Tampilkan postingan dengan label kakak kelas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kakak kelas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2015

Matahari Hidupku (Kisah Nyata)

Bacalah kisah nyata seorang wanita muda ini dengan seksama:

1.Prior to Storm
 
(Feni)

Liburan telah berakhir....sekolah pun kembali dimulai.Semua siswa-siswi bergegas untuk mengais ilmu disekolah mereka.Tak terkecuali diriku ini.Oh iya perkenalkan,sebut saja namaku Feni.Aku lahir di bulan february.Hari ini,aku kembali masuk sekolah sebagai siswi kelas 2 SMA swasta di Jakarta.

Gambaran diriku?hmmm...aku anak biasa yang bisa dibilang culun serta anak mami pula.Rambutku pendek sebahu dan berhidung mancung seperti Polisi wanita atau polwan.Disekolah aku jarang memiliki teman seangkatan.Gw sering dijauhi dan dikucilkan.Mungkin ada banyak hal yang mereka tidak sukai dari aku.

Tapi,aku tetap memiliki impian suatu saat nanti.Aku berharap agar aku bisa memiliki pasangan hidup dari luar negeri atau biasa disebut "bule".Alasanku unik yakni ingin punya anak yang hidungnya mancung seperti bule.hahahahha ada-ada saja aku ini.Maka,aku pun meminta orang tuaku untuk mendaftarkan diri ke tempat kursus bahasa Inggris yang letaknya tak jauh dari rumah maupun sekolahku.



(harapanku bisa nikah sama bule)

"YES!" "YES!" "YES!" "YES!" "YES!"
Itulah ekspresiku saat orang tuaku menyetujui aku untuk kursus bahasa Inggris.Ditempat les itu,aku bertemu dengan banyak orang baru yang lebih asik dari teman-temanku disekolah.Mereka ramah terhadapku dan aku pun sebaliknya terhadap mereka.Ada yang umurnya sama dan ada juga yang lebih junior dari beragam sekolah di Jakarta.

Tingkah usilku pun sering timbul saat kursus.Aku seringkali memainkan kertas yang sudah dibentuk mirip bola kecil lalu melemparkannya ke arah teman-temanku.Hasilnya timbulah "perang kertas" yang membuat ramai suasana tempat kursus bahasa inggris.


Suatu ketika di tempat kursus itu,seperti biasa aku bercanda dengan teman-teman satu kursus dengan lempar-melempar bola kertas.Tak sengaja,aku mengenai temanku yang sedang fokus belajar.Dengan wajah agak jengkel ia mengambil kertas itu.Aku sempat merasa takut karena sepertinya Ia marah padaku.


"huh kayak anak kecil aja" ujarnya pelan sambil membuang kertas itu

"maaf ya gue gak sengaja" sahutku pelan


Aku sempat merasa tak enak padanya.Sepertinya Ia benar-benar marah padaku.Namun siapa sangka,sejak kejadian itu,Ia menjadi sering mengobrol denganku.Akhirnya kami saling berkenalan.Namanya Santo (bukan nama sebenarnya).Ia ternyata juniorku di sekolah yang sama.Ia kelas 1 saat kami berkenalan.

2.His Name Is Santo...More Than Words


(Santo)
Santo adalah orang yang open-minded.Ia nyaman untuk diajak ngobrol.Banyak hal dari dirinya yang sangat bertolak belakang dariku.Santo bagaikan cermin diriku yang cupu dan kesepian ini.Sebelum waktu kursus tiba,aku menjadi sering untuk datang lebih awal demi mengobrol panjang lebar dengan Santo.Tertawa lepas tak pernah terlewatkan jika kami berdua sedang mengobrol.
Santo juga membawa gitar jika pergi ketempat kursus untuk sekedar menghibur diri.Ia suka bermain tebak lagu denganku saat sebelum dan sesudah kursus inggris.Yang paling kuingat adalah pada saat Santo memainkan sebuah lagu instrumen berjudul "More Than Words" dari band asal Amerika yaitu Extreme



Kami menyanyikan lagu tersebut bersama,hingga aku dan Santo pun tak menyadari kami menjadi tontonan teman-teman yang lain.Sungguh malu bercampur senang.Lambat laun,aku tak bisa berbohong dengan diriku sendiri.Benih cinta mulai tumbuh diantara kami.

