwin dengan tenang
Sherwin menarik tanganku...dan memberikanku sebuah brosur...
"Apa sih ini?gak jelas tahu gak" tanyaku jengkel
"baca aja" Kata Sherwin
Brosur itu...
Brosur itu adalah pegumuman kontes foto baju pengantin yang pernah kami lihat usai menonton bioskop beberapa minggu yang lalu.Namun aku masih tidak mengerti mengapa ia menyerahkan brosur ini kepadaku.
"Kamu masih ingat ini kan?Aku sama kak Dina ikut ini supaya bisa menang dan dapat hadiah pergi ke Eagle Park untuk merayakan libur natal disana...tentunya bukan sama kak Dina perginya,tapi sama kamu...Apa kamu lupa,dihari malam natal ini kita rayain anniversary kita yang sebulan" kata Sherwin
"ah?jadi...kamu? Tanyaku bingung
"Maka itu aku ajak kak Dina untuk kerjasama menangin kontes itu...untuk kamu....jadi kami berdandan dan berpose ala pengantin hanya untuk ikut kontes tidak lebih...dan kami berhasil menang" terang Sherwin
"hah?...jadi....tapi sebentar,foto yang dibioskop itu apa?kamu jangan ngada-ada" kataku masih belum percaya
"maksud lu ini?" Kak Dina melemparkan handphone nya kepadaku
Aku melihat ternyata di foto dibioskop itu bukan hanya dua tapi ada seorang lagi....
"Itu sebagai ucapan terima kasih aku ke kak Dina jadi aku ajak dia dan temannya nonton...supaya kamu gak cemburu aku cuma berdua sama kakak kamu...maaf ya aku gk bilang ke kamu" jelas Sherwin
"hahahahaha Itu foto gw potong sengaja pengen bercandain lu biar cemburu...eh ternyata kena juga lu hahahahahha" kata kak Dina sambil tertawa terbahak bahak
Aku pun tertunduk malu memandangi handphone kak Dina itu...Semua disitu menertawakan aku.
Sherwin kemudian membelai rambutku dan berkata "aku tidak akan pernah penghianati kamu karena aku telah berjanji sejak awal...aku dan kamu akan terus bersama"Selanjutnya malam itu....
Sherwin datang dengan membawa beberapa macaroons untukku.Aku sedikit pasif saat ia datang kerumah.Namun disatu sisi aku merindukan dia.
"Kamu kemana aja sih dari kemarin?sibuk boleh tapi masa aku ditinggalin?" kataku merengek
"Maaf beb,lagi sibuk bnget buka handphone langsung dimarahin bos...ada proyek besar" alasannya
Aku juga memperhatikan Ia membawa sebuah tas yang biasanya tak pernah ia bawa.Aku pun mencoba menanyakan.
"Itu tas isinya apa?aku gak pernah liat kamu bawa tas itu sebelumnya?" tanya penasaran
"eh ini anu...hmm...dokumen gitu" jawab Sherwin terbata-bata
"beneran?coba aku liat (sambil meraih tas hitam itu)"
"eh jangan dong nanti rusak dimarahin bos" Sherwin berusaha menahan tas tersebut
Aku berusaha meraih tas tersebut saking penasaran apakah benar itu dokumen kantor biasa atau bukan.Ketika aku meraba tas itu,aku langsung tahu itu bukan kertas atau semacamnya...terasa seperti jaket tebal atau jas.Padahal yang aku tahu,Sherwin tidak suka memakai jaket bila keluar.Ketika kubuka resletingnya,kulihat sebuah jas lengkap dengan dasi
"Loh kamu bawa jas?emang ke kantor pake jas?" aku pun heran
"gak kok...ini...uh...hmm...abis ini ada acara aja jadi aku bawa" kembali Sherwin terbata-bata
Beberapa menit kemudian,Ia langsung pamit karena harus menghadiri acara yang tadi Ia maksud...entah acara apa.....Ia terlihat terburu-buru...Hanya dalam hitungan detik saja,Ia langsung menghilang dari pintu rumah.
Tidak lama kemudian,Kak Dina masuk kamar dengan membawa hampir seluruh peralatan make-up miliknya.Bahkan Ia meminjam beberapa milikku juga.
"Sheil pinjem beberapa alat make up ya,lu kan lagi sakit gak dandan kan?Ada acara penting" Tanya Kak Dina
"eh lu mau bawa kemana? itukan masih ba...ru..."
