Tampilkan postingan dengan label tiffany snsd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tiffany snsd. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2015

Inikah Takdirku? (Sheila Series Part 2)

Bacalah Cerita Kisah Nyata Dibawah Ini Dengan Seksama!
1.Day by Day/Hari Demi Hari
(Part 2)

Kubuka jendela kamarku yang langsung diramaikan dengan sinar matahari pagi.Ah...Indahnya matahari pagi ini.Sayang sekali hatiku tak secerah sang surya.Oh iya, masih ingatkah kalian denganku?Namaku Marchela Valen,umurku 16 hampir 17 tahun,dan tentunya kalian masih ingat bukan dengan kisahku sebelumnya?Kalau belum membacanya bisa di klik disini.

Padahal aku sudah berjanji pada diriku bahwa aku tak akan pernah bersedih lagi.Namun tetap saja...kesedihanku masih belum terobati.Kata-kata janji tak pernah bersedih rasanya hanya sebatas di mulut saja.Tapi didalam hati ini...hari demi hari...ahh tetap saja sama...sedih dan galau tak pernah terlepas dari diriku ini.

(Hai Masih Ingat Denganku?)

Hari itu hari malam minggu...hari yang menyenangkan bagi pasangan muda yang pastinya memanfaatkan waktu luang untuk menghibur diri bersama kekasih mereka masing-masing.Nampaknya,hal itu tidak berlaku untukku.

Aku berbaring diatas lantai dengan terkelungkup...berguling kesana kemari saking bosannya.Sekonyong-konyong...aku merasakan sesuatu masuk ke telingaku.Kulihat benda itu adalah handsfree..aku sampai tersentak saking kagetnya.

Oh ternyata...itu kakakku Dina.

"Eh nge galau mulu lo,masuk angin ntar dilantai mulu" pungkas Kak Dina

"Gue lagi bosen kak..." Aku menjawabnya sambil melepaskan handsfree yang ia masukan.

"Yah masih mikirin tuh pelayan resto?udah lah" Jawab Kak Dina

Belum sempat aku membalasnya,Ia sudah kembali bicara

(Mendengarkan musik berdua Kak Dina)

"Mending dengerin lagu bareng ama gw" Katanya sambil kembali memasukan handfree ke telingaku

Alunan musik membuatku sedikit tenang.Ah terima kasih Kak Dina,meskipun terkadang cerewet,tapi Ia ternyata menyayangi aku adiknya.Kulihat perlahan Ia tertidur...Aku bersandar padanya dan tanpa terasa aku mulai terlelap juga.

Hari demi hari...kulewati seperti ini...bosan dan sedih...namun kulewati dengan tabah.Alunan lagu "The Way You Look At Me" dari Christian Bautista membawaku tidur siang itu.

"Cause there's somethin in the way you look at me...it's as if my heart knows you're the missing piece...You make me believe that there's nothing in this world I can't be.............."

2.Siapa Kamu?
(Sherwin)


Bus melaju dengan cepatnya...asap knalpot membuat mata terasa gatal.Aku menyeka mata dengan tangan sembari terus berjalan mengejar angkutan umum yang siap mengantarku pulang hari itu.Melelahkan jika setiap hari harus begini....Kuseka keringatku yang bercucuran...meskipun akhirnya aku bisa pulang hari itu.

Kemacetan panjang kota metropolitan memang menjadi ciri khas tersendiri...humm...sabar...sabar...sabar...benaku berdengung...

Sampai dirumah,aku terduduk diteras rumah...angin berhembus pelan diteras itu...sejuk sekali.Mukaku kembali kutekuk setelah melihat setumpukan sampah dan debu yang cukup pekat dimeja teras dan juga kaca jendela...

(Bersih-bersih dulu ah)

Kuganti pakaian seragam dengan pakaian rumah.Lalu kuambil kain lap basah dan mulai membersihkn meja dan kursi teras yang cukup kotor.Tak lupa juga kuambil sapu untuk membersihkan sampah yang berserakan di teras itu.

Tidak lama kemudian...dari pintu rumah terdengar suara dua orang...sedang membuka pintu rumah.Aku melongok siapa yang datang.Ternyata kakakku Dina dan seorang pria muda yang asing bagiku.Dari wajahnya,kutaksir dia masih berusia sekitar 23 tahun tak berbeda jauh dengan kak Dina.Wajahnya cukup kalem dan pendiam.

(Kasar juga kata-katanya)

Kak Dina mempersilahkan pria itu masuk kerumah.Ia berjalan melewatiku.Aku tampak cuek saja karena memang aku tak mengenal dirinya.Lebih baik aku lanjutkan bersih-bersihku lalu mengerjakan tugas sekolah yang menumpuk.

Dari dalam rumah kudengar dengan cukup jelas:

"Itu siapa Din?Pembantu lo?Cantik ya" Tanya Pria itu

"Sembarangan lo hahahaha itu adik gue" Jawab Kak Dina dengan tawa kecil

"Ouh...maaf maaf" jawabnya dengan malu

Aku sedikit jengkel dibuatnya karena ia berkata seperti itu.Namun aku tetap cuek saja.Kulihat dia terus memperhatikan aku yang sedang menyapu lantai teras rumah.Sesekali Ia tersenyum jika aku menatapnya....Aku bersikap biasa...paling dia hanya seorang pria yang akan menyakitiku seperti si pelayan restoran itu...

Setengah jam berlalu...aku akhirnya selesai membersihkan teras depan.Hmmm lumayan bersih juga ternyata.Bersamaan dengan itu,Si Pria asing pamit pulang dengan kak Dina.Sambil berjalan menuju mobil mewahnya,Ia mengucapkan salam padaku.Kubalas dengan senyum tawar....Ia juga meninggalkan namanya untuk ku kuingat alias berkenalan...Namanya adalah...Sherwin.

3.Oh My God...
(Celaka...Kenapa harus kesana sih)

Beberapa hari setelah kejadian itu,kulihat kak Dina seringkali mendapatkan SMS dari entah siapa.Iseng-iseng kubuka Handphone milik kakakku itu.Dan kubaca...HAH!!!Ternyata Sherwin yang kemarin itu...dia menanyakan tentang diriku, mulai dari nomor handphone,pin BB dan lainnya.

Untungnya Kak Dina menolak memberi tahu semua itu.Memang lebih baik jika aku yang memberinya langsung.Dia mengajakku untuk menemaninya makan malam.Ketika membaca lebih lanjut,tiba-tiba Kak Dina masuk ke kamar.Aku kaget setengah mati...

"Loh tumben lo ke kamar gue?ngapain?" Tanya Kak Dina bingung

"Hmmm...gk kok...cuma...mau pinjem parfum" Kataku terbata-bata dibarengi senyum memelas

"Eh temen gw yang kemarin ngajakin lu tuh makan malem bareng,mau gak?"

"Ihh gak mau ah kalo cuma berdua doang...ama kakak yuk"

"Lah lo yang diajak kok gue ikut-ikutan"

Akhirnya setelah dibujuk kakakku pun bersedia menemaniku.Kak Dina langsung menelepon Sherwin dan terdengar Ia memang cukup senang mendengar aku bersedia untuk makan malam...tapi dengan kakakku juga.

Pukul 8 Malam...cuaca berangin...Sebuah mobil sedan hitam membunyikan klakson didepan rumah kami.Aku dan Kak Dina langsung menghampiri mobil itu.Sherwin mengenakan pakaian yang rapi seperti ingin pergi ke pesta dansa.Namun kami hanya berpakaian biasa.Sherwin terlihat agak kecewa setelah mengetahui bahwa Kak Dina juga ikut pergi bersama kami.Namun Ia tak bisa menolak,dan kami pun berangkat.

Sepanjang perjalanan,aku hanya diam duduk disebelahnya.Sesekali kak Dina berbicara hal yang tidak ada hubungannya dengan diriku seperti bagaimana karir Sherwin dan kehidupannya setelah lulus sekolah.Ditengah pembicaraan itu:

"win,jadi kita mau kemana nih?" Tanya kak Dina

"Kita ke restoran Haidesh ya" Jawabnya

"HAHHH HAIDESH??!!" Jawabku secara refleks dan memecahkan keheningan.

Sherwin dan kak Dina terkejut amat sangat melihat reaksiku.Restoran yang memiliki cerita masa lalu yang panjang denganku....Ini artinya....aku kan bertemu dengan Erik lagi...Kakakku langsung menyadari kekagetanku.Sedangkan Sherwin malah terbingung bingung melihat mengapa aku begitu terkejut ketika mendengar nama restoran mewah itu.Ahh sudahlah...

Diriku masuk ke restoran Haidesh dengan wajah yang suntuk.Masih teringat apa yang terjadi beberapa waktu lalu.Baru saja selesai memesan makanan,Erik tiba-tiba keluar dari dapur.Astaga!Ia langsung melihatku.Aku mencoba membuang muka....masih teringat betapa sakitnya Ia menyakitiku dulu.

"Kayaknya baju didepan tadi bagus tuh gue pengen beli ah...lu berdua aja yang makan"

Kak Dina tiba-tiba pamit untuk membeli baju...meninggalkan aku berdua dengan Sherwin.Aku pun bertambah canggung karena hal itu.Saat kak Dina "menghilang" dari pandangan,Sherwin membuka pembicaraan kami untuk pertama kalinya.

