Tampilkan postingan dengan label cinta buta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta buta. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2015

Salahkah Aku Mencintaimu? (Sheila Series Part 1)

Bacalah Kisah Nyata Dibawah Ini Dengan Seksama!
1.Boring Daylife
(Sheila)

Suara gemuruh petir menyambar telingaku siang itu.Aku terbangun dari tidur dengan terkaget-kaget.Jantungku berdebar tak keruan melihat sekelilingku.Aku menyadari ak masih didalam kamarku.Hari-hari membosankan kulewati dengan sabar dan tabah karena kutahu,suatu hari nanti aku akan mendapatkan kebahagiaan yang tak terduga.

Oh iya,aku hampir lupa.Namaku Marcella Valen.Aku biasa dipanggil Sheila.Umurku 16 tahun saat ini.Menurut teman-teman,aku orang yang relatif pendiam walaupun tak sepenuhnya benar.Aku suka menyendiri dirumah karena bosan dengan keadaanku saat ini.Sekolah ya sekolah...dirumah ya dirumah.Namun setidaknya aku memiliki beberapa teman baik Fani dan Nanda yang selalu bisa menjadi tempatku mengadu disamping orang tuaku.

Hari itu langit mendung...Gemuruh petir sesekali menggetarkan lantai rumah.Udara dingin menusuk tulang menambah rasa kesepianku.Hari masih jam 12 siang.Masih panjang untuk menikmati akhir pekan.Tiba-tiba angin segar datang melegakan hati

"Dek,ikut kakak yuk,mau belanja sekalian makan siang"  Suara kakakku Dina memecah keheningan.

"Kemana kak?"Tanyaku singkat

"Udah ikut aja daripada bosen lu dirumah" Katanya sambil menyuruhku berganti baju.

Aku berpakaian santai untuk berangkat menemani kakakku berbelanja ke sebuah Mall.Letaknya tak jauh dirumahku.Aku memang suka sekali berkeliling di Mall untuk sekadar melepas kejenuhan dan kepenatan hari-hari.Tak jarang mataku tertuju pada produk yang sedang dijual dietalase toko dan membelinya.

Kakakku berbelanja keperluan hariannya seperti sampo,sabun,obat-obatan dll.Tak lupa Ia membelikanku juga.Tak lama setelah itu,Aku terasa tubuhku lunglai.Aku pun mencari tempat duduk didepan toko kosmetik tempat kakakku berbelanja.Dan teringat...Aku lupa untuk makan siang tadi.Tanpa tunggu menunggu, langsung ku ajak kak Dina untuk makan siang di Mall tersebut.

"Pantesan aja lemes...belum makan sih lu...yasudah kakak jg lapar,boleh lah sesekali makan di Mall" respon kak Dina membuatku senang.

Kami berdua pun mengarahkan diri ke lantai paling bawah Mall tersebut.Disitu kak Dina masuk kesebuah restoran yang kulihat cukup mewah.Suasananya tak begitu ramai.Aku memesan beberapa menu yang aku sukai.

Aku dan Kak Dina menunggu cukup lama.10 menit....15 menit....20 menit....tunggu!

"Siapa sih itu orang" gumamku dalam hati setelah melihat seorang pelayan restoran tersebut.

Sejak aku masuk kedalam restoran itu,aku menyadari Ia terus memperhatikan aku.Awalnya aku cuek saja,tapi lama-kelamaan Ia tak melepaskan pandangannya dari ku....astaga...

2.Tumbuhnya Benih Cinta
(ouh...senyumannya manis)

Beberapa jam lamanya aku dan kakakku direstoran itu.Dan Ia pun sempat beberapa kali melirik kehadapanku.Aku pun merasa gugup saat dia mengarahkan pandangannya kepadaku.Saat melewati meja kami Ia melakukan hal yang sama.Kubalas dengan senyum ramah saat kami membayar tagihan makanan yang kami pesan.Pelayan itu langsung berinisiatif untuk membukakan pintu untuk kami.

"Terima Kasih,silahkan datang kembali ya" Tuturnya saat kami melewatinya.

Saat itu juga aku mulai meleleh melihat senyuman terakhir saat "melepas" kami keluar dari restoran itu.Diperjalanan pulang aku terus memikirkannya.

"Kok dia gitu ya sama gue"

"ahhh senyumannya semanis madu"

"Duhh...ganteng banget sih tuh orang tadi"

"apa dia suka sama gue?"

"Dah punya pacar belum ya?"

"kira-kira besok dia disitu gak ya?"

"ahhh kesana lagi besok" gumamanku selama diperjalanan pulang tak terbendung.

Tiba-tiba kakakku menganggetkanku dengan menepak belakang kepalaku."eh,udah sampe rumah,ayo turun...bengong sambil senyum-senyum sendiri,ntar kesurupan aja lo"

Aku pun terkejut ternyata kami sudah sampai didepan rumah.Turun dari taksi,aku masuk kedalam rumah dan kembali memikirkan hal yang baru saja terjadi.Sejak saat itu,selama seminggu aku terus terbayang-bayang pelayan itu.Kenapa dia seperti itu saat melihatku?Siapa sih dia?hanya seorang pelayan biasa yang membuatku termena.....ahh jangankan itu...namanya siapa saja aku tak tahu.

Disekolah pun begitu...aku jadi sering melamun membayangkan si pelayan tampan.Setiap kali kumemikirkannya,aku mendengarkan musik sendu.

Ahhh...apakah kita akan bertemu lagi...iya!kita akan bertemu lagi besok!" Sumpahku malam itu.

Aku memantapkan niat untuk bertemu kembali dengan dia.Rasanya aku tak sabar untuk menunggu hari esok.Kubaringkan tubuh di atas kasur dan memeluk guling...kembali terdesir pikiranku tentang dia...dan...

"Oh Tuhan...inikah cinta?" semuanya terasa indah didalam mimpiku malam itu...

Esoknya aku mengajak Fani dan Nanda ke restoran itu lagi.Teman-temanku tidak tahu apa tujuanku sebenarnya mengajak mereka.Yang mereka tahu hanyalah,aku ingin mentraktir mereka makan siang.Wajah kedua temanku ini terlihat senang karena jarang-jarang aku mau mengajak mereka makan direstoran.Namun aku gusar karena aku tak juga melihat si pelayan itu.Teman-temanku terlihat bingung melihatku lirik kesana-kemari.