Belum selesai aku bicara Ia sudah pergi lagi.Saat pergi Kak Dina berpenampilan rapi dan membawa tas make-up lengkap dengan isinya.Seperti orang yang mau pergi pesta.
TUNGGU!!!
Sepertinya tadi Sherwin pun bilang dia ingin mengunjungi sebuah acara...dan sekarang kak Dina pergi dengan penampilan rapi dan membawa semua alat dandan...
Kecurigaanku semakin memuncak saat itu...Apakah benar?
8.Shocking Truth
Reaksi obat membuatku tertidur sepanjang malam.Satu minggu sudah aku tak sekolah.Kira-kira seberapa banyak tugas yang aku harus aku kejar selama aku sakit ini?Sudah tak bisa terbayangkan lagi...
Aku mencoba untuk berjalan keluar kamar...sekadar menghirup udara pagi.Badanku masih saja lemas meskipun memang tak seperti kemarin.Aku duduk di sofa ruang tamu sambil membalas chattingan dari teman-temanku yang berharap aku segera sembuh.
Mama datang menanyakan keadaanku sambil memberikan sarapan pagi berupa bubur dan segelas air.Ia menyuapiku dengan lembut dan setelah itu aku menyadari bahwa obatku sudah habis.Tapi mengapa aku belum segar juga ya?
"obat udah habis ma,tapi kok Sheila belum enakan juga ya?" tanyaku sedih
"kamu itu banyak pikiran selama sakit,jadi ya begitu" kata mama
"aku kepikiran Sherwin ma,dia kok agak berubah ya...sekarang cuek" kataku lagi
"Sherwin?....kamu belum tahu ya?" mama mengecilkan suara
"tahu apa ma?" aku jadi penasaran
"Jangan bilang kakak kamu ya...mama lihat semalam dia pulang barengan Sherwin...sejak beberapa hari ini setelah kamu sakit juga udah beberapa kali" ujar mama
"HAH?"
Mendengar itu...tubuhku terasa seperti tersengat listrik bertegangan tinggi....Langsung kucari kakakku itu kekamarnya,dan aku teringat...ini kan jam sekolah,pasti Ia tidak ada dirumah...Namun diatas kasurnya,aku menemukan tas make-up yang semalam Ia bawa.Aku harus menemukan jawaban dari semua ini...
Saat hari mulai sore aku lihat Kak Dina pulang dengan wajah lelah.Memang sejak kemarin Ia selalu pulang larut sehingga kurang tidur malam.Tanpa berganti baju,Ia langsung tidur saja....Aku masuk kekamar nya dengan perlahan dan mencoba meraih handphone yang ada disampingnya....
Kuulurkan tanganku dan...#plak...tangan kak Dina bergeser kearahku...Memang kulihat wajahnya sangat cantik jika sedang tidur seperti ini...Ahhh aku jadi lupa aku ingin apa.Kugeser kembali tangan kakak yang menghalangi...dan akhirnya berhasil kuambil handphonenya....
"Kak...aku minta maaf aku lancang buka hape sembarangan tanpa izin" (gumamku dalam hati)
Aku keluar dari kamar nya dan langsung perlahan menuju kamarku dengan tertatih...aku lupa...aku kan masih sakit...
Sampai dikamar dan kubuka handphone itu...menyebalkan!Dikunci dengan password!Tapi tak apalah...aku tahu password handphone ini...
Kumasukan passwordnya..."dinacantikkayakyoonasnsd"
Dan terbukalah handphone canggih itu...Langsung kubuka chatting nya dengan Sherwin....huh menyebalkan....sudah dihapus...Namun aku bisa melihat daftar panggilan yang dihandphone itu sudah menelepon beberapa kali ke nomor milik Sherwin.
Tapi...tetap saja ini tak cukup bukti...kira-kira apa lagi ya yang harus kulihat untuk membuktikan?...ah foto-foto....kubuka gallery dan.....
(!!!!!!?????)
Air mata langsung deras mengalir ke pipiku...Inikah acara proyek besar yang dikatakan Sherwin??Inikah acara pribadi yang dikatakan kak Dina?Apa maksud dari foto ini?mesra sekali...Sherwin mengenakan jas hitam dan kak Dina mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan rangkaian bunga ditangannya....mereka berpose dengan wajah bahagia...oh jadi ini yang namanya foto pre-wedding?Jadi benar dugaanku...mereka sering jalan berdua selama aku sakit
Sherwin...apakah kamu tega sampai kamu berbuat sejauh ini kepadaku?Kenapa kamu tidak bilang saja...