"Hai Sheil,kamu kok daritadi diam aja sih?" Tanya nya dengan ramah

"Ouh gak apa-apa kok,cuma lagi capek aja" jawabku kalem

Pembicaraan kami pun terus berlanjut hingga makanan pesanan kami datang.Kami terus berbincang kecil dan aku hanya bersikap pasif.Selesai makan,Sherwin memintaku untuk foto bersama.Awalnya aku sedikit menolak,namun timbul niat jahil untuk mengerjai Erik si pelayan yang berani mempermainkan perasaanku.

Ia menyiapkan Handphone dan Klik!!!

(Hasil Selfie pertama kali...ups ada yang cemburu?)

Erik terlihat cukup kecewa dengan pemandangan itu.Ah biarlah dia merasakan bagaimana rasanya sakit hati.Sebagai hidangan penutup,Sherwin memesan menu dessert.

Selesai membayar dikasir,Sherwin meminta nomor handphone ku beserta Sosmed lainnya dan mengantarkanku pulang.

4.Haruskah Aku Membuka Hati?
(Buka hati atau tidak?bingung...)

Tak terasa sebulan telah berlalu.Dan tanpa terasa pula hari ini sudah menjelang weekend lagi.Seperti biasa pun aku hanya chatting dengan temanku yang sangat mengidolakan Jeff Hardy itu.Namanya sebut saja Jeff.Aku hanya biasa saja menanggapinya...karena Ia pun menganggapku sebagai adiknya semata.

Beberapa menit kemudian...Handphoneku berdering keras...Nomor yang tak kukenal...tetap kuangkat:

"Hai Sheila!

*Aku langsung mengenali suara itu...Sherwin!

"Hai juga Win!" jawabku

"Kamu ada waktu gak?" tanya Sherwin

"hmm ada...kenapa?" Aku agak bingung

"Aku mau ke rumahmu boleh?" jawabnya santai

"ouh boleh kok?" aku mengiyakan

Aku pun merasa bingung untuk apa Ia datang kerumahku?Apakah ada sesuatu yang penting?Meskipun dia sudah bilang ingin datang,Ia tidak datang juga hingga satu jam kemudian...Astaga lama sekali...hampir saja aku tertidur karena bosan.

"Hai Sheila,maaf tadi jalanan macet aku jadi lama deh,maklum jam pulang kantor" ujarnya sambil menyeka keringat di dahi nya

Tidak masalah menurutku karena memang malam itu aku tak pergi kemana-mana.Tanpa membuang waktu Ia menyerahkan bungkusan putih.Ia menyuruhku untuk membukanya.Isinya...ahhh!!!Macaron!

(Macaron)

Kue yang sangat kusukai!Ia langsung mempersilahkanku untuk melahapnya.Aku juga membaginya untuk makan bersamaku.Tak enak rasanya kalau aku hanya makan sendiri saja,terlebih dia sudah memberikan ini untukku.

Saat aku sedang asik makan Macaron...Ia mengatakan sesuatu yang membuatku hampir tersedak.

"Manisnya Macaron tak sanggup mengalahkan manisnya wajahmu" Katanya sambil membelai rambutku yang panjang.

"Ih apa sih kamu ini malam-malam gak nyambung" Kataku dengan muka heran.

Betapa terkejutnya aku mendengar perkataannya itu.Aku jadi sedikit malu dan terdiam.Setelah itu Ia pamit pulang.Aku mengantarnya hingga depan pintu gerbang rumahku.Sebelum pulang Ia mengatakan akan mengajakku makan malam besok.Aku yang awalnya ragu akhirnya menyetujuinya.

Malam itu aku tak lepas dari rasa bingung...Apakah Ia menyukaiku?Kuceritakan semua yang aku alami dengan sahabatku Jeff.Ia setuju dengan ajakan Sherwin untuk mengajakku makan malam.

(Dinner at La Primum Resto)

Keesokan harinya,Ia bilang akan menjemputku jam 6 Sore.Namun,kembali Ia terlambat dengan alasan yang sama seperti kemarin...macet.Meskipun jengkel,aku tetap bersabar dan mengikuti dia.Jam 19.30 kami berangkat menuju sebuah restoran Dim Sum bernama La Primum Resto.

Saat disana,ternyata Ia sudah membuat reservasi untuk 2 orang.Namun karena kami datang terlambat,reservasi pun dibatalkan oleh pihak restoran.Sherwin langsung meminta maaf kepadaku memesan meja yang baru untuk kami tempati.hmm aku ingin marah rasanya...Baiklah..tidak apa untuk kali ini.

Kami memesan beberapa menu makanan berupa Tofu Stews,chicken steam rice,chop suey,serta natural black carbonation water.Sambil menunggu makanan...Seperti biasanya,Ia terus memandangiku.Kenapa sih dia terus saja seperti itu dari kemarin?Sikapnya sungguh aneh...

(Gachi Shiksahaeyo/Mari Makan!)

Makanan pesanan datang dan...mari makan!!!

Perut sudah kenyang dan tak mampu untuk diisi apapun lagi.Begitupun dengan Sherwin.Rasa kantuk mulai menyerang.Ia langsung mengajakku untuk pulang karena hari sudah malam dan esok hari sudah harus kembali sekolah.

Saat berjalan menuju tempat parkir,kami melewati sebuah toko boneka.Ditoko tersebut aku melihat sebuah boneka yang sangat lucu.Sayang sekali toko itu sudah tutup karena sudah malam.Tapi aku terus memandanginya selagi kami berjalan melewati emperan toko.

Mobil meluncur kembali kerumahku...Sebelum ku turun,Ia sempat mengucapkan selamat malam untukku.Aku tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

Masuk kedalam kamar,aku merebahkan diri.Handphoneku bergetar dan langsung kubuka.Ternyata itu Sherwin.Astaga belum sampai 5 menit aku masuk rumah,Ia langsung mengirimkan pesan singkat.Isinya seperti ini:


"Selamat Malam Sheila,terima kasih ya untuk malam ini
aku senang sekali aku bisa kenal kamu
Moga besok kita bisa ketemu lagi ya!Good Night!"

ahh...Sherwin bisa saja...meskipun aku sempat jengkel karena Ia sering terlambat jika membuat janji,namun akhirnya kuputuskan...Aku akan mencoba membuka hati untuknya.Tapi aku butuh waktu apakah aku bisa untuk menyayangi dia.

5.Menyebalkan!

Begitulah selama beberapa hari kedepan kulewati bersama dengan dia.Meskipun masih belum bisa dibilang resmi berpacaran,kami selalu berduaan bila bepergian.Akan tetapi lambat laun,aku mulai merasa tidak nyaman dengan keadaan yang sedang kualami ini.Ia juga tak senang melihatku mengobrol dengan Jeff sahabat karibku.Sherwin seringkali memmperingatkanku untuk tidak berhubungan dengan Jeff.Padahal aku sudah bersikeras menyatakan bahwa aku dan dia hanya sekadar teman dekat saja.Ah sulitnya...

Suatu sore kami janjian untuk pergi jalan-jalan ke Metropolis Mall.Ia bilang akan menjemputku pukul 16.00...Tapi hingga matahari tenggelam Ia tak juga datang.Aku bosan menunggunya hingga berjam-jam.Akhirnya setelah menunggu lebih dari 2 jam,Ia meneleponku...

"Sheil,aduh maaf banget ya aku gak bisa pergi soalnya ada urusan mendadak" katanya dengan panik

"Ya kamu harus nya kasih tahu aku dong...kirim SMS gak sampe berapa menit kan" jawabku gusar

Singkatnya...aku dan dia tak jadi pergi karena Ia ada urusan yang mendesak dan tak bisa ditunda.Tak lama kemudian,Kak Dina menanyakan apa yang terjadi padaku:

"Kenapa sheil?"

"Gak jadi pergi sama Sherwin...katanya ada urusan mendadak?"

"Urusan mendadak?orang dia baru aja update di sosmed lagi hang out ama teman-temannya"

Kak Dina melemparkan Handphone nya ke arah ku,dan aku langsung melihat sebuah foto yang memang ada dia didalam nya...


Ternyata...inikah yang Ia sebut urusan mendadak?Ia malah bersenang senang dengan teman-temannya sedangkan aku harus menunggunya disini sekian lama dan digigit nyamuk?

Menyebalkan!dia BOHONG!!!

6.Maafkan Aku Sheila,Ini Salah Paham

Aku benar-benar kecewa dengannya...kemarin ia seakan menganggapku yang paling utama...aku memang mengerti kalau Sherwin memang sudah bekerja dan sibuk.Tapi aku tak bisa menerima dia berbohong padaku.Hati ini sudah tersakiti karena dusta pria yang tak bertanggung jawab sebelumnya...Ahh dugaanku benar...Sherwin sama saja seperti lelaki-lelaki yang terdahulu.

Hanya bisa menyakitiku saja...Hari itu hari Kamis....sore hari yang melelahkan.Aku pulang dari sekolah dan seperti biasa duduk di teras rumah.Dari dalam rumah aku mencium aroma tajam yang khas...ini...bau durian!!

Aku langsung masuk kedalam rumah dan mendapati dimeja makan ada beberapa potong durian.Wah aku langsung melahap bagian kecilnya dan rasanya enak sekali!!!Benar-benar manis!!!

(Kue Bolu Durian dan Duriannya!Ada yang mau?)

"Eh main makan aja sembarangan" Kak Dina menepukku dari belakang

"Iya enak nih?dari siapa?" tanyaku dengan mulut penuh durian

"Nih cobain,aku buat bolu durian" Kak Dina menyuapiku dengan bolu durian yang rasanya juga tak kalah enak.