"La,lu ngapain sih daritadi celingak-celinguk mulu?"  Tanya Fani

"tau nih,stress ye lu" tambah Nanda

"Gak kok gapapa,lu pada pesen duluan aja,ntar gue nyusul" Jawabku singkat sambil berpura-pura pergi ke toilet.Baru aku beranjak dari tempat duduk....AHHHHH!!!!

Dia langsung keluar dari ruang dapur untuk membawakan makanan ke meja kami.Sontak aku mengurungkan niat beranjak dari tempat dan kembali duduk.Tak sepatah kata pun bisa kukeluarkan meskipun didalam hati.Sampai dimeja kami...tanpa menunggu,Si pelayan melemparkan senyuman indahnya kembali.Itulah yang kucari...rasanya sudah sangat kenyang meskipun aku belum makan samasekali.

"Tak perlu ada ksatria gagah pembawa pedang...cukup pelayan tampan pembawa nampan sudah cukup"

Terlihat Fani dan Nanda lahap menyantap makanan pesanan mereka...Aku sampai lupa untuk makan hingga kedua temanku itu mengingatkan aku untuk makan.Aku pun mengikuti teman-temanku untuk santap siang bersama.Tapi aku sangat pasif karena selalu memikirkan si dia.Saat itu aku teringat sesuatu....ah namanya!

Aku segera mendekati kasir untuk membayar makanan yang kami pesan,kebetulan ia berdiri disaming meja kasir...dan sedikit kutengok dia....aku melihat sebuah nama yang indah di name-tag yang ia kenakan....Erik

3.Hai Namaku Erik...Salam Kenal Ya!

Ahhh Erik...sebuah nama fenomenal yang membuatku melayang...Aku pun seakan berada di sebuah istana megah dengan seorang pangeran gagah berdiri dihadapanku.Ia memang tak tampan.Sungguh berlebihan rasaku ini.Karena aku masih merasa penasaran,akhirnya aku mencoba mencari profil nya di jejaring sosial...Kumulai dari Twitter....lalu Myspace...lalu Line...lanjut dengan Messanger lainnya...hingga....kuotaku habis....aku tak menemukan akun miliknya.

Tapi tunggu!Rasanya aku melewatkan satu jejaring sosial?ahh Facebook nya!Benar aku melewatkan Facebook Erik.Aku pun meminjam handphone temanku Fani untuk mencari akun Facebook Erik karena aku kehabisan baterai pada Handphone-ku.Dan.....yesss!!!Aku menemukannya!Wajahnya langsung muncul ketika aku menuliskan namanya beserta nama restoran tempat Ia berkarir.Tanpa buang waktu lagi,aku menambahkannya sebagai teman di akun facebook ku sendiri begitu sampai dirumah.

Jantung ini berdebar lebih dari mendengar sambaran petir ketika Erik menkonfirmasi pertemanan di jejaring sosial itu.Aku mengirimkan pesan pribadi untuk menyapanya.Ternyata Ia sedikit sombong padaku dijejaring sosial.Pesanku dibalas setiap 1-2 jam sekali.Beberapa hari kemudian,berbekal rasa penasaran,aku pun masih berkunjung ke restoran tempat Ia bekerja.Kamu tahu apa yang terjadi?Ia menyambutku dengan ramah begitu aku masuk ke restoran itu.

"Selamat datang di Haidesh Restaurant" .....ahh inikah surga?bertemu dengannya seakan....Oh Tuhan tak dapat kuungkap kesenanganku ini.

Seperti biasa aku langsung memesan makanan dan Erik membawakannya ke meja.Persepsiku langsung hilang.Mungkin karena kesibukannya Ia tak banyak bicara denganku di jejaring sosial kemarin.Kulihat Ia hampir tak pernah diam jika sedang bekerja.Restoran itu memang ramai setiap hari nya.Namun Ia selalu menyempatkan diri untuk mengumbar senyumannya kepadaku.

Suatu sore yang panas,aku duduk dikabin rumah untuk melepas lelah dibadanku yang baru tiba dari sekolah.Hari ini ak tak sempat berkunjung ke restoran tempat Erik bekerja.Baru duduk seberapa detik,Handphoneku bergetar.....HAH!!!Mataku terbelalak!

"Hai Sheila,lagi ngapain?"...........Kubaca namanya perlahan.....E...R...I....K......ERIK!!!Tak buang waktu aku membalas chat tersebut dengan ramah pula.

"Hai rik,aku baru pulang sekolah aja nih?kamu sendiri? tanyaku

"Ah lagi duduk aja...oh iya aku dari kemarin lupa kenalin diri ya?"

"ohh hahaha iy gapapa kan itu kelihatan nama kamu siapa"

"tetap aja gak enak...oke kenalin nih,namaku Erik Ibanez aku dari kota Fresco"

"hahaha nama kamu bagus...namaku Sheila...lengkapnya Marcella Valen"

"ohh iya-iya..ngomong-ngomong aku lagi kerja nih,aku cuma mau nyapa kamu aja,jadi ku lanjut kerja dulu ya byee"

Itu hanya percakapan yang sungguh singkat...tapi bagiku,rasa lelah dibadan seharian terasa hilang setelah aku membaca pesan singkat yang Ia kirimkan.Erik Ibanez....senang bertemu denganmu!

4.Neol-Saranghae
Hari-hari selanjutnya kulewati dengan semangat.Tubuhku terasa ringan dan ingin terbang...ahhh terbang bersamanya tinggi dilangit.Sejak aku dekat dengannya,aku sangat sering bertandang ke tempatnya bekerja.Setelah itu aku juga mengobrol dan bertukar cerita dengannya sembari makan siang,Teman-teman Erik juga sering melihat pemandangan itu direstoran tempat mereka bekerja.Mereka terlihat memuji Erik yang mendekatiku.

(Erik sedang apa ya?)

Rasanya pikiranku ini tak bisa jauh darinya.Aku selalu membayangkan senyumannya...tingkahnya...ahh segala tentangnya selalu terlintas dibenakku.Saat aku belajar dan mengerjakan PR,aku sulit berkonsentrasi.

Tanpa terasa musim panas akhirnya tiba...Saat yang menyenangkan untuk menikmati waktu senggang bersama teman-teman.Aku mengajak dua teman karibku Fani dan Nanda serta satu orang lagi teman baikku yang sangat mengidolakan pegulat bernama Jeff Hardy (seorang lelaki) untuk kesebuah tempat.Ya!Apalagi kalau bukan restoran tempat Erik bekerja hehehehe...Dengan mengumpulan keberanian dan rasa nekat,aku menceritakan kedekatanku dengan ketiga temanku ini.