Hati ini terasa seperti di iris-iris...aku tidak menyangka samasekali...Sherwin tega padaku...lagi-lagi aku dikecewakan olehnya.Padahal dulu Ia berjanji tidak akan pergi dariku...
9.Twist Of Fate
Kulihat ada beberapa foto lain selain foto yang tadi.Mereka nonton bersama dibioskop.Aku tak kuat lagi melihatnya...Jam berdentang keras menunjukan pukul 5 sore...
Terdengar suara bel rumahku...mama langsung berlari keluar untuk membukakan pintu.Terdengar suara khas Sherwin memasuki rumah disambut oleh mamaku.Aku menutup kepalaku dengan bantal.Malas sekali hharus bertemu dia saat ini...
Ia langsung masuk kekamarku...
"Sheila sayang,aku bawain makanan kesukaan kamu nih sate ayam" rayu Sherwin
Aku terus menyembunyikan kepalaku dibalik bantal...Ia pun mengangkat bantal itu perlahan tapi aku menahan bantal itu.
"Kamu tidur?bangun yuk udah sore nih masa bobok terus sih?" kata Sherwin sambil berusaha membangunkan aku
Aku masih lemas karena belum sehat betul...akhirnya aku biarkan Ia mengangkat bantal dari kepalaku...Dia pun tersenyum sambil menyerahkan sate ayam itu kepadaku...ihh,aku tak sudi memakannya sekalipun itu makanan kesukaannku.
"Aku mau ngomong sama kamu,ini serius dan aku minta kamu jawab yang jujur" kataku geram
"ada apa sayang?" tanya Sherwin dengan wajah bingung
"Gak usah pake sayang-sayangan...coba jelasin ini apa?" kataku sambil menunjukan handphone kakakku yang ada foto pre-wedding tadi...
(kalau kamu mau nya sama kakak aku,tinggalin aja aku!)
Dia langsung terkejut melihat foto itu.Aku langsung mendorongnya dari ranjangku.Aku tak henti memukulinya ssambil memarahinya.Keributan itu membuat kak Dina terbangun.Dina lalu keluar kamar dan menanyakan apa yang terjadi.
"Eh ini kenapa sih berdua berantem" tanya kak Dina
Dengan wajah geram aku menunjukan foto itu ke kak Dina...Ia kaget dengan mata terbelalak dan merogoh saku kanan dan kiri mencari handphonenya...
"Ini handphone lu kak...sori gue ambil tadi...tapi coba jelasin apa maksud dari semua ini"
Kami bertiga hanya saling diam...mencekam sekali...Hingga Sherwin kembali bicara
"Sheil aku minta maaf..ini cuma salah paham gak seperti yang kamu sangka sayang,plis kamu percayain aku sekali ini aja" Sherwin memohon
"apa?apa kamu bilang?salah paham?eh kamu pikir aku ini bego apa?!Ini jelas banget kamu ternyata jalan sama kakak aku...bahkan sekarang kalian udah berencana naik pelaminan kan?Yaudah selamat untuk kalian" kataku kesal
"Iya Sheil,kita gak ada hubungan apa-apa kok" timpal kak Dina
"Sheila,aku gak akan pernah ninggalin kamu,aku kan uddah janji" Sherwin memelas dihadapanku
"Ah basi,urusin tuh kak Dina,kamu tuh kebanyakan..........aduh"
Belum selesai aku bicara...kepalaku terasa sangat sakit...aku memegangi kepalaku...dan....semuanya gelap....aku pingsan....
10.Hatred Toward the One whom I Loved
Aku terbangun sekitar sejam kemudian...kubuka mataku perlahan...kulihat disitu ada Papa,Mama,Sherwin,kak Dina,Fani,Nanda,Jeff,Matt,dan dokter Richard.Aku merasakan sedikit ngilu ditangan kiri...hah?aku diinfus?
Dokter kemudian mendekati aku...
"Ini karena kamu tidak menjalani rawat inap...untung saja infus masih bisa membuat kamu sedikit lebih segar...panasmu sudah turun karena campuran obat yang saya racik dalam botol infus" kata dokter Richard dengan khawatir
Memang benar,tubuhku merasa jauh lebih ringan sekarang karena obat yang diinfuskan kepadaku.Tapi saat aku teringat apa yang terjadi sebelum ku pingsan....rasanya ada keinginan untuk tidak bangun samasekali....terlebih saat aku melihat Sherwin.