"AHMMMM Enak kak!" Ujarku kagum

"enak dong!Siapa dulu yang kirimin duriannya?Aku kan cuma bikin bolu nya doang" jawab Kak Dina

"Emang siapa yang kirimin?" Tanyaku heran

Kak Dina langsung menunjuk ke belakang rumah.Aku pun langsung mengarah ketempat itu.Disana....

(ternyata)

Aku melihat seorang lelaki...Ia duduk dirumput belakang rumahku dan disampingnya berjejer beberapa durian...

"Enak gak durian nya?kamu pasti suka kan?" 

Ya...siapa lagi kalau bukan Sherwin.Aku hanya diam saja dan membalikan badan untuk kembali masuk kedalam rumah.Ia mengejarku masuk dan memberikan...


Sebuah boneka...boneka yang sebelumnya aku inginkan saat setelah makan malam bersama Sherwin malam itu.Aku tak ingin menerimanya...Ia terlanjur mengecewakan aku.

"Tolonglah Sheil,aku minta maaf...aku bukan bermaksud untuk membuat kamu sedih"

"basi...kamu pembohong!" Kataku sambil berlalu

Ia lalu memegang tanganku erat dan memohon kepadaku...

"Aku janji sheil...aku gak akan bohongin kamu lagi" pintanya kepadaku

Lalu Ia menjelaskan bahwa kemarin ada janji dengan teman-teman lamanya saat masih sekolah dulu.Sherwin benar-benar lupa Ia juga berjanji untuk pergi bersamaku dihari yang sama.

Belum sempat aku menjawab,aku menghela napas panjang...lalu pergi ke kamarku dilantai atas...

7.Maaf...Dan Maaf...
(Jengkel)

Ia menyusulku kekamar...didampingi kak Dina.Aku hanya mampu duduk termenung memandang keluar jendela.Ia kembali meminta maaf kepadaku...

"Sheil,apa yang bisa aku lakuin supaya kamu bisa maafin aku?"

"Eh kamu tuh gak cukup nyakitin aku sekali...mau jalan,selalu telat...sekarang?kamu bohong sama aku!Apa kamu pikir semua selesai hanya dengan minta maaf?" Jawabku dengan kesal

"Tolong Sheil...sekali ini aja..pliss...aku akan berubah demi kamu" Ia berlutut didepanku sambil memohon

Kak Dina hanya bisa terdiam melihat kejadian itu...Ia tak mampu berkata sepatah kata pun.Aku hanya duduk tanpa merasa pegal sedikit pun.Begitupun dengan dia...hanya berlutut dihadapanku sambil sesekali memanggil namaku.

Lalu dia meraih tanganku...aku dengan refleks menarik tanganku kembali...Ia tanpa lelah meminta maaf...Akhirnya aku pun mulai bicara...

"Aku memang belum sembuh dari sakit hati yang terdahulu...tapi kalau sebelumnya aku bisa memaafkan kamu,kenapa sekarang gak bisa?" Ujarku disertai senyum kecil.

"Jadi,kamu maafin aku?" Tanya Sherwin dan aku pun mengangguk.

Saking senangnya,Ia secara tak sadar memeluk Kak Dina...astaga anak ini...aku tertawa melihat hal itu.Kak Dina pun tak kalah kagetnya.Meskipun memang aku masih jengkel karena-nya...masih kuberikan kesempatan dan kuterima maafnya...karena...aku mulai menyayangi dia...

8.Don't Fight!
(Second Dinner at La Mare Seafood)


Sebagai tanda permintaan maafnya kepadaku,Sherwin mengajakku pergi makan malam di Restoran Seafood La Mare.Aku cukup senang dengan pemandangan restoran pinggir laut.Angin berhembus ketika Ia membukakan pintu mobil untukku dan mengibaskan rambut panjangku yang kugerai ini.

Kami berjalan bersama menuju restoran tersebut.Ia menuntunku dengan hangat.Kebetulan keadaan restoran tidak terlalu ramai.Padahal biasanya jika malam hari aku yakin restoran ini pasti ramai.Pelayanan restoran langsung menyambut dengan ramah dan mengantarkan kami menuju meja kami.Sungguh pemandangan yang indah sekali.Angin sepoi-sepoi...iringan musik yang merdu dari para pemain musik,dan perahu-perahu kecil yang berlalu lalang disebelah kami.

Makanan pesanan datang dan kami makan diiringii musik dan angin lembut disekitar kami.Sungguh atmosfer yang sangat romantis.Tenang dan sejuk...itulah yang aku rasakan malam ini.

Seusai makan kami terdiam sebentar...hingga Sherwin mulai bicara kembali.

"Malam ini akan menjadi malam yang bersejarah untuk aku" katanya sambil meraih tanganku

"Memang kenapa Sherwin?" jawabku dengan senyum

"Aku ingin bilang sesuatu sama kamu Sheil" ujar Sherwin

Aku sepertinya mengerti apa yang ia maksud...Ia ingin menyatakan cintanya kepadaku!Ah senangnya,tapi aku mencoba untuk tetap tenang dan berpura-pura tidak mengerti apa yang Ia maksud.Ia mulai bicara lagi.

"Sheil aku..."

Belum sempat Ia menyelesaikan kata-kata itu,aku melihat seseorang lewat didepan kami.Sebuah wajah jelek yang familiar...hahahaha

Ternyata itu teman baikku Jeff!Aku langsung menyapa nya.

"Hai Jeff!!Astaga Kenapa bisa ketemu disini?" sapaku

"Wah Sheila,iya lagi pengen keluar rumah aja nih" jawab Jeff sambil tertawa kecil.

Jeff secara kebetulan juga ingin makan malam ditempat yang sama.Jadi aku mengajaknya untuk duduk bersama kami.Sherwin sedikit terkaget dengan kehadiran Jeff.

"Win,ini teman baik aku,kenalin namanya Jeff" pungkasku

"ouh..iya...hai Jeff salam kenal" Jawabnya dengan wajah datar

Kami bertiga lalu memesan makanan penutup sambil mengobrol panjang lebar.Namun disini,aku melihat sikap Sherwin agak berubah.Tadinya Ia cukup aktif mengobrol denganku.Mungkin Ia canggung karena belum mengenal sahabatku Jeff.

Aku bercanda tawa dengannya seperti yang biasa kami lakukan di sosmed.Namun,aku tak menyangka hal itu mendatangkan peristiwa buruk antara aku dan Sherwin.Bermula saat Jeff pamit ke toilet dan Sherwin pun mulai berbicara.

"Emang siapa sih dia?kelihatannya kamu dekat banget sama dia?" Tanya Sherwin dengan nada marah

"Itu teman aku yang sering ngobrol sama aku,kan aku pernah cerita ke kamu" Jawabku

"Hah teman?Aku rasa dia suka tuh sama kamu" Sherwin langsung terlihat bosan

Seketika suasana langsung berubah.Kami yang tadinya tenggelam dalam suasana romantis kini jadi terdiam mencekam.Ia terlihat sedih dan kesal.Aku jadi merasa tak enak.Namun didalam hatiku,aku juga merasa bingung.Jeff dan aku hanya teman akrab biasa dan tak lebih.Aku juga sudah menceritakannya ke Sherwin yang sebenarnya tidak menyukai Jeff.Hari ini mereka bertemu disaat yang sangat krusial.

(Maaf,tapi saya tidak suka anda dekat dengan Sheila)

Jeff pun kembali dari toilet dan langsung pamit pulang.Ia menyalamiku dan hendak menyalami Sherwin juga.Namun Sherwin tidak menanggapi acungan tangan Jeff.Aku pun bingung mengapa Ia melakukan hal itu.

Keadaan akhirnya memanas ketika Sherwin berdiri dan menarik pakaian Jeff.

"Dengar ya,gue gak suka lu deket-deket sama Sheila" Ujar Sherwin

"Eh pasang telinga baik-baik ya...gue sama dia cuma teman...lagian emang lu punya hak ngatur dia?" Jawab Jeff 

Aku pun berdiri dan melerai mereka.Aku menarik Sherwin dari Jeff daripada keributan makin menjadi di restoran itu.

"Cukup Win,udah jangan ribut,apa yang Jeff bilang itu bener" sahutku sambil menarik dirinya

"ahh apanya yang teman,kamu juga kelihatan suka sama dia kok Sheil!selamat ya Jeff lu berhasil dapetin Sheila" Ujar Sherwin sambil menunjuk Jeff


"Sherwin!!!"

Aku berteriak dan langsung menampar pipi nya dengan cukup keras....

9.I Miss You...
(Menyembunyikan diri dibalik selimut sambil menangis)

Sherwin terpelanting kebelakang menerima tamparanku yang keras...Aku seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.Aku menangis karena malu dan kesal disaksikan pengunjung restoran yang lain termasuk Jeff.

Semua terdiam...hening mencekam...Jeff lalu memberikan kode kepada pengunjung lain agar tetap duduk tenang.Sherwin lalu pergi meninggalkan aku dan Jeff.

Aku kembali duduk termenung di kursi.Setelah beberapa saat,Jeff kemudian mengantarkanku pulang dengan motornya.Sampai didepan rumahku Jeff memohon maaf atas apa yang telah terjadi barusan.