Fani dan Nanda terlihat terkejut sekali mendengar ceritaku.Mereka tak menyangkan aku bisa dekat dengan Erik.Sedangkan temanku satu lagi yang seorang lelaki,hanya santai sambil melahap habis semua makanan yang diatas meja.Huh dasar rakus!

(dari kiri ke kanan:Fani,Aku,Nanda dan Temanku yang mengidolakan Jeff Hardy)

Sambil mendengarkan ketiga temanku yang sedang asyik mengobrol,aku melirik kembali ke arah dapur.Erik sedang mengobrol dengan temannya.Aku memandanginya...hingga teman Erik yang sedang mengobrol dengannya mencolek pundak Erik dan menunjuk ke arahku untuk memberitahunya bahwa aku sedang memperhatikan dia.Erik membalasnya dengan senyuman khas nya sambil melambaikan tangannya kearahku.

Aku tak sanggup menahan rasaku sendiri...hingga akhirnya aku membuat kesimpulan...Aku Mencintai Dia <3

5.First Date?!
(Selalu menyiapkan dengan cara terbaik untukku)

Sunggu hari yang panjang untukku.Aku menunggu Erik untuk membalas pesan singkatku lewat jejaring sosial.Namun.....ya ampun ini sudah seharian penuh.Sejak kubuka mataku dipagi hari,hingga mau kututup lagi untuk tidur malam harinya,Ia samasekali tak menjawabku.Aku sempat kesal mengingat sudah beberapa hari belakangan ini Ia tak menghubungiku seperti sebelumnya.

Kucoba untuk bersabar...lebih sabar lagi....jauh lebih sabar....bahkan berkali-kali lipat sabarku ini.Namun hingga jam berdentang di tengah malam,Ia tak juga menghubungiku.

"Ah sudahlah...dia hanya mempermainkanku!" gusarku dalam hati.

Langsung kuarahkan ibu jariku ke tombol "off" untuk mematikan Handphoneku...

"1 Message Receieved"

Astaga...haruskah kumenunggumu hingga lebih dari 20 jam?Akhirnya Ia mengirimkan sebuah pesan singkat.

"Sheila!!!Maaf ya dari kemarin aku gak sempat hubungi kamu,aku sibuk nih"

"hahahaha gapapa kok kamu sibuk ya?"

"iya sibuk banget capek...oh iya kamu besok hari malam ada waktu gk ?"

"hmm ada kok...kenapa? (aku senyum-senyum seakan tahu apa yang Ia maksudkan)

"Besok malam aku tunggu kamu ya di restoran La Fin seberang menara emas jam 7 malam....meja nomor 6,dandan yang cantik ya"

Setelah pembicaraan itu usai....aku mencubit pipiku dengan keras...

"ini pasti mimpi" itulah yang muncul dalam benakku...Erik mengajakku berkencan!

6.Kamu Cantik Sekali Malam Ini
(Kusiapkan Wajah dengan Make-Up)

Janji yang dibuat antara aku dan Erik adalah jam 7 malam.Namun sejak 2 jam sebelumnya aku sudah bersiap-siap.Sehabis mandi,ku tata wajahku dengan balutan make-up lembut serta hairspray dan lipstick agar rambut dan bibirku terlihat baik.Tak lupa juga aku mengenakan gaun putih panjang yang indah supaya aku bisa terlihat anggun dihari yang mengesankan ini.

(Gaun Putih yang istimewa untuk saat yang istimewa)

Gaun ini hanya kupakai pada saat tertentu saja.Tak disetiap pesta kukenakan.Namun karena ini adalah kencan special,makanya kupakai.Ah rasanya tak sabar untuk menunggu.Temanku yang sangat mengidolakan Jeff Hardy (Bisa klik link nya kalau mau tahu siapa namanya) lalu memanggilkan taksi dengan motor butut nya itu.

Sambil menunggu,Aku kembali memeriksa penampilanku.Bahkan sempat terpikirkan apa kata-kata yang harus kugunakan saat makan bersamanya?Bagaimana caranya aku berterima kasih padanya?Ahh semua itu membuatku bertambah gugup.Tak lama,Taksi pun datang siap untuk menghantarku ke restoran La Fin.

Pukul 6 sore aku berangkat dengan taksi berwarna biru muda yang khas.Perjalanan sedikit tersendat karena kemacetan kota metropolitan ini sungguh padat.Kesabaranku kembali diuji disini.Rasanya aku ingin cepat sampai di restoran itu.Kembali pula aku bergumam didalam hati...

"Kalau aku terlambat bagaimana ya?"

"apakah dandananku sudah oke?"

"apakah..ini....apakah...itu?".......Perasaan ini sungguh galau tak keruan.

Disaat sedang berdiam itu...."Nona,sudah sampai di La Fin" Ujar Supir taksi mengangetkanku

(Turun dari taksi aku disambut oleh penerima tamu...ah seperti tuan putri di dongeng saja...terima kasih)

Hah sudah sampai?Astaga aku pasti tak berkonsentrasi.Aku turun dari taksi dengan perlahan dibantu oleh penerima tamu direstoran itu.Rasanya benar-benar seperti tuan putri yang disambut diistana pangerannya.Penerima tamu itu menyambutku dengan ramah dan tanpa bertanya langsung menebak dengan tepat.

"Selamat Malam nona Sheila,meja anda sudah disediakan oleh saudara Erik,mari saya antar"

(Aku disini menunggumu...)

Nuansa dan iringan musik klasik membuat perasaan ini bagaikan disebuah istana. Namun aku harus menanti kedatangan Erik.Sambil menunggu sesekali aku melihat keluar...Handphoneku berbunyi..."Pasti ini Erik" gumamku senang....Akan tetapi persepsiku salah...ternyata itu adalah temanku yang mengidolakan Jeff Hardy itu...huh menganggu saja hahahahha.

Hampir setengah jam menunggu...Aku mulai bosan dengan hanya duduk dan berdiri.Para pemain musik langsung mencoba menghiburku dengan memainkan lagu instrumen dari Adera-Melewatkanmu dilanjutkan Glen Fredly-Akhir Cerita Cinta...dua lagu yang membuatku terenyuh.Tiba-tiba....suara langkah kaki terdengar...