Aku dan santo pun semakin dekat.....saling berpandangan....dan...ahhh sulit untuk diungkapkan.

3.Tumbuhnya Benih Cinta

(Disaat benih cinta mulai tumbuh)
Satu sore,kursus inggris selesai dilaksanakan.Kami pun pulang satu per satu.Ada juga yang masih sekedar mengobrol diluar tempat kursus itu.Oh iya,aku lupa cerita...aku masih dijemput mama ku jika sepulang kursus.Ketika aku hendak berjalan pulang,kulihat Santo bersama seorang teman mainnya sedang merokok.Aku setengah kaget melihatnya.Namun aku tetap ingin berpamitan meskipun Ia sedang melakukan sesuatu yang aku tidak sukai.Baru saja ingin pamit,Santo langsung membuang muka dan asyik mengobrol dengan temannya itu.

Aku terus merasa bingung.Padahal tadinya Ia ramah dan asik.Namun mengapa Ia mendadak berubah drastis dengan mencampakan aku tadi?Esoknya aku langsung menjumpai dia dan kutanyai mengenai kejadian kemarin sore.

"Santo,lu kemarin kenapa sih?" tanyaku bingung

"engga kok,maksud gw jangan manggil...." jawabnya simple

"lah kok gitu?" tanyaku lagi

"gue takut kalo kita nanti gak boleh temenan ama nyokap lo...dikira bandel takutnya" jawabnya dengan muka datar

"Yaelah,kita kan temen,tenang aja kali" jawabku dengan senyum....padahal didalam hatiku aku ingin dia lebih dari seorang teman

"iya pokoknya tunggu sampe gw bisa jadi orang yang lebih baik lagi,baru kenalin ke nyokap lo sebagai bukti" katanya dengan senyuman sambil menggandeng tanganku masuk ke tempat kursus.


Aku sungguh terasa melayang saking senangnya.Ia ingin berubah demi menjadi orang yang baik didepan mamaku.Ia pun juga berjanji untuk berhenti merokok karena menyadari bahwa rokok tak baik untuk kesehatan.

Satu hal yang aku masih bingungkan....apa yang istimewa dari diriku ini?...aku ini Feni,seorang anak mami yang tak istimewa.

4.Senang Bisa Mengenalmu
(Nyanyi bersama lagu "More Than Words")
Saat kenaikan tingkat di kursus,aku terpaksa tidak melanjutkan kursusku ditempat itu.Karena ketidakseimbangan antara pelajaran disekolah dan ditempat kursus.Jadi lebih baik mundur.Meskipun aku memang sedih berpisah dengan Santo.

Untuk mengobati rindu,aku biasanya saling mengirim pesan singkat kepadanya.Ia ternyata masih sama perhatiannya seperti yang lalu.Saat aku sakit pun,Ia selalu tak bosan mengingatkanku untuk makan yang banyak dan minum obat agar cepat sembuh.Aku selalu merasa kuat bila Ia membalas sms-ku dengan kata-kata manis itu.Dia amat tahu siapa aku.Feni yang ceroboh,keras kepala,kekanak-kanakan,bahkan pelupa.

Santo sungguh menawan.Ia sangat dewasa untuk ku dan selalu bisa membuatku senang setiap saat.Setiap hari tanpa lupa,Ia selalu update tentang dirinya.Bahkan Ia selalu menjadi orang pertama yang mengingatkan akan keamanan diriku.Salah satunya saat aku dan rombongan satu sekolah (termasuk Santo) pergi ke Bali untuk study tour.Santo mengingatkan agar aku tak memisahkan diri dari rombongan.Ia tentu tahu bahwa aku adalah anak yang suka jalan kesana kemari.

Senangnya bisa bertemu dengan orang seperti dia!!!!

5.Jangan Tinggalkan Aku demi Dia...

 (Jangan pergi)
"Hari-hari kulewati...bersama mentari"
Ah aku sangat bahagia sekali.Aku merasa seperti gadis yang paling beruntung didunia bisa dekat dengan Santo.Namun tak ada yang lurus di dalam hidup ini.Suatu hari,aku pun diuji dengan sikap santo yang makin cuek denganku.Kini,Ia jarang membalas sms-ku.Saat bertemu pun,Ia seolah tak melihat dan mengenalku.
Dari informasi yang kudapat,Santo sedang dekat dengan seorang wanita yang satu kelas dengannya.Tak lama,mereka pun dikabarkan berpacaran.Aku pun penasaran seperti apa orangnya...