"Sheil,aku bener-bener minta maaf atas kejadian tadi.Aku gak bermaksud bikin kalian ribut" katanya seraya mengambil helm yang kupakai

"Tidak Jeff...itu bukan salah kamu kok" sahutku

"Itu salahku...kenapa tadi aku gak sadar ada kamu dan pacarmu disitu" sahut Jeff lagi

"hmm...belum pacaran kok Jeff...udah kamu jangan merasa bersalah...sudahlah..aku mau masuk dulu" gumamku seraya masuk kedalam rumah

Aku langsung masuk kedalam kamar dan menyembunyikan diriku dibalik selimut.Aku kembali menangis bahkan lebih keras.Seakan tak peduli orang-orang rumahku sudah terlelap tidur.

(Hanya bisa menangis)

Aku tidak tidur semalaman...Pengalaman buruk tadi membuatku lupa apa yang harus kulakukan...sekolah....Aku sampai tidak masuk sekolah keesokannya karena rasa lelah akibat menangis sepanjang malam.


Siang harinya,Nanda dan Fani (dua teman akrabku) datang kerumah dan menanyakan mengapa aku tak sekolah hari itu.Aku langsung menceritakan semua itu kepada mereka berdua.Nanda dan Fani tak kalah terkejut mendengar ceritaku.Mereka pun menghiburku dengan candaan mereka.Aku pun sangat bersyukur aku memiliki teman seperti mereka.Selalu setia menghibur meskipun tetap ada yang mengganjal dihati.


(Hanya bisa memandangi foto nya untuk melepas rindu)

Tak terasa seminggu telah berlalu.Begitu pula dua dan tiga minggu kemudian.Tak ada kabar darinya...Aku tak menghubungi dia juga sebaliknya Ia tak menghubungiku.Aku tidak sanggup membohongi diriku lagi.Meskipun kemarin aku kesal dan marah padanya...aku merindukan dia.Hanya foto dirinya yang pernah Ia berikan padaku...itulah pengganti dirinya saat ini...I Miss You So Much Dear...

10.Don't Be Sad...Mom Stand By You
(Jangan Sedih anak mama yang manis!Sebentar lagi kan hari spesial)


Pintu kamarku terbuka,dan kulihat ternyata itu mamaku.Orang yang sangat aku sayangi.Mamaku adalah orang yang lembut.Ia juga tegas dan berpendirian kuat.Mama lalu memelukku erat lalu memulai pembicaraan.

"Sheila...kamu kenapa sih sayang?beberapa minggu ini kayaknya sedih mulu?" tanya mama

"entah nih ma...aku pusing..." jawabku sembari membalas pelukan mama

"kamu berantem ya sama Sherwin?" Tanya mamaku lagi

"ahhhhh...kok mama tahu sih" jawabku manja

"iyalah mama ini udah tahu sifat kamu kalo lagi ada masalah" mama mengusap wajahku dengan halus

Akhirnya aku menceritakan apa yang menimpaku kepada mama.Ia mendengarkan dengan seksama (sama seperti kalian yang membaca cerita ini ^^).Mamaku juga menjadi tempatku mengadu jika Jeff sedang sibuk dan tak sempat mengobrol denganku.Mama meresponku...

"Aduh kasihan anak mama...kamu kok galak amat sih ampe segitunya" tanya mama

"abis...Sheila kesal ma waktu itu...tapi dia gak ada...Sheila kangen" jawabku dengan malu

"kesal sih boleh,tapi jangan sampai main tangan ya...." nasihat mama

Lalu mama bicara lagi...

"Yasudah kamu jangan sedih lagi ya,sebentar lagi kan hari spesial kamu sayang" ujar mama sambil menyerahkan kalender kecil yang disalah satu tanggal sudah ditandai lingkaran merah dengan tulisan "Happy Birthday Marchela Valen/Sheila"

Astaga!
Aku lupa,minggu depan adalah ulang tahun ku yang ke 17!!!

Mama menyerahkan sebuah kertas untuk menuliskan siapa saja yang akan diundang ke acara pesta ulang tahunku nanti.Sebenarnya aku tak mau mengadakan pesta,namun mamaku sangat ingin membuat momen "Sweet Seventeen" yang tak terlupakan untukku...ohhh terima kasih mama!!

11.I Want to See You...Again
(Mau undang siapa saja ya?Tulis dulu deh..)

Aku dan Kak Dina pun berunding...siapa yang ingin diundang dalam ulang tahunku nanti.hmm...yang pasti teman-teman terdekatku...Fani...Nanda...dan Jeff...Untuk Erik...baiklah dia akan kuundang juga meskipun masih kesal dengannya.

Nama demi nama ditulis didalam daftar...tak lupa para tetangga dan kerabat dekat.Jericho...Ryder....Sunny....Jessica....Yuri....Matt....Roman...Dean...Paul....Brock....Heyman...Sooyoung...Owens....

Ugh...capek sekali tangan ini menulis daftar nama undangan...Setelah kuteliti...ternyata tak terasa sudah 99 orang yang kuundang....kuperiksa dalam daftar siapa yang masih terlupakan.Awalnya aku pikir sudah cukup...hingga aku menyadari ada satu orang yang belum kutulis.....Sherwin.

Aku harap kamu datang dan kita melupakan apa yang terjadi...Aku ingin bersamamu lagi...Aku ingin kita bersama....Aku menyayangimu...sungguh...Please return....come to my party...I want to see you...again.

Nomor undangan ke 100...Sherwin....

12.Would You Come?
(You can't stop stop stop it's a party time!P-A-R-T-Y)

Akhirnya hari yang dinanti pun datang.Bertempat di halaman belakang rumahku.Semua keluarga sibuk mempersiapkan segala sesuatunya sejak beberapa hari sebelumnya.Mulai dari panggung,catering,pengeras suara hingga kue ulang tahun.

(Merias Wajah)

Spanduk bertuliskan "Happy Sweet Seventeen Sheila" terpasang rapi dipanggung.Pesta dimulai pukul 18.00...Namun aku sudah harus "merapikan diri" berjam-jam sebelumnya.Kukenakan gaun putih cantik dan baluran make-up...Tak lupa...mahkota kecilku yang kukenakan sebelumnya.

Para tamu undangan mulai berdatangan...kulihat dari jendela kamar...Sherwin belum terlihat...padahal pesta sudah akan dimulai.Aku sudah harus keluar.Tak lucu bila aku harus murung di hari spesial ini karena Ia tidak datang.

Lampu kelap kelip pun menerangi halaman pesta kebun.Para tamu terdengar saling bersenda gurau satu sama lain.

Tiba-tiba Handphone ku berdering...AH! SHERWIN! Langsung kuangkat tanpa basa-basi..

"Halo win,kamu dimana?Pesta udah mau mulai" Tanyaku penuh rasa rindu

"Maaf...aku gak bisa datang"........Ia langsung menutup teleponnya.....

Aku lemas....dan.....tak percaya apa yang baru kudengar dari mulutnya....Dan kembali...Air mata menetes di pipi...

13.Inikah Takdirku?
(Bahkan aku harus bersedih di hari ulang tahunku)

Mama masuk bersama Papa kedalam kamar hendak memanggilku.Pesta benar-benar akan dimulai.Orang tuaku terkejut melihatku menangis sambil memegangi handphoneku yang basah karena air mata.

"Mama...Sherwin gak bisa datang " tangisku dipelukan mama

"Aduh sayang...mungkin dia lagi sibuk...kamu harus ngertiin dong" hibur mama

"Iya Tuan Putri,udah hapus air mata kamu nanti make up kamu luntur, terus teman-teman udah pada nunggu dihalaman" pinta papa sambil menyerahkan selembar tisu untuk mengelap air mataku

"Iya bener tuh kata papa...kamu kan hari ini udah 17 tahun...sudah cukup dewasa untuk mengerti orang lain...dia kan bekerja maka itulah sibuk" kata mama

Oh Tuhan....Inikah Takdirku?Haruskah aku bersedih dihari ulang tahunku ini?Kuatkanlah aku Ya Tuhan

14.Seal The Fate
(Sheila memasuki panggung dengan anggun)

Mama dan Papa menuntunku menuju belakang panggung setelah memperbaiki make up yang sempat luntur akibat air mata....Didalam hati,aku terus memikirkan Sherwin.Kenapa kau tidak bisa hadir disini meskipun hanya sesaat saja?Meskipun hanya sesingkat kedipan mata,aku sangat ingin bertemu denganmu.Emcee lalu terdengar membacakan sedikit tentang kisahku:

"Hari ini 17 tahun yang lalu...telah lahir seorang anak perempuan
Ia diberi nama Marcela Valen...Ia biasa dipanggil Sheila!
Tanpa terasa,bayi mungil tumbuh menjadi wanita dewasa hari ini
Ia dikasihi oleh Tuhan dan sesamanya 
Untuk itu...Ladies Gentlemens,boys and girls,children of all ages
Tonight!! WE celebrate the very sweety sweet seventeen...of our lovely friend...
SHEILA!!!"

Aku pun keluar diiringin musik dari SNSD berjudul PARTY.Emcee langsung menyambutku dengan ramah.Lalu beberapa teman berkumpul ditengah dan melakukan atraksi "candle light" yang berjumlah 17 itu.Acara kemudian dilanjutkan dengan nyanyian,tarian,dan pemotongan kue.

Seperti biasanya,potongan kue akan diberikan kepada orang-orang yang terdekat.Tentu saja,kue pertama kuberikan kepada mama dan papaku yang telah membesarkanku.Mereka terlihat bahagia sekali setelah menerima kue dariku.Potongan kedua kuberikan untuk kakakku Dina yang selalu menjadi partner dirumah yang baik.Potongan ketiga kuberikan untuk Nanda dan Fani sebagai karibku sedangkan potongan keempat kuberikan untuk Jeff dan saudaranya Matt.Total ada lima potongan untuk para orang terdekat.