"Selamat Malam nona Marcella Valen" suara yang khas ditelingaku.

"Selamat malam" aku membalas asal suara itu...dan Ahh akhirnya Erik datang!

(CATATAN DARI PENULIS:Senyum Boleh...tapi jangan keseringan...ntar kering tuh gigi #ups)

Kami langsung saling melempar senyum seperti biasa,namun kini dengan kesan yang berbeda.Setelah memesan makanan dan minuman,kami langsung saling memandang.Oh indahnya saat-saat seperti ini.Aku sangat yakin ini bukanlah mimpi.



(Saling berpandangan)

"Kamu cantik sekali hari ini"

Tanpa sadar,wajahku menjadi merah...malu setelah mendengarnya....Beberapa menit selanjutnya,pelayan membawakan pesanan kami ke meja,dan makan malam diiringi musik klasik yang romantis pun dimulai.

7.Jadi...Kamu Sudah.......?!
Percakapan kami yang biasanya hanya sebatas di chatting jejaring sosial,kini menjadi tatap muka secara langsung.Setelah selesai makan,aku membuka percakapan dengannya:

Aku: "Jadi Rik,kamu sebetulnya udah punya pacar belum?"

Erik: "uhmm....Emang tipe laki-laki yang kamu suka kayak gimana?"

Aku: "Aku gak punya tipe khusus,asalkan aku sudah suka tinggal jalanin aja"

Erik: "ohh,terus kalau dengan aku?"

Pertanyaan itu menyambar hatiku...bagaimana aku menjawabnya?Lalu aku terdiam beberapa saat menundukan wajahku darinya.Tiba-tiba saat aku sedang terdiam,dia menggandeng tanganku,dan mengajakku ke tengah restoran itu.Erik memberikan kode kepada pemain musik agar mengganti musik yang mereka mainkan...Ternyata musik berganti menjadi Waltz of the Moon.Kami pun berdansa bersama pasangan lainnya.Tapi aku merasa kami hanya berdua saja menikmati saat-saat indah seperti ini.

Tak lama berdansa,kami memutuskan untuk kembali duduk ditempat kami yang baru saja dirapikan oleh pelayan restoran.Aku hanya mampu menundukan wajahku karena malu bercampur senang.

(Ia menggenggam hangat tanganku)

Hingga aku angkat kembali wajahku dan menghela nafas panjang untuk menjawab pertanyaan yang tadi Ia tanyakan padaku.Namun sebelum aku bicara Ia sudah mulai duluan,Ia menggenggam tanganku dengan hangat:

Erik: "Sheila,aku mau jujur,aku suka sama kamu,lebih jujur daripada aku berbohong"

Aku: "Hmm..(senyum) kamu bercanda ya?"

Erik: "kok gitu?"

Aku: "hahahahha....yasudah,mungkin inilah saatnya aku juga harus jujur sama kamu,Aku juga...
           suka sama kamu...

Lalu setelah mengatakan demikian...baik aku maupun Erik tak ada yang bicara sepatah kata pun.Aku hanya tersenyum...rasanya semua yang kupendam selama ini tersampaikan...namun yang membuatku heran,wajah Erik mendadak berubah menjadi seperti orang yang sedang cemas.Apakah ada sesuatu yang ingin ia sampaikan padaku?

Hening.......diam....dan detak jantung yang berdetak kencang....Erik mulai bicara lagi

Erik: "Kita bisa melakukan semua ini...tapi hanya dari belakang"

Aku: "maksud kamu?"

Erik: "iya kita....uhmm...."

Aku: "iya kita kenapa? (sambil meminum minuman yang ada didepanku)"

Erik: "uhmm...Sheila maaf,aku....aku sudah menikah"

(Sheila tersedak minuman saat mendengar pengakuan dari Erik)

Aku: *pyur...Uhuk,uhuk,uhuk...jadi ka...mu....uhuk..uhuk...

Erik: "Kamu gapapa?

Aku: "Jadi kamu udah nikah?" (Perlahan air mataku mulai meleler keluar)

Erik: "iya...maaf,tapi kita tetap bisa jalanin dari belakang (backstreet) kan?

Aku tersedak minuman sambil seakan tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar.Seluruh beban dunia ini seakan menekan kepalaku.Aku sungguh tak percaya...Erik,mengapa kamu tak mengatakan sejak awal?

Kami saling diam seribu bahasa...helaan nafasku sesekali terdengar memecah keheningan.Air mataku juga tak terbendung.Dinginnya AC bagaikan menusuk tulang hingga ke akarnya.Ia mulai berkata lagi..

Erik: "Sheila,please dengerin aku....kita ini saling suka kan...maafin aku....aku cuma pengen kamu                dewasa dan mengerti situasi aku dan kamu yang berbeda...aku lebih jujur sekarang daripada              menyesal nanti"

Aku: "Rik,aku juga suka sama kamu...aku gak mandang kamu itu pelayan atau apa...tapi kamu milik            orang lain..."

Erik: "Aku bahagia bisa disayang sama kamu...makanya kita akan bahagia bersama"

Aku: "Gak bisa dengan cara itu Rik...kebahagian itu tidak berpihak padaku...kita gak bisa bahagia                bersama..kamu sudah beristri,kamu harus jaga istri kamu.Cinta kamu cuma utk dia seorang"

Aku pun langsung bergegas mengambil tas tanganku dan keluar dari restoran itu....tanpa pamit atau lainnya.Aku tak memperdulikan orang sekitar yang melihat kejadian itu.Erik tidak mengikutiku....Dia membiarkan aku pergi...

8.He's Not Yours

Pulang kerumah...aku menangis pelan...Kulihat semua orang rumah sudah tertidur lelap.Perlahan kumasuki ruang kamarku.Tanpa berganti baju atau menghapus make-up diwajahku....aku terlelap.

"Dia Bukan untukmu!"

Didalam mimpiku,terdengar suara...muncul seorang lelaki...tubuhnya pendek kurus dan tampak tak terurus...wajahnya tak terlihat tertutup rambutnya yang panjang.Hanya mata sebelah kiri yang terlihat sedikit.Hah..sepertinya aku kenal siapa dia....namun ragu apakah aku mengenalnya....

Aku: "Kamu bicara padaku?"

Dia :   ..................................

Aku: "Kenapa kamu diam?"

Dia : ...................................

Aku: "Hmmm...kamu mendengarku?"

Tiba-tiba orang itu menghilang...tapi kembali terdengar....