Sherwin kemudian mendekatiku...namun aku menjauh dan berteriak...
"PERGI KAMU!"
Semua disitu terkaget mendengar teriakanku...Dengan sedih...Sherwin keluar dari kamarku...Papa menyusulnya kedepan.
Aku kembali menangis...Dokter menyerahkan tisu dan memperingatkanku untuk jangan banyak berpikir terlebih dahulu.Namun tetap saja...aku tak bisa menahan emosiku.
~~~~~Later that night~~~~~
Aku tersadar dari lamunan panjang karena merasa kedinginan...ternyata jendela kamarku terbuka.Terlihat Salju didepan rumah turun perlahan dengan indahnya.Ah yes...inikan sudah mau natal...sebuah natal yang harusnya indah harus kulewati dengan kesedihan seperti musim lainnya.
(dekorasi natal)
Kukenakan baju tebal untuk menghangatkan tubuh.Untunglah...obat racikan dari dokter Richard sangat manjur untuk diriku sehingga aku sudah sehat dalam waktu singkat.Dokter muda yang hebat.
Saat keluar...aku sangat terkejut...ruang tamuku berhiaskan indah dengan pernak pernik natal.Pohon natal pun dengan gagah berdiri disamping perapian.Musik instrumen natal terdengar merdu ditelinga.Aku melihat sekelilingku dan ternyata rumah sepi...sampai...BRUKK!
Terdengar sesuatu terjatuh dari arah dapur rumah...setelah kudekati pelan-pelan,ternyata....itu kkk-beradik tukang rusuh...Jeff Dan Matt...
"Yahhh lu sih Matt bangun deh tuh...gk surprise" keluh Jeff
"licin kaki gue tadi jatuh deh" kata Matt sambil memegangi kakinya
Ternyata merekalah yang menyiapkan semua dekorasi ini.Mereka juga bilang bahwa papa dan mama sedang keluar membeli bahan makanan untuk pesta malam natal besok.Jeff dan Matt juga menuliskan disebuh karton besar harapan mereka kepadaku untuk natal tahun ini.
Aku pun ingin membantu tapi karena tanganku masih ada bekas infus yang belum kering,maka aku disuruh istirahat kembali.Sebelum kembali kekamar,aku mencoba melongok ke kamar kak Dina...kulihat dia sedang berbaring dengan wajah datar...huh biar saja...siapa peduli..
Sisa hari itu kuhabiskan dengan hanya duduk di ruang tamu sambil nonton televisi.Acara hari itu memang banyak yang bertemakan natal.Berbagai film yang menayangkan kebahagiaan orang-orang yang merayakannya dengan sukacita.Tidak seperti diriku sekarang.
Sherwin juga tak henti mencoba menghubungi...aku tak menghirukannya...langsung kumatikan handphoneku agar Ia tak mengganggu....begitupun juga dengan kak Dina yang daritadi mencoba bicara denganku...Ia mengetuk pintu kamarku yang kukunci dari dalam...Maaf untuk kali ini sepertinya aku ingin sendirian dulu.
11.Inikah Natal?
Esoknya,kami semua berkumpul dirumahku untuk merayakan malam natal dengan acara makan kecil.Sejak pagi mama sibuk memasak makanan untuk nanti sedangkan papa sibuk menyiapkan meja dan merapikan dekorasi natal.Kak Dina juga terlihat sibuk bersih-bersih rumah.Semua terlihat sangat sibuk...kecuali aku yang sibuk dengan diriku sendiri.
Tak lama setelah semua siap,"tamu undangan" yakni Fani,Nanda,Jeff,Matt dan dokter Richard datang.Keluargaku menyambut dengan sukacita.Mama pun kemudian memanggilku dari luar untuk seger menggabungkan diri dengan yang lain dimeja makan.
Dengan langkah malas,aku keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan yang sudah dipenuhi menu makanan lezat.Semua disitu menyadari bahwa aku masih dalam keadaan marah terkait masalah kemarin.
Jeff membuka jamuan makan dengan doa,dan setelahnya...gachi shiksahaeyo/mari makan!
Semua disitu makan dengan lahap.Aku hanya makan sedikit sekali.Rasanya tak ingin makan.Napsu makan hilang jika teringat kejadian kemarin.