  (Shita)

 (tergoda wanita yang lebih cantik)


Aku pun akhirnya mengetahui siapa yang membuat Santo "menikung".Wanita itu adalah Shita.Begitu mengetahui bahwa Shita adalah orang yang membuat Santo meninggalkanku.Sedih hati ini rasanya.Ingin kuambil kembali,namun aku merasa hal itu mustahil.Shita memang kuakui memiliki fisik yang jauh lebih baik dari diriku.Shita memiliki tubuh yang proporsional,cantik,dan multi-talented.Tentu aku merasa kalah jauh dibandingkan dirinya.Aku pun orang tahu diri yang punya cermin dirumah.Saat aku berkaca dihadapan cermin,aku pun sadar bahwa aku tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Shita.

Malam itu,aku merenungkan apa yang kulihat tadi siang.Aku telah kehilangan Santo setelah Ia memilih yang lain.Aku masih sesekali mencari informasi tentang Santo dari salah satu temannya bernama Kristo.

6.Aku Masih...

Kembali menjalani hari-hari terasa semakin berat.Kucoba untuk melupakan semua yang terjadi.Namun ingatan memori ku tentang Santo tak kunjung hilang.seiring waktu,aku pun mulai mampu beraktifitas normal meski sesekali terlintas santo dalam benak.Aku pun melanjutkan studiku di sebuah universitas.

Tanpa terasa hampir 3 tahun sudah aku tak berhubungan dengan Santo.Akhirnya,setelah sekian lama itulah,aku mendapatkan nomor kontak Blackberry Messanger milik Santo dari temannya,Kristo.Dia meng-accept kontak BBM-ku.Aku pun langsung mencoba untuk chatting dengan dia meski Ia sudah tak seperti dulu.Dugaanku pun benar saja.Baru ingin mengobrol panjang,Santo selalu memotong pembicaraan yang menurutku sedang menarik-menariknya.

"Sorry ya,gw tinggal bentar".......Kata-kata itu tak pernah terlewatkan disetiap chatting nya denganku.Hal ini tidak terjadi pada teman yang lain jika mereka menghubungi santo lewat BBM.Ia akan membalas dengan lancar tanpa memotong....ouhh sakitnya hati ini.

7.안녕히 가세요 (Annyeonghi Gaseyo)

Meski semua kejadian buruk menimpaku selama 3 tahun terakhir,aku tetap merasa,bahwa Ia harus kuperjuangkan.Aku memang tersakiti namun aku tak mau kehilangan Santo.

Tiba-tiba,suatu saat Handphoneku bergetar....itu Santo! Ia minta diajarkan materi yang Ia tak mampu kerjakan di kampus.Aku pun kembali merasakan kesenangan batin yang telah lama terpendam.Ditengah belajar,dengan mengejutkan Ia bilang padaku sesuatu yang membuatku...terdiam.

"Terlambat ya gue sadarin,ternyata kamu yang berarti buat aku" ujarnya.

meski hanya terdiam,aku sebetulnya senang bisa mendengar kata-kata itu.Berarti,aku pernah menjadi orang special dalam hidupnya.Namun tetap saja ada yang mengganjal dihati.

Suatu malam...seperti biasanya,sebelum tidur aku berdoa kepada yang Maha Kuasa mohon petunjuk dariNya.Tanpa sadar air mata berlinang dan aku tertidur......

"Hah?aku dimana?" aku bingung mendapati diriku disebuah tempat antah berantah yang tak kukenal
    
Dari jauh kulihat Santo berpakaian putih rapi dengan kacamata yang sering Ia kenakan.Namun Ia tidak berbicara apa-apa saat melintasiku.Esoknya aku merasakan dirasat yang tidak mengenakan.Aku terjatuh hingga terluka di kaki.Perasaanku pun semakin tak enak.Padahal suasana kelasku saat itu tenang dan hening.

Suasana hening berubah menjadi mencekam...Aku mendapatkan informasi dari teman-teman.................................................................................................................................................