"Dia Bukan Untukmu"

Seketika aku terbangun oleh colekan keras mamaku...."Eh bangun,sekolah kan?" ASTAGA!!!
Aku lekas berlari menuju kamar mandi...Tapi kenapa aku sulit berlari...Astaga...aku belum berganti pakaian sejak semalam.Aku masih mengenakan gaun yang kupakai.Acak-acakan dan make-up ku pun luntur sana-sini.Terlintas apa yang telah terjadi semalam....Kuusir bayang-bayang itu dan langsung mempersiapkan diri untuk sekolah.

Aku hanya termenung disekolah.Sampai-sampai guru kelasku menegur keras.Fani dan Nanda juga merasa heran kenapa aku terus seperti itu hingga selang beberapa hari.Huftt...aku langsung merasa menjadi orang yang paling sial didunia ini...Ada rasa rindu,namun rasa kecewa ini tak mampu terbendung...air mata pun kembali menetes....Aku menangis tersedu-sedu mengiringi hujan diluar yang sedang deras mengguyur jalan.

9.Don't Cry for him
"Beteeeeeeee" teriakku dari dalam kamar...

Tak ada yang menanggapi teriakanku...Oh iya,rumah sedang sepi.Semua sedang keluar...aku hanya sendirian dirumah.Kesepian...aku rindu dengan...ah tidak...tidak.

Tanganku gatal ingin melihat apa yang terjadi di jejaring sosial...Tapi bagaimana kalau ada Erik?ahhh...sungguh bosan....Jadi inikah hidupku?

"Aku sudah tak tahan...rindu dengannya" pikirku

Kuraih Handphoneku dan terlihat percakapan terakhir dengan Erik...kembali teringat 3 hari lalu.Aku merasa senang dan menanti hari dimana aku dan dia bisa bertemu...setelah menunggu berhari-hari...hanya kekecewaan yang kutelan dalam diri ini.Kupenjamkan mata...kupijat tombol enter...

"hei...kamu dimana?3 hari udah kita gk ketemu lagi sejak minggu malam....dan seteerusnya....Kupandangi terus layar handphoneku...

5 menit berlalu.....Mungkin dia sibuk
30 menit berlalu...Kemana ya dia?
1 Jam berlalu........Ah,,,,bosan menunggunya,tapi nanti sebentar lagi juga dibalas...
2 Jam...3,4,5...10...15...20 jam......Hah?sudah seminggu?

Jadi...sejak saat itu,Ia tak pernah menghubungiku lagi...meskipun kesal aku tetap saja merindukannya.Hingga suatu malam dimana....

"Sheila!!!" Suara gadis muda mengagetkanku...ouhh itu pasti Vani.Aku langsung keluar dan mendapati mereka membawa mobil untuk mengajakku keluar melepas kegalauan sesaat.Ah ini yang aku kubutuhkan!Aku berganti pakaian dan langsung pamit pada orang tuaku untuk ikut dengan dua teman akrabku itu.

Kami berhenti disebuah kedai jus untuk menyegarkan tenggorokan dengan jus buah segar.Aku dan teman-teman tak turun dari mobil karena kedai itu terlihat penuh dan sesak dengan pengunjug.Maklum lah...malam minggu...Baru ingin menyeruput Jus alpukat yang kubeli...."Battery Low Please Connect Your Recharger".....Menyebalkan!Baterai habis disaat seperti ini!

"Yah baterai gw habis lagi,ada yang punya recharger portable gak?" Kataku kesal

"Yah gak bawa Sheil" Pungkas Nanda

"Gw juga gak bawa lagi..emang lu mau ngapain?" tambah Fani

"Gw mau buka Facebook...tadi di-tag ama temen gw yang suka Jeff Hardy...biasa blog nyatuh aneh-aneh isinya" Jawabku sambil tertawa kecil

Lalu Nanda meminjamkan Handphone miliknya.Tanpa buang waktu aku membuka Facebook milikku...Login...password....Baru saja akun milikku terbuka,sebuah foto mengejutkan terpampang di beranda Facebook-ku itu....

(Erik Ibanez Mengubah Status Hubungannya Menjadi MENIKAH dengan Rani Nero Ibanez)

Aku lemas tak berdaya,,,seakan tak percaya...Ia tak membalas pesan singkat yang aku kirimkan sejak seminggu lalu tapi Ia sanggup merubah foto profil dan status hubungannya...Saking lemasnya,aku hampir menjatuhkan gelas jus yang aku pegang ditangan kiriku.Tanpa sadar...aku menangis saat itu.

"Eh Lu kenapa?kok nangis?" Tanya Fani

"Oh gapapa kok,ini jus nya pedas  (sambil menyeka air mataku segera)"

"Dih ngaco lo jus kok pedas" Ujar Nanda kebingungan

"Eh maksud gw,ini mata gw pedas kelilipan kena debu kali ya" Jawabku terbata-bata

(Teganya kamu...)

Sekitar setengah jam aku terus memandangi foto itu...aku hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi.Kedua temanku tak mengetahui apa yang kutangisi barusan.Setelah itu,mobil kembali berjalan pulang kerumah kami masing-masing.Sungguh...inikah malam minggu?

10.The Past Still The Past
(Hanya bisa...menangis)

Kukurung diriku sendirian didalam kamar...kututup semua pintu dan jendela...bahkan kumatikan Handphoneku...Aku kesal dan tak kuat menahannya...jadi selama ini apakah dia mempermainkan aku?apakah dia bicara soal cinta sebatas hanya dimulut saja?Tapi aku pun berbalik tanya terhadap diriku sendiri....

Iya sih...aku ini siapa?Memang nya aku bisa bersatu dengan dia?hmmm....galau....ku nyalakan MP3 ku dan kusambungkan ke telingaku...Aku ingin tenang sejenak...mencoba melepaskan diri dan bahkan melupakan apa yang terjadi padaku.

Lirik sendu dari musik yang kupasang...ahh membuat sunyi suasana hati yang panas...

"Kini harus aku lewati....Sepi hariku tanpa dirimu lagi"
"Biarkan kini ku berdiri melawan waktu tuk melupakanmu"

Hah dimana aku?....aku menemukan diriku disebuah tempat yang tak kukenal....Tempatnya sangat sunyi dan gelap...Seketika semua menjadi terang ketika seorang muncul diterangi sinar lampu 5 watt...aduh siapa sih orang ini...wajahnya masih tak terlihat tertutup rambutnya yang panjang.