Emcee lalu menanyakan siapa yang akan menerima potongan kelima ini.Aku pun terdiam memegangi potongan kelima itu.Aku mengambil microphone yang dipegang emcee dan mulai berbicara:

"Semua orang merasa bahagia dihari spesial nya masing-masing
kebahagiaan yang didambakan selalu didapatkan...
Kecuali untukku...aku selalu sedih dan menderita
Bahkan dihari ulang tahun yang ke 17 ini pun
Orang yang aku nantikan tidak datang

Padahal...aku sangat ingin memberikan potongan kue ini untuknya"

Lalu kulihat semua orang berdiri diam.Mereka mendengarkan dengan sedih.Mama dan Papa terlihat cemas melihatku dipanggung.Emcee pun menanyakan:

"Sheila...dihari ultah ke tujuh belas ini,siapa yang sebenarnya kamu nantikan?"

"Aku menantikan seorang yang sangat aku sayangi....meskipun dia memiliki banyak kekurangan,namun ia tulus mencintaiku...ia bahkan belum sempat menyatakan perasaannya kepadaku...Untuk Sherwin....Jika kamu bisa mendengarku....Aku ingin kita bersama...Aku sangat mencin...."

Tiba-tiba saat aku belum selesai berbicara...

"Aku disini...Dibelakangmu Sheil..."

Jantung ini langsung berdetak kencang dan perlahan aku menoleh kebelakang.

15.Will You Be Mine?
(Aku menoleh kebelakang dan...sesosok pria tampan berdiri dihadapanku)

Aku tak sanggup berkata-kata....SHERWIN!!!
Bukankah Ia sendiri yang bilang tidak bisa datang?Mengapa tahu-tahu dia sudah ada disini?

Sherwin lalu mendekatiku dan menggandeng tanganku untuk berjalan ketengah panggung itu.Lalu ia memandangku dan kami pun saling berpandangan.


Ia memegang tanganku dengan hangat...lalu ia mulai berkata:

"Sheila,Satu bulan sudah berlalu...namun untukku...semua ini bagai seribu tahun.Didalam kesedihanku aku berusaha melupakanmu...tapi semakin kuhilangkan semua tentang dirimu,semakin kuat gambar dan rupamu dalam ingatanku

Sejak pertama aku melihatmu,hidupku semakin istimewa.Bersamamu aku sungguh penuh warna seperti kue macaron dan tekadku untuk memilikimu semakin tajam setajam buah durian.Dan kusadari diriku tanpamu..bagaikan desert yang tanpa topping...kosong tanpa apapun

Malam ini...setelah menunggu hari seribu bintang....Aku ingin engkau tahu...Bahwa aku sangat mencintaimu"


Sherwin melepas jas hitam yang ia kenakan dan mengeluarkan setangkai bunga mawar...dan Ia berlutut didepanku!!

"Sheila...maukah kamu menjadi milikku?"

(TERIMA!!TERIMA!!TERIMA!!)

Para hadirin langsung berdecak kagum dan berteriak "TERIMA TERIMA TERIMA"!
Aku sungguh malu sekaligus senang melihat aksinya itu.Aku sempat membalikan badan...aku melihat sekelilingku termasuk orang tuaku.Papa dan Mama menangguk dan tersenyum tanda menyetujui.

Aku pun mengambil bunga itu dan berkata...YES

(Terima kasih semuanya!)

SHEILA SHERWIN SELAMAT!!!!!
Emcee berteriak diikuti riuh penonton yang semakin menjadi jadi.Mereka menyoraki kami dengan ucapan selamat.Kami pun berpelukan dan semua penonton bertepuk tangan dan mengakhiri acara Ulang Tahun ku!

16.Tuhan yang Memberikanku Dirimu
Aku duduk bersamanya malam itu.Saling merangkul dan melindungi satu sama lain dari angin malam.Ia menceritakan semua yang terjadi pada saat pesta ulang tahunku.Ternyata Sherwin sudah merencanakan semua ini bersama dengan kakakku Dina dan juga emcee yang memimpin acara itu.Termasuk membohongiku soal Ia tak bisa datang ke pesta itu.Ouh jadi kalian bersekongkol untuk membuat semua ini.Namun aku sungguh senang mendengar itu.Ia juga meminta maaf atas semua yang telah terjadi.Aku pun telah melupakan segala hal yang terjadi.Bagiku yang sudah terjadi biarlah terjadi.

Sambil tetap berpelukan...kami memulai pembicaraan.

"Aku disini untukmu Sheila...sekalipun kau pergi aku akan menunggu" Ujarnya

"benarkah?" Tanyaku

"Lihatlah keatas....kemanapun kamu pergi...pasti kamu akan kembali?" jawabnya sambil membelai rambutku

"mengapa begitu?" tanyaku lagi sambil tersenyum

"Karena bintang dilangit pun tahu bahwa kamu hanya untukku" sambil mempererat pelukannya kepadaku.

(memandang bintang bersama)

Akhirnya...segala penderitaanku berakhir.Meskipun aku tahu rintangan hidup akan selalu menanti,aku akan tetap kuat bersamanya disisiku.

Inikah Takdirku?Ya...Ini takdirku untuk bersamamu!

TAMAT

Segala kesedihan dan penderitaan dalam hidupmu,hadapilah!Karena sesungguhnya sesuatu yang manis menantimu diakhir jalan.Don't Give Up!-Kristoforus Pratama

Hi Guys!This X-E Blog!
Phew lelahnya tangan ini sehabis mengetik.Cerita ini adalah lanjutan cerita dari part pertama yang pernah gw share bulan September 2015 lalu.Akhirnya tokoh Sheila mampu mendapatkan kebahagiaan setelah menderita sekian lama.Seperti biasa,cerita ini diambil dari kisah nyata dan untuk keamanan privasi para tokoh yang terlibat,gw menyamarkan identitas mereka dengan foto artis Korea yang sudah terkenal.

Akhir kata terima kasih sudah membaca,And For You guys who stood with me,You will Living in the Moment with me Jeff Hardy!

CAST:
1.Marcela Valen/Sheila:Seohyun (SNSD)
2.Sherwin:Cho Kyuhyun (Super Junior)
3.Dina:Yoona (SNSD)
4.Fani:Tiffany (SNSD)
5.Nanda:Kim Taeyeon (SNSD)
6.Mama Sheila:Seohyun's Mom
7.Jeff/Gw sendiri:Jeff Hardy

All Pictures belongs to all sites who owns it/Semua gambar adalah milik semua website yang memilikinya

Sabtu, 14 November 2015

5 Lagu SNSD Yang Bikin Kamu Terpukau!

Welcome Back to X-E Blog!
okey guys beberapa hari lalu kita telah melewati "Hari Pahlawan" yang jatuh pada tanggal 10 November 2015.Rasanya belum begitu terlambat untuk mengenang arwah pahlawan nasional khususnya penulis profesional...Mengheningkan Cipta Dimulai!

..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Selesai...

Beberapa waktu yang lewat X-E telah membahas tentang ketua dari grup vokal asal Korea Selatan yakni SNSD (So Nyu Shi Dae) atau dalam bahasa inggris lebih dikenal sebagai Girl's Generation bernama Taeyeon.Rasanya sangat kurang jika hanya membahas sang "Kid Leader" seorang.Karena mengingat SNSD adalah sebuah grup berisi 8 wanita cantik (sebelumnya 9 orang) yang sangat profesional.

Bahkan mereka merupakan salah satu grup yang menjadi icon bagi label mereka bernaung yakni SM Entertainment.Sejak debut mereka di tahun 2007 hingga kini, SNSD telah memiliki banyak sekali lagu yang melegenda di ranah musik K-POP.

Sekarang X-E akan mengupas 5 lagu dari SNSD yang paling enak untuk didengar disetiap kondisi yang berbeda!

1.Kissing You

Bagi anda yang sedang dirundung asmara alias jatuh cinta,rasanya tak ada salahnya untuk mencoba mendengarkan lagu yang satu ini.Lagu ini bercerita tentang seorang wanita yang dirundung asmara dengan seorang lelaki.Dari irama dan liriknya,serta suara vokal,anda akan dibuat nyaman selama kurang lebih 3 menit!Playback!

2.Gee

Ini adalah salah satu lagu yang membuat nama SNSD meroket dikalangan K-POPers.Lagu dengan genre pop ini bercerita tentang seorang wanita yang jatuh cinta namun memandang siapa dirinya.Iringannya cukup up beat dan mampu menambah semangat anda!

3.Lion Heart

Dirilis pada pertengahan tahun 2015.Lionheart adalah salah satu lagu favorit gw hahahaha.Lagu ini adalah album kedua yang diluncurkan SNSD dengan 8 anggota setelah hengkangnya Jessica Jung pada penghujung tahun 2014 lalu.

4.You Think
Kamu pikir SNSD hanya mampu membuat lagu yang beriringan pop dan terkesan centil?Tentu itu tidak benar!SNSD belum puas dengan laris nya album Lionheart mereka.SNSD merilis lagu You Think yang memiliki feeling arogan,sexy and free!Dari gerakan dance nya saja sudah bisa ditebak apa yang disampaikan dalam lagu ini....You think you're cool?

5.DIVINE

Galau?Terbukti sih memang jika anda sedang bersedih dan mendenggarkan lagu sedih,akan membantu mengurangi beban pikiran anda.Percayalah...dengarkan lagu ini....Divine adalah sebuah lagu dari album SNSD yang dihadirkan dengan bahasa Jepang.Lagu ini juga dianggap sebagai salam perpisahan untuk personil Jessica Jung karena memang lagu ini adalah lagu terakhir dimana Jessica aktif sebagai anggota.