"Telah meninggal teman kita tercinta Santo yang telah mengalami kecelakaan siang tadi.Ia disemayamkan di Rumah Duka A kamar Z..Mohon Doa dari teman-teman sekalian"

8. Matahari Hidupku
(aku harus kuat...untuk menyembunyikan air mata ini)

Aku menangis sekuat kuatnya...rasa sedih,pedih,sesak,pilu semua kesakitanku bercampur menjadi satu.Masih banyak hal ingin kukatakan padanya.Namun sekarang Ia pergi...untuk selamanya.Semua mencoba menghiburku,namun apa daya ini terlalu sakit untuk ditahan.
Rasa rindu pun tak terbendung.Aku menulis banyak surat...dan kubakar surat-surat itu dan berharap Santo bisa membacanya.Aku terus menitikan air mata sesudahnya...aku terduduk dan....lemas....aku pun.......tertidur.

"Feni....Bangun yuk...." aku mendengar suara yang benar benar tak asing ditelingaku.....

"Hmmm...ah???Santo???ini beneran kamu kan?? ujarku kegirangan.

Lalu Santo pun berkata sambil tersenyum:

Kamu harus ngejalanin hidup dengan bahagia. Kamu kan bilang tugas kamu belom selesai kalo aku udah selesai. Aku pun pernah mencintai kamu melebihi rasa cinta kamu ke aku tanpa pernah kamu tahu. Aku mau kamu bahagia, kamu bahagia aku juga bahagia. Kamu bahagia ya disana.”


Aku pun terbangun....dan tak tahu apa yang harus kukatakan.Tapi aku yakin,meski tak bertemu secara fisik,Santo tetap melihatku dari surga.Aku bangga bisa bertemu dengan orang seperti dia.Yang membuat hidupku berubah.

Kuraih telepon genggamku...kubuka file-file lama.Dan kulihat banyak foto Santo berjejer rapi.Disetiap rasa rindu melanda,Foto-foto inilah yang selalu menemani.Terus kupandangi layar HP ku itu tanpa berhenti.Tanpa terasa baterai nya habis.Senyum sambil mengisi daya baterai HP,dalm hati ku bergumam:

"Kalau baterai habis,ya di charge,bulan tak akan bersinar tanpa matahari....begitupun dengan aku....ketahuilah,kamulah Matahari Hidupku ^^

TAMAT!!!

Hai guys,this X-E Blog!
Phew....rasanya gw butuh tabung oksigen hahahahahha ini adalah artikel terpanjang yang pernah gw tulis.6 jam!!!!Unik kan penempatan gambarnya???hehehehe K-Pop mode on!

Kisah diatas adalah sebuah kisah nyata yang gw rekap ulang dalam format cerpen alias cerita pendek.Namun nyatanya cerpen ini berubah menjadi cerpan alias cerita panjang!Banyak sekali hal yang bisa kita petik dari cerita diatas.Cinta sejati seorang wanita yang membuat dirinya semakin kuat untuk menghadapi tantangan terbesar yakni...kehidupan.Tak ada yang mulus dalam kehidupan.Maka sebagai penutup gw ingin ajak teman sekalian untuk berdoa mohon penyertaan Tuhan YME agar tetap kuat menghadapi cobaan hidup

So thanks for reading and Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!!!

Cast:
Tiffany Hwang (SNSD) as Feni
Key (SHINee) as Santo
Uee (After School) as Shita
Gw as Diri gw sendiri....Kristo 

Selasa, 14 Juli 2015

Cinta Buta Pembawa Petaka

Sayup angin terdengar dari AC yang baru dihidupkan petugas kebersihan kelas ku pagi itu...

"Terima kasih mas!" kuucapkan pada si petugas yang disambut anggukan ramah.

Pagi itu langit mendung menghiasi kota Jakarta.Kampusku masih cukup sepi karena masih pagi,dan baru selesai libur semester...."Hmmm...masih pada males nih kyk nya abis liburan" sahutku dalam hati.

Beberapa menit berlalu,satu per satu teman-teman sekelas mulai berdatangan hingga akhirnya dosen pun memasuki ruang kelas.Aku dan teman-teman mempersiapkan diri untuk mengikuti kelas pagi itu.Seperti biasanya,pada awal pertemuan semester baru,akan ada perkenalan baik dari dosen maupun oleh mahasiswa.