(Rasanya aku mengenalnya)

Aku: "Lu yang kemarin kan?Siapa sih Lo?Ini dimana?"

Dia :  .............(melirik ke arahku)

Aku:  "Ih ditanya kok gak jawab"

Dia :  .............

Aku:  Ih cuek banget sih...gak peka...

Akhirnya Ia mulai bicara....

Dia : "Siapa Aku?Aku adalah malaikat pencabut nyawa!Aku disini untuk menjemputmu!

Aku: "HAHHHHH GA MUNGKIN!!!Gw belum mati!!!

Dia : "Lalu apakah kamu pikir ini duniamu?"Ini alam baka!

Aku: "TIDAKKK!!!!

Tiba-tiba orang itu mendekatiku sambil menepuk pundakku dan...

Dia: ..........HAHAHAHAHAHAHA Sheila..kamu ini gampang banget dikerjain ya!

Aku: "Hah?jadi kamu cuma bercanda kan?"

Dia : Iyalah,mana mungkin aku setega itu...tapi disini aku punya nasihat untuk kamu

Aku menyeka rambutnya supaya aku bisa melihat wajahnya...dan ternyata benar dugaanku.Ia adalah temanku yang mengidolakan Jeff! 

Aku: "Dasar kamu ini,lebay kayak biasa!"

Dia:  "Hahahahaha maaf-maaf...jadi kamu mau dengerin aku atau tidak?"

Aku: "Iya aku dengerin kamu selalu kok"

Dia:

"Mencintai milik orang lain dengan alasan apapun...APAPUN itu...tetap saja tak bisa dibenarkan.Memang benar tak ada ada yang salah dalam mencintai.Apalagi jika si dia juga mencintai anda.Ia telah menyambung tali cinta dengan yang lain.Yang seharusnya dia mencintai miliknya sendiri,tapi dia malah mencintai anda juga?

Bukannya tidak mungkin suatu hari nanti di malah melirik orang lain bukan?Ini berarti Ia bukan orang yang setia.Justru kamu harusnya senang bila mendekati seseorang yang sudah punya namun dia tak membalas cinta anda.Itu berarti,Ia orang yang setia dengan pasangannya.

Lain hal lagi jika anda hanya sebatas kesenangan untuk dia.Kamu berharap mendapatkan perhatian dari dia.Ketahuilah,seorang nahkoda tak akan mampu menjalankan dua kapal sekaligus dalam waktu bersamaan.

Selanjutnya pikirkan apa yang orang sekitar pikirkan tentang kamu nantinya.Teman-temannya pasti tahu apa yang kamu lakukan.Akan lebih baik jika kamu meninggalkan dia...Jika kamu menyayangi dia,tinggalkan dia...doakan dia supaya dia menjadi orang yang baik...ku tahu kamu pasti akan berat untuk melepaskannya...namun pikirkanlah semua ini dengan hati nurani-mu bukan dengan ego

Percayalah...kamu adalah wanita baik yang diciptakan Tuhan...Tuhan telah menjamin bahwa kamu akan mendapatkan yang terbaik...Tuhan mencipta diluar akal pikiran manusia!Jangan menangis lagi untuknya...simpanlah air matamu untuk saat yang membahagiakan dirimu...Air matamu nanti akan menjadi yan terakhir untuknya....Be strong and Keep Safe!

Seketika setelah Ia selesai bicara aku pun terbangun....dan benar...aku kembali menitikan air mata.Aku bingung apa yang harus aku lakukan....Namun...aku adalah orang yang kuat dan sabar.Aku harus tabah!

11.No More Tears
Aku merasa jauh lebih lega....seakan aku hidup kembali.Aku pun mencoba untuk melepaskan diri dari Erik secara perlahan.Hari itu,matahari bersinar cerah menyilaukan pandangan...seakan menjadi refleksi diriku saat ini.Aku kembali bersinar bagi hidupku!

"Eh laper nih,makan siang yuk" Tanya Nanda

"Ayo dimana?" Jawab Fani

"Coba di restoran La Fuerte Persona Yuk! Timpalku

"Lah biasanya lu ajakin ke....(langsung kututup mulut Fani dengan tanganku)

"Yuk La Fuerte aja" Kataku sambil menarik tangan kedua kawanku itu...mereka tampak bingung

Sampai direstoran La Fuerte Persona,kami pun langsung berfoto bersama,dan meng-upload nya di Facebook...dengan judul:

(Foto Baru Berhasil diunggah)
(Tetap Kuat dan Semangat!!!Jangan Lupa senyum! Tagged with-Fani and Nanda @Restoran La Fuerte Persona)

Aku adalah orang yang kuat dan tabah...semua yang aku alami,akan membuatku berdiri lebih kokoh!

TAMAT!

Welcome back to X-E Blog!
Wahhhh cerita yang sungguh panjang!Ini adalah rekor menulis blog paling lama sepanjang sejarah X-E per tahun 2015.Cerita ini gw ambil dari kisah nyata seorang teman yang galau berat.Gw harap dengan cerpen ini,Ia bisa kembali cheer up!Oh iya untuk menghargai privasi dan keamanan identitas para tokoh,gw menyamarkan nama-nama tokoh yang ada didalam kisah diatas!

So thanks for Visit,and Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!

Cast:
1.Marcella Valen/Sheila: Seohyun (SNSD)
2.Erik Ibanez: Jung Yong Hwa (CN BLUE)
3.Fani: Tiffany (SNSD)
4.Nanda: Kim Taeyeon (SNSD)
5.Rani Nero Ibanez: Park Shin Hye
6.Kristoforus Pratama: Jeff Hardy

Special Thanks to:
1.Someone
2.Mario Teguh Golden Ways

Selasa, 14 Juli 2015

Cinta Buta Pembawa Petaka

Sayup angin terdengar dari AC yang baru dihidupkan petugas kebersihan kelas ku pagi itu...

"Terima kasih mas!" kuucapkan pada si petugas yang disambut anggukan ramah.

Pagi itu langit mendung menghiasi kota Jakarta.Kampusku masih cukup sepi karena masih pagi,dan baru selesai libur semester...."Hmmm...masih pada males nih kyk nya abis liburan" sahutku dalam hati.

Beberapa menit berlalu,satu per satu teman-teman sekelas mulai berdatangan hingga akhirnya dosen pun memasuki ruang kelas.Aku dan teman-teman mempersiapkan diri untuk mengikuti kelas pagi itu.Seperti biasanya,pada awal pertemuan semester baru,akan ada perkenalan baik dari dosen maupun oleh mahasiswa.