"Makan tuh,udah disiapin juga" kata kak Dina mencolekku
"gak napsu...lu aja" kataku sinis
Esoknya,kami semua berkumpul dirumahku untuk merayakan malam natal dengan acara makan kecil.Sejak pagi mama sibuk memasak makanan untuk nanti sedangkan papa sibuk menyiapkan meja dan merapikan dekorasi natal.Kak Dina juga terlihat sibuk bersih-bersih rumah.Semua terlihat sangat sibuk...kecuali aku yang sibuk dengan diriku sendiri.
Tak lama setelah semua siap,"tamu undangan" yakni Fani,Nanda,Jeff,Matt dan dokter Richard datang.Keluargaku menyambut dengan sukacita.Mama pun kemudian memanggilku dari luar untuk seger menggabungkan diri dengan yang lain dimeja makan.
Dengan langkah malas,aku keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan yang sudah dipenuhi menu makanan lezat.Semua disitu menyadari bahwa aku masih dalam keadaan marah terkait masalah kemarin.
Jeff membuka jamuan makan dengan doa,dan setelahnya...gachi shiksahaeyo/mari makan!
Semua disitu makan dengan lahap.Aku hanya makan sedikit sekali.Rasanya tak ingin makan.Napsu makan hilang jika teringat kejadian kemarin.
"Makan tuh,udah disiapin juga" kata kak Dina mencolekku
"gak napsu...lu aja" kataku sinis
"Lu masih ngambek gara-gara kemarin?" tanya kak Dina
Aku tidak menjawab pertanyaan yang sudah pasti jawabannya iya....Saat ditengah jamuan makan itu,telepon rumah berdering.Papa langsung mengangkat.Terlihat papa berbicara cukup serius dan pribadi dengan si penelepon...tapi itu pasti dari teman kantornya...jadi tidak kuidahkan.
Papa lalu berjalan menuju keluar rumah...mungkin teman kantor mau ikut bergabung...Kulihat semua disitu sangat menikmati momen natal yang indah dengan kebersamaan.Setelah itu Papa kembali masuk namun Ia tidak sendirian...
"Ada siapa pa?" tanyaku
"itu lihat aja dibelakang kamu ada siapa?" jawab papa sambil tersenyum
Aku pun menoleh dan....oh tidak....
12.Love or Lost
Itu adalah sebuah wajah yang tentunya kukenal...Sherwin...baiklah aku tak tahu apa yang akan dia katakan kali ini.Aku hanya diam dan melanjutkan makanku.Ia pun berkata...
"Aku tahu dan mengerti kamu marah...tapi aku gak mau kamu marah hanya karena salah paham" kata Sherwin dibelakangku
Lalu Ia lanjut bicara lagi.
"Jika memang ini semua kesalahan aku,aku akan bersedia bertanggung jawab...tapi karena ini menyangkut kesalahpahaman,it ujuga tugasku untuk memperbaiki semuanya" kata Sherwin dengan tenang
Sherwin menarik tanganku...dan memberikanku sebuah brosur...
"Apa sih ini?gak jelas tahu gak" tanyaku jengkel
"baca aja" Kata Sherwin
Brosur itu...
Brosur itu adalah pegumuman kontes foto baju pengantin yang pernah kami lihat usai menonton bioskop beberapa minggu yang lalu.Namun aku masih tidak mengerti mengapa ia menyerahkan brosur ini kepadaku.
"Kamu masih ingat ini kan?Aku sama kak Dina ikut ini supaya bisa menang dan dapat hadiah pergi ke Eagle Park untuk merayakan libur natal disana...tentunya bukan sama kak Dina perginya,tapi sama kamu...Apa kamu lupa,dihari malam natal ini kita rayain anniversary kita yang sebulan" kata Sherwin
"ah?jadi...kamu? Tanyaku bingung
"Maka itu aku ajak kak Dina untuk kerjasama menangin kontes itu...untuk kamu....jadi kami berdandan dan berpose ala pengantin hanya untuk ikut kontes tidak lebih...dan kami berhasil menang" terang Sherwin
"hah?...jadi....tapi sebentar,foto yang dibioskop itu apa?kamu jangan ngada-ada" kataku masih belum percaya
"maksud lu ini?" Kak Dina melemparkan handphone nya kepadaku
Aku melihat ternyata di foto dibioskop itu bukan hanya dua tapi ada seorang lagi....