Ketika usai perkenalan,pelajaran pun dimulai.Namun baru beberapa saat kelas dimulai,sekonyong konyong seseorang mengetuk pintu.Dosen mempersilahkan masuk kepada si pengetuk.Aku pun penasaran,siapa yang bisa terlambat masuk hingga lebih dari setengah jam di hari pertama semester baru seperti ini?

"Maaf bu,saya terlambat" Ujar si pengetuk pintu yang ternyata seorang wanita muda yang bisa dibilang sangat cantik.

"Ya,silahkan duduk,tidak masalah kok,hari ini baru perkenalan saja" jawab dosen

Kulihat semua mata (lelaki) dikelas tertuju pada si wanita tadi.Ia memilih duduk di paling belakang padahal masih tersedia banyak bangku kosong di bagian depan dan tengah.Jika diperhatikan,Wanita ini sangat menawan dipandangan mata.Rambut panjang sepunggung dengan sedikit ombak dan dicat pirang bercampur hitam,dandanan modis,sepatu high heels sedang,tas tangan elegan serta aroma parfum yang lembut dan tak menusuk hidung.Dari sisi fisik,bisa dilihat tingginya kutaksir sekitar 160 cm.Cukup ideal...

Namun Ia sangat pendiam...hampir tak pernah kudengar suara dari mulutnya.Ketika ditanya dosen pun,Ia tidak membuka mulutnya.Hanya nyengir saja...huh agak sombong sepertinya...

(Ilustrasi)

Suatu kali saat istirahat,aku pun akhirnya mencoba menyapa si wanita....Kubuka dengan senyuman khas ku.

"Hai kak,aku *(menyebut namaku),nama kakak siapa?" tanyaku.

"Halo juga,namaku Lina kamu semester 3 ya?" Jawabnya.

"Iy kak saya semester 3...memang kakak semester berapa?" tanyaku lagi.

"Aku semester 7,aku kakak kelas kamu" jawabnya.

Kamipun mengobrol pendek soal kehidupan pribadi kami masing-masing.Tapi satu hal yang membuatku jengkel adalah,sekalipun sedang mengobrol,Lina tetap sibuk melirik telepon genggam mewah miliknya.

"eh,aku izin pulang ya,mau jalan sama cowok aku nih,kalo ada tugas kasih tahu ya dek" pungkas Lina sambil beranjak berdiri

"Loh,kan masih 2 sks lagi kak,tanggung kali.Kenapa gak nanti aja?" jawabku

"Gak bisa nih,buru-buru"

Sebelum meninggalkan kelas,Lina memberikan nomor kontaknya mulai dari Pin BB,WA hingga Facebook miliknya.First impression,ternyata Lina tak seburuk yang aku dan teman-teman kira.Ternyata Lina tidak sombong.Namun mungkin Ia merasa canggung bersama adik kelas.Ia baru mengambil mata kuliah yang kami ikuti ini disemester akhir karena Ia tak sempat mengambil disemester sebelumnya akibat satu dua hal.Kami pun menjadi akrab sejak itu.Ia pun bahkan memanggilku dengan kata "sayang".Oh menakjubkan,seorang wanita cantik seperti dia memanggilku dengan kata "sayang".Meskipun aku tak menginginkan dia untuk menjadi pacarku (aku sudah memiliki orang yang aku sukai dikelas saat itu,disamping Lina sendiri sudah memiliki pacar).

Namun tetap saja...Lina terkesan pendiam dimata teman teman sekelasku.Hanya sesekali saja Ia berbicara,itupun hanya seperlunya.Samasekali tak tercermin keinginannya untuk bergaul dengan teman-teman lain dikelas.Ini menyulitkan terutama saat kerja kelompok....Lina hanya sibuk memainkan Handphone nya.

Aku pun menanyainya langsung...ternyata ia tak bisa lepas dari sang kekasih.Pembicaraan kami pun selalu berujung ke cerita tentang hubungan Lina dengan sang pacar yang usianya lebih muda.