Sebenarnya masih banyak sekali lagu SNSD yang enak untuk didengar.Namun karena keterbatasan waktu gw untuk menulis lebih banyak lagi,gw pun membatasi hanya 5 lagu saja....Genie,Oh!,Run Devil Run dll merupakan contohh lagu SNSD yang juga terkenal dikalangan para SONE (sebutan fans SNSD).

Okey guys itu dia tadi sekilas tentang 5 lagu favorit SNSD versi X-E BLOG!!
So thanks for visit and Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!!!

Sumber:http://www.kapanlagi.com/showbiz/asian-star/10-lagu-snsd-terbaik-versi-kapanlagicom174-setuju-6279f5-5.html

Senin, 28 September 2015

Salahkah Aku Mencintaimu? (Sheila Series Part 1)

Bacalah Kisah Nyata Dibawah Ini Dengan Seksama!
1.Boring Daylife
(Sheila)

Suara gemuruh petir menyambar telingaku siang itu.Aku terbangun dari tidur dengan terkaget-kaget.Jantungku berdebar tak keruan melihat sekelilingku.Aku menyadari ak masih didalam kamarku.Hari-hari membosankan kulewati dengan sabar dan tabah karena kutahu,suatu hari nanti aku akan mendapatkan kebahagiaan yang tak terduga.

Oh iya,aku hampir lupa.Namaku Marcella Valen.Aku biasa dipanggil Sheila.Umurku 16 tahun saat ini.Menurut teman-teman,aku orang yang relatif pendiam walaupun tak sepenuhnya benar.Aku suka menyendiri dirumah karena bosan dengan keadaanku saat ini.Sekolah ya sekolah...dirumah ya dirumah.Namun setidaknya aku memiliki beberapa teman baik Fani dan Nanda yang selalu bisa menjadi tempatku mengadu disamping orang tuaku.

Hari itu langit mendung...Gemuruh petir sesekali menggetarkan lantai rumah.Udara dingin menusuk tulang menambah rasa kesepianku.Hari masih jam 12 siang.Masih panjang untuk menikmati akhir pekan.Tiba-tiba angin segar datang melegakan hati

"Dek,ikut kakak yuk,mau belanja sekalian makan siang"  Suara kakakku Dina memecah keheningan.

"Kemana kak?"Tanyaku singkat

"Udah ikut aja daripada bosen lu dirumah" Katanya sambil menyuruhku berganti baju.

Aku berpakaian santai untuk berangkat menemani kakakku berbelanja ke sebuah Mall.Letaknya tak jauh dirumahku.Aku memang suka sekali berkeliling di Mall untuk sekadar melepas kejenuhan dan kepenatan hari-hari.Tak jarang mataku tertuju pada produk yang sedang dijual dietalase toko dan membelinya.

Kakakku berbelanja keperluan hariannya seperti sampo,sabun,obat-obatan dll.Tak lupa Ia membelikanku juga.Tak lama setelah itu,Aku terasa tubuhku lunglai.Aku pun mencari tempat duduk didepan toko kosmetik tempat kakakku berbelanja.Dan teringat...Aku lupa untuk makan siang tadi.Tanpa tunggu menunggu, langsung ku ajak kak Dina untuk makan siang di Mall tersebut.

"Pantesan aja lemes...belum makan sih lu...yasudah kakak jg lapar,boleh lah sesekali makan di Mall" respon kak Dina membuatku senang.

Kami berdua pun mengarahkan diri ke lantai paling bawah Mall tersebut.Disitu kak Dina masuk kesebuah restoran yang kulihat cukup mewah.Suasananya tak begitu ramai.Aku memesan beberapa menu yang aku sukai.

Aku dan Kak Dina menunggu cukup lama.10 menit....15 menit....20 menit....tunggu!

"Siapa sih itu orang" gumamku dalam hati setelah melihat seorang pelayan restoran tersebut.

Sejak aku masuk kedalam restoran itu,aku menyadari Ia terus memperhatikan aku.Awalnya aku cuek saja,tapi lama-kelamaan Ia tak melepaskan pandangannya dari ku....astaga...

2.Tumbuhnya Benih Cinta
(ouh...senyumannya manis)

Beberapa jam lamanya aku dan kakakku direstoran itu.Dan Ia pun sempat beberapa kali melirik kehadapanku.Aku pun merasa gugup saat dia mengarahkan pandangannya kepadaku.Saat melewati meja kami Ia melakukan hal yang sama.Kubalas dengan senyum ramah saat kami membayar tagihan makanan yang kami pesan.Pelayan itu langsung berinisiatif untuk membukakan pintu untuk kami.

"Terima Kasih,silahkan datang kembali ya" Tuturnya saat kami melewatinya.

Saat itu juga aku mulai meleleh melihat senyuman terakhir saat "melepas" kami keluar dari restoran itu.Diperjalanan pulang aku terus memikirkannya.

"Kok dia gitu ya sama gue"

"ahhh senyumannya semanis madu"

"Duhh...ganteng banget sih tuh orang tadi"

"apa dia suka sama gue?"

"Dah punya pacar belum ya?"

"kira-kira besok dia disitu gak ya?"

"ahhh kesana lagi besok" gumamanku selama diperjalanan pulang tak terbendung.

Tiba-tiba kakakku menganggetkanku dengan menepak belakang kepalaku."eh,udah sampe rumah,ayo turun...bengong sambil senyum-senyum sendiri,ntar kesurupan aja lo"

Aku pun terkejut ternyata kami sudah sampai didepan rumah.Turun dari taksi,aku masuk kedalam rumah dan kembali memikirkan hal yang baru saja terjadi.Sejak saat itu,selama seminggu aku terus terbayang-bayang pelayan itu.Kenapa dia seperti itu saat melihatku?Siapa sih dia?hanya seorang pelayan biasa yang membuatku termena.....ahh jangankan itu...namanya siapa saja aku tak tahu.

Disekolah pun begitu...aku jadi sering melamun membayangkan si pelayan tampan.Setiap kali kumemikirkannya,aku mendengarkan musik sendu.

Ahhh...apakah kita akan bertemu lagi...iya!kita akan bertemu lagi besok!" Sumpahku malam itu.

Aku memantapkan niat untuk bertemu kembali dengan dia.Rasanya aku tak sabar untuk menunggu hari esok.Kubaringkan tubuh di atas kasur dan memeluk guling...kembali terdesir pikiranku tentang dia...dan...

"Oh Tuhan...inikah cinta?" semuanya terasa indah didalam mimpiku malam itu...

Esoknya aku mengajak Fani dan Nanda ke restoran itu lagi.Teman-temanku tidak tahu apa tujuanku sebenarnya mengajak mereka.Yang mereka tahu hanyalah,aku ingin mentraktir mereka makan siang.Wajah kedua temanku ini terlihat senang karena jarang-jarang aku mau mengajak mereka makan direstoran.Namun aku gusar karena aku tak juga melihat si pelayan itu.Teman-temanku terlihat bingung melihatku lirik kesana-kemari.

"La,lu ngapain sih daritadi celingak-celinguk mulu?"  Tanya Fani

"tau nih,stress ye lu" tambah Nanda

"Gak kok gapapa,lu pada pesen duluan aja,ntar gue nyusul" Jawabku singkat sambil berpura-pura pergi ke toilet.Baru aku beranjak dari tempat duduk....AHHHHH!!!!

Dia langsung keluar dari ruang dapur untuk membawakan makanan ke meja kami.Sontak aku mengurungkan niat beranjak dari tempat dan kembali duduk.Tak sepatah kata pun bisa kukeluarkan meskipun didalam hati.Sampai dimeja kami...tanpa menunggu,Si pelayan melemparkan senyuman indahnya kembali.Itulah yang kucari...rasanya sudah sangat kenyang meskipun aku belum makan samasekali.

"Tak perlu ada ksatria gagah pembawa pedang...cukup pelayan tampan pembawa nampan sudah cukup"

Terlihat Fani dan Nanda lahap menyantap makanan pesanan mereka...Aku sampai lupa untuk makan hingga kedua temanku itu mengingatkan aku untuk makan.Aku pun mengikuti teman-temanku untuk santap siang bersama.Tapi aku sangat pasif karena selalu memikirkan si dia.Saat itu aku teringat sesuatu....ah namanya!

Aku segera mendekati kasir untuk membayar makanan yang kami pesan,kebetulan ia berdiri disaming meja kasir...dan sedikit kutengok dia....aku melihat sebuah nama yang indah di name-tag yang ia kenakan....Erik

3.Hai Namaku Erik...Salam Kenal Ya!

Ahhh Erik...sebuah nama fenomenal yang membuatku melayang...Aku pun seakan berada di sebuah istana megah dengan seorang pangeran gagah berdiri dihadapanku.Ia memang tak tampan.Sungguh berlebihan rasaku ini.Karena aku masih merasa penasaran,akhirnya aku mencoba mencari profil nya di jejaring sosial...Kumulai dari Twitter....lalu Myspace...lalu Line...lanjut dengan Messanger lainnya...hingga....kuotaku habis....aku tak menemukan akun miliknya.