"Itu sebagai ucapan terima kasih aku ke kak Dina jadi aku ajak dia dan temannya nonton...supaya kamu gak cemburu aku cuma berdua sama kakak kamu...maaf ya aku gk bilang ke kamu" jelas Sherwin
"hahahahaha Itu foto gw potong sengaja pengen bercandain lu biar cemburu...eh ternyata kena juga lu hahahahahha" kata kak Dina sambil tertawa terbahak bahak
Aku pun tertunduk malu memandangi handphone kak Dina itu...Semua disitu menertawakan aku.
Tiba-tiba Ia berlutut sama seperti saat Ia menyatakan cintanya padaku sebelumnya...Dikeluarkannya setangkai bunga mawar merah yang cantik dan dikelopaknya terdapat kotak kecil.
"Apa ini Win" tanyaku
"Buka aja" pinta nya
Aku pun membuka kotak kecil itu dan...Ouh Tuhan sepasang cincin couple yang sangat indah...bertuliskan S (ala Superman) love S yang artinya "Sheila Love Sherwin".
Cantik sekali!!aku sangat menyukai cincin itu!
Ia lalu mengambil cincin itu dan memasangkannya pada jari manisku.Sangat pas dijariku yang mungil.Ia juga memasang cincin satunya pada jarinya sendiri.
"Ini sebagai tanda,bahwa kita akan terus bersama...tak akan terpisahkan" kata Sherwin
Aku pun memeluk dirinya dan langsung meminta maaf kepadanya juga dengan kak Dina yang telah aku salah persepsikan.Ternyata mereka telah capek-capek menyiapkan peringatan sebulan hubungan aku dan dia.
Kembali pelukan dan ciuman hangat kudaratkan dipipinya...momen indah yang menutup jamuan makan kami malam itu...
"I Love You"
Biarlah cinta kami tetap putih seputih salju dan kokoh seperti pohon natal...seberapa kuat cobaan yang datang...meski kecurigaan timbul diantara kami...tidak akan merubuhkan hubungan kami ini....
Siapa pemilik hati ini??hanya kamu Sherwin!
Ia lalu mengambil cincin itu dan memasangkannya pada jari manisku.Sangat pas dijariku yang mungil.Ia juga memasang cincin satunya pada jarinya sendiri.
"Ini sebagai tanda,bahwa kita akan terus bersama...tak akan terpisahkan" kata Sherwin
Aku pun memeluk dirinya dan langsung meminta maaf kepadanya juga dengan kak Dina yang telah aku salah persepsikan.Ternyata mereka telah capek-capek menyiapkan peringatan sebulan hubungan aku dan dia.
Kembali pelukan dan ciuman hangat kudaratkan dipipinya...momen indah yang menutup jamuan makan kami malam itu...
"I Love You"
Biarlah cinta kami tetap putih seputih salju dan kokoh seperti pohon natal...seberapa kuat cobaan yang datang...meski kecurigaan timbul diantara kami...tidak akan merubuhkan hubungan kami ini....
Siapa pemilik hati ini??hanya kamu Sherwin!
TAMAT
Welcome back to X-E Blog!
Artikel pertama di bulan desember....sebelumnya maaf nih guys,gw gak sempat untuk nulis karena sibuk ujian semester.Tapi akhirnya gw mendapatkan bahan bagus untuk ditulis yakni kiah nyata dari sahabat gw yang sangat luar biasa.
Sebelumnya gw berterima kasih kepada para pembaca yang setia mengikuti dari part pertama hingga ketiga ini...Semoga dibagian selanjutnya kalian tetap setia seperti Sherwin yang setia mencintai Sheila hahaha...
So thanks for visit,Let us welcome Christmas with smile on our face....The Christ was about to come!
And...Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!!
Cast:
1.Marcela Valen/Sheila:Seohyun (SNSD)
2.Sherwin:Cho Kyuhyun (Super Junior)
3.James:Kim Heechul (Super Junior)
4.Nanda:Kim Taeyeon (SNSD)
5.Fani:Tiffany Hwang (SNSD)
6.Me/Kristo:Jeff Hardy
7.My Brother:Matt Hardy
8.Dokter Richard:Lee Donghae (Super Junior)
8.Dokter Richard:Lee Donghae (Super Junior)
*Semua gambar adalah hak cipta dari pemilik masing-masing...All pictures are copyrighted by those who owned it respectively
Langganan:
Postingan (Atom)



























