"Dia umur nya sama kayak kamu,tapi dia pintar kok makanya aku mau jalan sama dia" tukas Lina kepadaku

Aku pun tak mempermasalahkan tentang hubungan Lina dan pacarnya tersebut.Meskipun aku sedikit bingung dengan penampilan pacarnya yang aku lihat lewat foto di HP Lina.Wajahnya terlihat keras dan galak serta dominan.Tapi aku tak mau berburuk sangka karena aku tak pernah bertemu dengan pacarnya.Prinsip "Don`t judge the book by it`s cover" pun aku gunakan.Siapa tahu,wajahnya saja yang galak,tapi hati nya baik.who knows?

Hingga suatu hari,ketika aku masuk kelas,aku mendapati Lina menangis di pojok kelas.Aku pun langsung menghampiri dirinya.Ternyata Lina sedang bertengkar dengan kekasihnya dan minta putus!

"Astaga,kegilaan macam apa ini?" pikirku dalam benak

Kulihat Lina mencoba menghubungi kekasihnya dan berbicara panjang lebar.Ia lalu berlari kecil ke arah toilet sambil menyeka air matanya tanpa melirik aku yang dilewatinya.Sekembalinya dari toilet,Ia meceritakan bahwa Ia sangat mencintai kekasih "berondong" nya itu.Bisa ku simpulkan,Lina lebih baik mati daripada harus berpisah dengan si "berondong".Oh,jadi ini yang namanya CINTA BUTA.

Dari sinilah,sesuatu yang merubah hidup Lina terjadi....pelan tapi pasti


Keesokan harinya,Kulihat Lina sudah kembali segar.Tanpa kutanyai,Ia langsung bercerita bahwa dirinya dan sang kekasih sudah kembali baik.Ia pun berkomitmen untuk tetap setia menemani pacarnya kapanpun.Namun dari sini,aku melihat banyak gelagat aneh dari Lina.Ia mulai sering izin tidak masuk atau pulang lebih awal.Untungnya dosen berbaik hati untuk tetap mengisi namanya di daftar absensi kelas.Lina tak pernah bercerita kemana kepergiannya kepadaku.Aku pun tidak ingin terlalu dalam ikut campur urusan orang lain.

Tanpa terasa...kami sudah mengakhiri semester ini.Ujian pun tiba.Namun hingga hari terakhir ujian,aku tak melihat Lina samasekali di kampus.BBM ku tidak dibalas olehnya bahkan HP nya tidak aktif lagi seperti sebelumnya dimana ia sering update status atau sekadar ganti foto di BBM.Kukira dia sakit atau ada urusan penting jadi harus ikut ujian susulan 2 minggu berikutnya...itu yang ada dalam benakku saat itu.

(hah?kamu?)

Aku pun melanjutkan hari hari kuliah yang membosankan ini.Tanpa terasa sudah setahun berlalu.Aku pun iseng melepas kejenuhan dikelas dengan membuka Facebook ku.Aku langsung melihat foto seorang wanita cantik yang tentu sudah tak asing bagiku.
Lina masih tampak cantik bahkan lebih cantik.Begitu kutanya soal kuliah,dia mengaku masih kuliah tapi sedang magang disebuah perusahaan swasta.Soal asmaranya,Ia masih menjalin kasih dengan pacar "berondongnya".Oh ternyata begitu baiklah.Aku berharap Lina bisa sukses menyelesaikan kuliahnya dan bisa melanjutkan hubungannya dengan sang pacar ke jenjang selanjutnya.

*6 Bulan kemudian......
Persepsiku tentu baik...Lina akan menyelesaikan studi nya dan bekerja.Namun ternyata semua persepsi ku tentang dia salah besar ketika aku berjalan melewati pasar ketika akan hendak pulang kerumah.

Dari kejauhan,aku melihat seorang wanita muda yang sedang hamil dengan rambut panjang sepunggung dengan sedikit ombak dan dicat pirang bercampur hitam,dandanan modis.Dari sisi fisik,bisa dilihat tingginya kutaksir sekitar 160 cm.Cukup ideal...Tapi tunggu!Kenapa ciri nya mirip dengan Lina?akhirnya kucoba untuk mendekati wanita itu dan.....ASTAGA!Itu Lina!Dan....perutnya?!

(hamil!?)

Aku tak sempat menghampirinya karena ramainya jalanan untuk diseberangi sedangkan Ia pun langsung bergegas dengan becak.Aku masih sempat bertanya tanya...secepat itukah Ia menikah?bagaimana dengan kuliahnya?seingatku,dia belum lulus?
Rasa penasaran kian memuncak.Ku-raih Handphone putihku dan langsung ku hubungi dia.Namun aku tak ingin langsung to the point,aku ingin memancingnya agar Ia mengakuinya sendiri.