Ketika usai perkenalan,pelajaran pun dimulai.Namun baru beberapa saat kelas dimulai,sekonyong konyong seseorang mengetuk pintu.Dosen mempersilahkan masuk kepada si pengetuk.Aku pun penasaran,siapa yang bisa terlambat masuk hingga lebih dari setengah jam di hari pertama semester baru seperti ini?

"Maaf bu,saya terlambat" Ujar si pengetuk pintu yang ternyata seorang wanita muda yang bisa dibilang sangat cantik.

"Ya,silahkan duduk,tidak masalah kok,hari ini baru perkenalan saja" jawab dosen

Kulihat semua mata (lelaki) dikelas tertuju pada si wanita tadi.Ia memilih duduk di paling belakang padahal masih tersedia banyak bangku kosong di bagian depan dan tengah.Jika diperhatikan,Wanita ini sangat menawan dipandangan mata.Rambut panjang sepunggung dengan sedikit ombak dan dicat pirang bercampur hitam,dandanan modis,sepatu high heels sedang,tas tangan elegan serta aroma parfum yang lembut dan tak menusuk hidung.Dari sisi fisik,bisa dilihat tingginya kutaksir sekitar 160 cm.Cukup ideal...

Namun Ia sangat pendiam...hampir tak pernah kudengar suara dari mulutnya.Ketika ditanya dosen pun,Ia tidak membuka mulutnya.Hanya nyengir saja...huh agak sombong sepertinya...

(Ilustrasi)

Suatu kali saat istirahat,aku pun akhirnya mencoba menyapa si wanita....Kubuka dengan senyuman khas ku.

"Hai kak,aku *(menyebut namaku),nama kakak siapa?" tanyaku.

"Halo juga,namaku Lina kamu semester 3 ya?" Jawabnya.

"Iy kak saya semester 3...memang kakak semester berapa?" tanyaku lagi.

"Aku semester 7,aku kakak kelas kamu" jawabnya.

Kamipun mengobrol pendek soal kehidupan pribadi kami masing-masing.Tapi satu hal yang membuatku jengkel adalah,sekalipun sedang mengobrol,Lina tetap sibuk melirik telepon genggam mewah miliknya.

"eh,aku izin pulang ya,mau jalan sama cowok aku nih,kalo ada tugas kasih tahu ya dek" pungkas Lina sambil beranjak berdiri

"Loh,kan masih 2 sks lagi kak,tanggung kali.Kenapa gak nanti aja?" jawabku

"Gak bisa nih,buru-buru"

Sebelum meninggalkan kelas,Lina memberikan nomor kontaknya mulai dari Pin BB,WA hingga Facebook miliknya.First impression,ternyata Lina tak seburuk yang aku dan teman-teman kira.Ternyata Lina tidak sombong.Namun mungkin Ia merasa canggung bersama adik kelas.Ia baru mengambil mata kuliah yang kami ikuti ini disemester akhir karena Ia tak sempat mengambil disemester sebelumnya akibat satu dua hal.Kami pun menjadi akrab sejak itu.Ia pun bahkan memanggilku dengan kata "sayang".Oh menakjubkan,seorang wanita cantik seperti dia memanggilku dengan kata "sayang".Meskipun aku tak menginginkan dia untuk menjadi pacarku (aku sudah memiliki orang yang aku sukai dikelas saat itu,disamping Lina sendiri sudah memiliki pacar).

Namun tetap saja...Lina terkesan pendiam dimata teman teman sekelasku.Hanya sesekali saja Ia berbicara,itupun hanya seperlunya.Samasekali tak tercermin keinginannya untuk bergaul dengan teman-teman lain dikelas.Ini menyulitkan terutama saat kerja kelompok....Lina hanya sibuk memainkan Handphone nya.

Aku pun menanyainya langsung...ternyata ia tak bisa lepas dari sang kekasih.Pembicaraan kami pun selalu berujung ke cerita tentang hubungan Lina dengan sang pacar yang usianya lebih muda.

"Dia umur nya sama kayak kamu,tapi dia pintar kok makanya aku mau jalan sama dia" tukas Lina kepadaku

Aku pun tak mempermasalahkan tentang hubungan Lina dan pacarnya tersebut.Meskipun aku sedikit bingung dengan penampilan pacarnya yang aku lihat lewat foto di HP Lina.Wajahnya terlihat keras dan galak serta dominan.Tapi aku tak mau berburuk sangka karena aku tak pernah bertemu dengan pacarnya.Prinsip "Don`t judge the book by it`s cover" pun aku gunakan.Siapa tahu,wajahnya saja yang galak,tapi hati nya baik.who knows?

Hingga suatu hari,ketika aku masuk kelas,aku mendapati Lina menangis di pojok kelas.Aku pun langsung menghampiri dirinya.Ternyata Lina sedang bertengkar dengan kekasihnya dan minta putus!

"Astaga,kegilaan macam apa ini?" pikirku dalam benak

Kulihat Lina mencoba menghubungi kekasihnya dan berbicara panjang lebar.Ia lalu berlari kecil ke arah toilet sambil menyeka air matanya tanpa melirik aku yang dilewatinya.Sekembalinya dari toilet,Ia meceritakan bahwa Ia sangat mencintai kekasih "berondong" nya itu.Bisa ku simpulkan,Lina lebih baik mati daripada harus berpisah dengan si "berondong".Oh,jadi ini yang namanya CINTA BUTA.

Dari sinilah,sesuatu yang merubah hidup Lina terjadi....pelan tapi pasti


Keesokan harinya,Kulihat Lina sudah kembali segar.Tanpa kutanyai,Ia langsung bercerita bahwa dirinya dan sang kekasih sudah kembali baik.Ia pun berkomitmen untuk tetap setia menemani pacarnya kapanpun.Namun dari sini,aku melihat banyak gelagat aneh dari Lina.Ia mulai sering izin tidak masuk atau pulang lebih awal.Untungnya dosen berbaik hati untuk tetap mengisi namanya di daftar absensi kelas.Lina tak pernah bercerita kemana kepergiannya kepadaku.Aku pun tidak ingin terlalu dalam ikut campur urusan orang lain.