Tapi tunggu!Rasanya aku melewatkan satu jejaring sosial?ahh Facebook nya!Benar aku melewatkan Facebook Erik.Aku pun meminjam handphone temanku Fani untuk mencari akun Facebook Erik karena aku kehabisan baterai pada Handphone-ku.Dan.....yesss!!!Aku menemukannya!Wajahnya langsung muncul ketika aku menuliskan namanya beserta nama restoran tempat Ia berkarir.Tanpa buang waktu lagi,aku menambahkannya sebagai teman di akun facebook ku sendiri begitu sampai dirumah.

Jantung ini berdebar lebih dari mendengar sambaran petir ketika Erik menkonfirmasi pertemanan di jejaring sosial itu.Aku mengirimkan pesan pribadi untuk menyapanya.Ternyata Ia sedikit sombong padaku dijejaring sosial.Pesanku dibalas setiap 1-2 jam sekali.Beberapa hari kemudian,berbekal rasa penasaran,aku pun masih berkunjung ke restoran tempat Ia bekerja.Kamu tahu apa yang terjadi?Ia menyambutku dengan ramah begitu aku masuk ke restoran itu.

"Selamat datang di Haidesh Restaurant" .....ahh inikah surga?bertemu dengannya seakan....Oh Tuhan tak dapat kuungkap kesenanganku ini.

Seperti biasa aku langsung memesan makanan dan Erik membawakannya ke meja.Persepsiku langsung hilang.Mungkin karena kesibukannya Ia tak banyak bicara denganku di jejaring sosial kemarin.Kulihat Ia hampir tak pernah diam jika sedang bekerja.Restoran itu memang ramai setiap hari nya.Namun Ia selalu menyempatkan diri untuk mengumbar senyumannya kepadaku.

Suatu sore yang panas,aku duduk dikabin rumah untuk melepas lelah dibadanku yang baru tiba dari sekolah.Hari ini ak tak sempat berkunjung ke restoran tempat Erik bekerja.Baru duduk seberapa detik,Handphoneku bergetar.....HAH!!!Mataku terbelalak!

"Hai Sheila,lagi ngapain?"...........Kubaca namanya perlahan.....E...R...I....K......ERIK!!!Tak buang waktu aku membalas chat tersebut dengan ramah pula.

"Hai rik,aku baru pulang sekolah aja nih?kamu sendiri? tanyaku

"Ah lagi duduk aja...oh iya aku dari kemarin lupa kenalin diri ya?"

"ohh hahaha iy gapapa kan itu kelihatan nama kamu siapa"

"tetap aja gak enak...oke kenalin nih,namaku Erik Ibanez aku dari kota Fresco"

"hahaha nama kamu bagus...namaku Sheila...lengkapnya Marcella Valen"

"ohh iya-iya..ngomong-ngomong aku lagi kerja nih,aku cuma mau nyapa kamu aja,jadi ku lanjut kerja dulu ya byee"

Itu hanya percakapan yang sungguh singkat...tapi bagiku,rasa lelah dibadan seharian terasa hilang setelah aku membaca pesan singkat yang Ia kirimkan.Erik Ibanez....senang bertemu denganmu!

4.Neol-Saranghae
Hari-hari selanjutnya kulewati dengan semangat.Tubuhku terasa ringan dan ingin terbang...ahhh terbang bersamanya tinggi dilangit.Sejak aku dekat dengannya,aku sangat sering bertandang ke tempatnya bekerja.Setelah itu aku juga mengobrol dan bertukar cerita dengannya sembari makan siang,Teman-teman Erik juga sering melihat pemandangan itu direstoran tempat mereka bekerja.Mereka terlihat memuji Erik yang mendekatiku.

(Erik sedang apa ya?)

Rasanya pikiranku ini tak bisa jauh darinya.Aku selalu membayangkan senyumannya...tingkahnya...ahh segala tentangnya selalu terlintas dibenakku.Saat aku belajar dan mengerjakan PR,aku sulit berkonsentrasi.

Tanpa terasa musim panas akhirnya tiba...Saat yang menyenangkan untuk menikmati waktu senggang bersama teman-teman.Aku mengajak dua teman karibku Fani dan Nanda serta satu orang lagi teman baikku yang sangat mengidolakan pegulat bernama Jeff Hardy (seorang lelaki) untuk kesebuah tempat.Ya!Apalagi kalau bukan restoran tempat Erik bekerja hehehehe...Dengan mengumpulan keberanian dan rasa nekat,aku menceritakan kedekatanku dengan ketiga temanku ini.

Fani dan Nanda terlihat terkejut sekali mendengar ceritaku.Mereka tak menyangkan aku bisa dekat dengan Erik.Sedangkan temanku satu lagi yang seorang lelaki,hanya santai sambil melahap habis semua makanan yang diatas meja.Huh dasar rakus!

(dari kiri ke kanan:Fani,Aku,Nanda dan Temanku yang mengidolakan Jeff Hardy)

Sambil mendengarkan ketiga temanku yang sedang asyik mengobrol,aku melirik kembali ke arah dapur.Erik sedang mengobrol dengan temannya.Aku memandanginya...hingga teman Erik yang sedang mengobrol dengannya mencolek pundak Erik dan menunjuk ke arahku untuk memberitahunya bahwa aku sedang memperhatikan dia.Erik membalasnya dengan senyuman khas nya sambil melambaikan tangannya kearahku.

Aku tak sanggup menahan rasaku sendiri...hingga akhirnya aku membuat kesimpulan...Aku Mencintai Dia <3

5.First Date?!
(Selalu menyiapkan dengan cara terbaik untukku)

Sunggu hari yang panjang untukku.Aku menunggu Erik untuk membalas pesan singkatku lewat jejaring sosial.Namun.....ya ampun ini sudah seharian penuh.Sejak kubuka mataku dipagi hari,hingga mau kututup lagi untuk tidur malam harinya,Ia samasekali tak menjawabku.Aku sempat kesal mengingat sudah beberapa hari belakangan ini Ia tak menghubungiku seperti sebelumnya.

Kucoba untuk bersabar...lebih sabar lagi....jauh lebih sabar....bahkan berkali-kali lipat sabarku ini.Namun hingga jam berdentang di tengah malam,Ia tak juga menghubungiku.

"Ah sudahlah...dia hanya mempermainkanku!" gusarku dalam hati.

Langsung kuarahkan ibu jariku ke tombol "off" untuk mematikan Handphoneku...

"1 Message Receieved"

Astaga...haruskah kumenunggumu hingga lebih dari 20 jam?Akhirnya Ia mengirimkan sebuah pesan singkat.

"Sheila!!!Maaf ya dari kemarin aku gak sempat hubungi kamu,aku sibuk nih"

"hahahaha gapapa kok kamu sibuk ya?"

"iya sibuk banget capek...oh iya kamu besok hari malam ada waktu gk ?"

"hmm ada kok...kenapa? (aku senyum-senyum seakan tahu apa yang Ia maksudkan)

"Besok malam aku tunggu kamu ya di restoran La Fin seberang menara emas jam 7 malam....meja nomor 6,dandan yang cantik ya"

Setelah pembicaraan itu usai....aku mencubit pipiku dengan keras...

"ini pasti mimpi" itulah yang muncul dalam benakku...Erik mengajakku berkencan!

6.Kamu Cantik Sekali Malam Ini
(Kusiapkan Wajah dengan Make-Up)

Janji yang dibuat antara aku dan Erik adalah jam 7 malam.Namun sejak 2 jam sebelumnya aku sudah bersiap-siap.Sehabis mandi,ku tata wajahku dengan balutan make-up lembut serta hairspray dan lipstick agar rambut dan bibirku terlihat baik.Tak lupa juga aku mengenakan gaun putih panjang yang indah supaya aku bisa terlihat anggun dihari yang mengesankan ini.

(Gaun Putih yang istimewa untuk saat yang istimewa)

Gaun ini hanya kupakai pada saat tertentu saja.Tak disetiap pesta kukenakan.Namun karena ini adalah kencan special,makanya kupakai.Ah rasanya tak sabar untuk menunggu.Temanku yang sangat mengidolakan Jeff Hardy (Bisa klik link nya kalau mau tahu siapa namanya) lalu memanggilkan taksi dengan motor butut nya itu.

Sambil menunggu,Aku kembali memeriksa penampilanku.Bahkan sempat terpikirkan apa kata-kata yang harus kugunakan saat makan bersamanya?Bagaimana caranya aku berterima kasih padanya?Ahh semua itu membuatku bertambah gugup.Tak lama,Taksi pun datang siap untuk menghantarku ke restoran La Fin.

Pukul 6 sore aku berangkat dengan taksi berwarna biru muda yang khas.Perjalanan sedikit tersendat karena kemacetan kota metropolitan ini sungguh padat.Kesabaranku kembali diuji disini.Rasanya aku ingin cepat sampai di restoran itu.Kembali pula aku bergumam didalam hati...

"Kalau aku terlambat bagaimana ya?"

"apakah dandananku sudah oke?"

"apakah..ini....apakah...itu?".......Perasaan ini sungguh galau tak keruan.

Disaat sedang berdiam itu...."Nona,sudah sampai di La Fin" Ujar Supir taksi mengangetkanku

(Turun dari taksi aku disambut oleh penerima tamu...ah seperti tuan putri di dongeng saja...terima kasih)

Hah sudah sampai?Astaga aku pasti tak berkonsentrasi.Aku turun dari taksi dengan perlahan dibantu oleh penerima tamu direstoran itu.Rasanya benar-benar seperti tuan putri yang disambut diistana pangerannya.Penerima tamu itu menyambutku dengan ramah dan tanpa bertanya langsung menebak dengan tepat.