"Halo kak Lina!"

"Hai juga!Tumben nih say"

"Hahahahaha iya kak,kakak apa kabar?

"Baik nih hahaha"

"Kak aku mau nanya sesuatu nih,tapi janji ya jangan marah"

"Ah kamu kayak baru kenal aku aja,kenapa dek?"

"Dari kemarin pasang status Facebook sedih terus kak?ada apa?"

"oh iya aku lg sedih aja"

"Sedih kenapa kak?semangat dong kan sudah mau lulus kuliah"

"Aku dah gak kuliah dek...please jangan kasih tahu teman-teman"

"karena apa kakak berhenti?"

"hmmm....Aku hamil say"

Jantungku seakan berhenti berdetak....Wanita yang aku lihat dipasar memang benar Lina.Aku langsung kaget mendengar ceritanya.Ternyata,Lina telah setahun berhenti kuliah karena terus menerus menuruti kata-kata pacarnya yang seringkali mengajak nya pergi disaat jam kuliah.
Ternyata pula,Ia hanya dipermainkan.Sambil menangis,Lina mengaku bahwa Ia sudah mencoba menuruti apa yang dinginkan kekasih "berondong" nya itu.Bahkan,Lina sampai hamil tua saat ini.Yang paling menyedihkan adalah,Kekasihnya tersebut tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilan dirinya dan memilih lari dari tanggung jawab.Hingga saat kutanya lagi,sang kekasih tidak diketahui dimana rimbanya.

Lebih parahnya,Ia tak mendapatkan support dari keluarga.Meskipun begitu,baik Lina maupun orang tua nya,sepakat tidak akan menggugurkan kandungannya yang semakin hari semakin besar itu.Lina tidak tega untuk menggugurkan bayi nya.Sebagai Ibu yang baik,Ia akan melahirkan dan merawat anak nya.
Lina meminta doa dan dukungan moril bagi dirinya dari aku.Sebelum menutup pembicaraan sore itu,Lina mengakatan sesuatu yang sangat aku ingat hingga hari ini:
"Kamu satu satunya sahabat yang paling baik buat aku...trims y dek udah jadi teman yang baik.Cuma kamu yang mau ngobrol sama aku."

"Aku gak mau gugurin bayi aku,jadi doain y supaya persalinan lancar"

Ia juga berpesan untuk tidak menceritakan hal ini pada sesama mahasiswa terutama mereka yang satu angkatan dengan Lina.Aku pun turut sedih dan prihatin dengan apa yang menimpa Lina.Akhirnya aku pun pamit untuk menutup pembicaraan telepon tersebut.
Oh Tuhan,mengapa bisa terjadi demikian? Doaku berdesih.....

(Oh Tuhan.ampunilah sahabatku itu ya Tuhan)

Hello guys,welcome back to X-E Blog!
Wah yang tadi itu apa sih bro?Pasti pertanyaan kalian kurang lebih sama.Jarang-jarang kan,X-E Blog menghadirkan cerpen untuk kalian?

Tapi sayang nya yang diatas tadi bukanlah cerpen,melainkan kisah nyata yang gw alami.Latar ceritanya memang sedikit berbeda dengan aslinya bertujuan utuk melindungi privasi orang yang bersangkutan didalamnya termasuk gw sendiri.Hal ini termasuk dengan penyamaran nama asli.

Satu hal yang ingin gw sampaikan untuk kalian semua lewat cerita tadi adalah,Love is Blind...But your heart Never be Blind!

Artinya,Cinta itu memang buta,tapi hatimu tidak akan pernah buta.Jangan pernah melakukan hal yang tidak ingin kamu lakukan dengan terpaksa hanya karena masalah cinta belaka yang akan kamu sesali nantinya.Jika kamu merasa terbebani dengan kemauan dan tingkah laku pasanganmu,selama janur kuning belum berkibar,masih ada waktu untuk menemukan yang lebih baik lagi!

Semoga cerita diatas bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua disini!
So Thank for Reading and Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!!!

N.B:Nama Lina bukanlah nama sebenarnya