Tanpa terasa...kami sudah mengakhiri semester ini.Ujian pun tiba.Namun hingga hari terakhir ujian,aku tak melihat Lina samasekali di kampus.BBM ku tidak dibalas olehnya bahkan HP nya tidak aktif lagi seperti sebelumnya dimana ia sering update status atau sekadar ganti foto di BBM.Kukira dia sakit atau ada urusan penting jadi harus ikut ujian susulan 2 minggu berikutnya...itu yang ada dalam benakku saat itu.

(hah?kamu?)

Aku pun melanjutkan hari hari kuliah yang membosankan ini.Tanpa terasa sudah setahun berlalu.Aku pun iseng melepas kejenuhan dikelas dengan membuka Facebook ku.Aku langsung melihat foto seorang wanita cantik yang tentu sudah tak asing bagiku.
Lina masih tampak cantik bahkan lebih cantik.Begitu kutanya soal kuliah,dia mengaku masih kuliah tapi sedang magang disebuah perusahaan swasta.Soal asmaranya,Ia masih menjalin kasih dengan pacar "berondongnya".Oh ternyata begitu baiklah.Aku berharap Lina bisa sukses menyelesaikan kuliahnya dan bisa melanjutkan hubungannya dengan sang pacar ke jenjang selanjutnya.

*6 Bulan kemudian......
Persepsiku tentu baik...Lina akan menyelesaikan studi nya dan bekerja.Namun ternyata semua persepsi ku tentang dia salah besar ketika aku berjalan melewati pasar ketika akan hendak pulang kerumah.

Dari kejauhan,aku melihat seorang wanita muda yang sedang hamil dengan rambut panjang sepunggung dengan sedikit ombak dan dicat pirang bercampur hitam,dandanan modis.Dari sisi fisik,bisa dilihat tingginya kutaksir sekitar 160 cm.Cukup ideal...Tapi tunggu!Kenapa ciri nya mirip dengan Lina?akhirnya kucoba untuk mendekati wanita itu dan.....ASTAGA!Itu Lina!Dan....perutnya?!

(hamil!?)

Aku tak sempat menghampirinya karena ramainya jalanan untuk diseberangi sedangkan Ia pun langsung bergegas dengan becak.Aku masih sempat bertanya tanya...secepat itukah Ia menikah?bagaimana dengan kuliahnya?seingatku,dia belum lulus?
Rasa penasaran kian memuncak.Ku-raih Handphone putihku dan langsung ku hubungi dia.Namun aku tak ingin langsung to the point,aku ingin memancingnya agar Ia mengakuinya sendiri.

"Halo kak Lina!"

"Hai juga!Tumben nih say"

"Hahahahaha iya kak,kakak apa kabar?

"Baik nih hahaha"

"Kak aku mau nanya sesuatu nih,tapi janji ya jangan marah"

"Ah kamu kayak baru kenal aku aja,kenapa dek?"

"Dari kemarin pasang status Facebook sedih terus kak?ada apa?"

"oh iya aku lg sedih aja"

"Sedih kenapa kak?semangat dong kan sudah mau lulus kuliah"

"Aku dah gak kuliah dek...please jangan kasih tahu teman-teman"

"karena apa kakak berhenti?"

"hmmm....Aku hamil say"

Jantungku seakan berhenti berdetak....Wanita yang aku lihat dipasar memang benar Lina.Aku langsung kaget mendengar ceritanya.Ternyata,Lina telah setahun berhenti kuliah karena terus menerus menuruti kata-kata pacarnya yang seringkali mengajak nya pergi disaat jam kuliah.
Ternyata pula,Ia hanya dipermainkan.Sambil menangis,Lina mengaku bahwa Ia sudah mencoba menuruti apa yang dinginkan kekasih "berondong" nya itu.Bahkan,Lina sampai hamil tua saat ini.Yang paling menyedihkan adalah,Kekasihnya tersebut tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilan dirinya dan memilih lari dari tanggung jawab.Hingga saat kutanya lagi,sang kekasih tidak diketahui dimana rimbanya.

Lebih parahnya,Ia tak mendapatkan support dari keluarga.Meskipun begitu,baik Lina maupun orang tua nya,sepakat tidak akan menggugurkan kandungannya yang semakin hari semakin besar itu.Lina tidak tega untuk menggugurkan bayi nya.Sebagai Ibu yang baik,Ia akan melahirkan dan merawat anak nya.
Lina meminta doa dan dukungan moril bagi dirinya dari aku.Sebelum menutup pembicaraan sore itu,Lina mengakatan sesuatu yang sangat aku ingat hingga hari ini:
"Kamu satu satunya sahabat yang paling baik buat aku...trims y dek udah jadi teman yang baik.Cuma kamu yang mau ngobrol sama aku."

"Aku gak mau gugurin bayi aku,jadi doain y supaya persalinan lancar"

Ia juga berpesan untuk tidak menceritakan hal ini pada sesama mahasiswa terutama mereka yang satu angkatan dengan Lina.Aku pun turut sedih dan prihatin dengan apa yang menimpa Lina.Akhirnya aku pun pamit untuk menutup pembicaraan telepon tersebut.
Oh Tuhan,mengapa bisa terjadi demikian? Doaku berdesih.....

(Oh Tuhan.ampunilah sahabatku itu ya Tuhan)

Hello guys,welcome back to X-E Blog!
Wah yang tadi itu apa sih bro?Pasti pertanyaan kalian kurang lebih sama.Jarang-jarang kan,X-E Blog menghadirkan cerpen untuk kalian?

Tapi sayang nya yang diatas tadi bukanlah cerpen,melainkan kisah nyata yang gw alami.Latar ceritanya memang sedikit berbeda dengan aslinya bertujuan utuk melindungi privasi orang yang bersangkutan didalamnya termasuk gw sendiri.Hal ini termasuk dengan penyamaran nama asli.

Satu hal yang ingin gw sampaikan untuk kalian semua lewat cerita tadi adalah,Love is Blind...But your heart Never be Blind!

Artinya,Cinta itu memang buta,tapi hatimu tidak akan pernah buta.Jangan pernah melakukan hal yang tidak ingin kamu lakukan dengan terpaksa hanya karena masalah cinta belaka yang akan kamu sesali nantinya.Jika kamu merasa terbebani dengan kemauan dan tingkah laku pasanganmu,selama janur kuning belum berkibar,masih ada waktu untuk menemukan yang lebih baik lagi!

Semoga cerita diatas bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua disini!
So Thank for Reading and Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!!!

N.B:Nama Lina bukanlah nama sebenarnya