"Selamat Malam nona Sheila,meja anda sudah disediakan oleh saudara Erik,mari saya antar"

(Aku disini menunggumu...)

Nuansa dan iringan musik klasik membuat perasaan ini bagaikan disebuah istana. Namun aku harus menanti kedatangan Erik.Sambil menunggu sesekali aku melihat keluar...Handphoneku berbunyi..."Pasti ini Erik" gumamku senang....Akan tetapi persepsiku salah...ternyata itu adalah temanku yang mengidolakan Jeff Hardy itu...huh menganggu saja hahahahha.

Hampir setengah jam menunggu...Aku mulai bosan dengan hanya duduk dan berdiri.Para pemain musik langsung mencoba menghiburku dengan memainkan lagu instrumen dari Adera-Melewatkanmu dilanjutkan Glen Fredly-Akhir Cerita Cinta...dua lagu yang membuatku terenyuh.Tiba-tiba....suara langkah kaki terdengar...

"Selamat Malam nona Marcella Valen" suara yang khas ditelingaku.

"Selamat malam" aku membalas asal suara itu...dan Ahh akhirnya Erik datang!

(CATATAN DARI PENULIS:Senyum Boleh...tapi jangan keseringan...ntar kering tuh gigi #ups)

Kami langsung saling melempar senyum seperti biasa,namun kini dengan kesan yang berbeda.Setelah memesan makanan dan minuman,kami langsung saling memandang.Oh indahnya saat-saat seperti ini.Aku sangat yakin ini bukanlah mimpi.



(Saling berpandangan)

"Kamu cantik sekali hari ini"

Tanpa sadar,wajahku menjadi merah...malu setelah mendengarnya....Beberapa menit selanjutnya,pelayan membawakan pesanan kami ke meja,dan makan malam diiringi musik klasik yang romantis pun dimulai.

7.Jadi...Kamu Sudah.......?!
Percakapan kami yang biasanya hanya sebatas di chatting jejaring sosial,kini menjadi tatap muka secara langsung.Setelah selesai makan,aku membuka percakapan dengannya:

Aku: "Jadi Rik,kamu sebetulnya udah punya pacar belum?"

Erik: "uhmm....Emang tipe laki-laki yang kamu suka kayak gimana?"

Aku: "Aku gak punya tipe khusus,asalkan aku sudah suka tinggal jalanin aja"

Erik: "ohh,terus kalau dengan aku?"

Pertanyaan itu menyambar hatiku...bagaimana aku menjawabnya?Lalu aku terdiam beberapa saat menundukan wajahku darinya.Tiba-tiba saat aku sedang terdiam,dia menggandeng tanganku,dan mengajakku ke tengah restoran itu.Erik memberikan kode kepada pemain musik agar mengganti musik yang mereka mainkan...Ternyata musik berganti menjadi Waltz of the Moon.Kami pun berdansa bersama pasangan lainnya.Tapi aku merasa kami hanya berdua saja menikmati saat-saat indah seperti ini.

Tak lama berdansa,kami memutuskan untuk kembali duduk ditempat kami yang baru saja dirapikan oleh pelayan restoran.Aku hanya mampu menundukan wajahku karena malu bercampur senang.

(Ia menggenggam hangat tanganku)

Hingga aku angkat kembali wajahku dan menghela nafas panjang untuk menjawab pertanyaan yang tadi Ia tanyakan padaku.Namun sebelum aku bicara Ia sudah mulai duluan,Ia menggenggam tanganku dengan hangat:

Erik: "Sheila,aku mau jujur,aku suka sama kamu,lebih jujur daripada aku berbohong"

Aku: "Hmm..(senyum) kamu bercanda ya?"

Erik: "kok gitu?"

Aku: "hahahahha....yasudah,mungkin inilah saatnya aku juga harus jujur sama kamu,Aku juga...
           suka sama kamu...

Lalu setelah mengatakan demikian...baik aku maupun Erik tak ada yang bicara sepatah kata pun.Aku hanya tersenyum...rasanya semua yang kupendam selama ini tersampaikan...namun yang membuatku heran,wajah Erik mendadak berubah menjadi seperti orang yang sedang cemas.Apakah ada sesuatu yang ingin ia sampaikan padaku?

Hening.......diam....dan detak jantung yang berdetak kencang....Erik mulai bicara lagi

Erik: "Kita bisa melakukan semua ini...tapi hanya dari belakang"

Aku: "maksud kamu?"

Erik: "iya kita....uhmm...."

Aku: "iya kita kenapa? (sambil meminum minuman yang ada didepanku)"

Erik: "uhmm...Sheila maaf,aku....aku sudah menikah"

(Sheila tersedak minuman saat mendengar pengakuan dari Erik)

Aku: *pyur...Uhuk,uhuk,uhuk...jadi ka...mu....uhuk..uhuk...

Erik: "Kamu gapapa?

Aku: "Jadi kamu udah nikah?" (Perlahan air mataku mulai meleler keluar)

Erik: "iya...maaf,tapi kita tetap bisa jalanin dari belakang (backstreet) kan?

Aku tersedak minuman sambil seakan tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar.Seluruh beban dunia ini seakan menekan kepalaku.Aku sungguh tak percaya...Erik,mengapa kamu tak mengatakan sejak awal?

Kami saling diam seribu bahasa...helaan nafasku sesekali terdengar memecah keheningan.Air mataku juga tak terbendung.Dinginnya AC bagaikan menusuk tulang hingga ke akarnya.Ia mulai berkata lagi..

Erik: "Sheila,please dengerin aku....kita ini saling suka kan...maafin aku....aku cuma pengen kamu                dewasa dan mengerti situasi aku dan kamu yang berbeda...aku lebih jujur sekarang daripada              menyesal nanti"

Aku: "Rik,aku juga suka sama kamu...aku gak mandang kamu itu pelayan atau apa...tapi kamu milik            orang lain..."

Erik: "Aku bahagia bisa disayang sama kamu...makanya kita akan bahagia bersama"

Aku: "Gak bisa dengan cara itu Rik...kebahagian itu tidak berpihak padaku...kita gak bisa bahagia                bersama..kamu sudah beristri,kamu harus jaga istri kamu.Cinta kamu cuma utk dia seorang"

Aku pun langsung bergegas mengambil tas tanganku dan keluar dari restoran itu....tanpa pamit atau lainnya.Aku tak memperdulikan orang sekitar yang melihat kejadian itu.Erik tidak mengikutiku....Dia membiarkan aku pergi...

8.He's Not Yours

Pulang kerumah...aku menangis pelan...Kulihat semua orang rumah sudah tertidur lelap.Perlahan kumasuki ruang kamarku.Tanpa berganti baju atau menghapus make-up diwajahku....aku terlelap.

"Dia Bukan untukmu!"

Didalam mimpiku,terdengar suara...muncul seorang lelaki...tubuhnya pendek kurus dan tampak tak terurus...wajahnya tak terlihat tertutup rambutnya yang panjang.Hanya mata sebelah kiri yang terlihat sedikit.Hah..sepertinya aku kenal siapa dia....namun ragu apakah aku mengenalnya....

Aku: "Kamu bicara padaku?"

Dia :   ..................................

Aku: "Kenapa kamu diam?"

Dia : ...................................

Aku: "Hmmm...kamu mendengarku?"

Tiba-tiba orang itu menghilang...tapi kembali terdengar....

"Dia Bukan Untukmu"

Seketika aku terbangun oleh colekan keras mamaku...."Eh bangun,sekolah kan?" ASTAGA!!!
Aku lekas berlari menuju kamar mandi...Tapi kenapa aku sulit berlari...Astaga...aku belum berganti pakaian sejak semalam.Aku masih mengenakan gaun yang kupakai.Acak-acakan dan make-up ku pun luntur sana-sini.Terlintas apa yang telah terjadi semalam....Kuusir bayang-bayang itu dan langsung mempersiapkan diri untuk sekolah.

Aku hanya termenung disekolah.Sampai-sampai guru kelasku menegur keras.Fani dan Nanda juga merasa heran kenapa aku terus seperti itu hingga selang beberapa hari.Huftt...aku langsung merasa menjadi orang yang paling sial didunia ini...Ada rasa rindu,namun rasa kecewa ini tak mampu terbendung...air mata pun kembali menetes....Aku menangis tersedu-sedu mengiringi hujan diluar yang sedang deras mengguyur jalan.

9.Don't Cry for him
"Beteeeeeeee" teriakku dari dalam kamar...

Tak ada yang menanggapi teriakanku...Oh iya,rumah sedang sepi.Semua sedang keluar...aku hanya sendirian dirumah.Kesepian...aku rindu dengan...ah tidak...tidak.

Tanganku gatal ingin melihat apa yang terjadi di jejaring sosial...Tapi bagaimana kalau ada Erik?ahhh...sungguh bosan....Jadi inikah hidupku?

"Aku sudah tak tahan...rindu dengannya" pikirku

Kuraih Handphoneku dan terlihat percakapan terakhir dengan Erik...kembali teringat 3 hari lalu.Aku merasa senang dan menanti hari dimana aku dan dia bisa bertemu...setelah menunggu berhari-hari...hanya kekecewaan yang kutelan dalam diri ini.Kupenjamkan mata...kupijat tombol enter...

"hei...kamu dimana?3 hari udah kita gk ketemu lagi sejak minggu malam....dan seteerusnya....Kupandangi terus layar handphoneku...

5 menit berlalu.....Mungkin dia sibuk
30 menit berlalu...Kemana ya dia?
1 Jam berlalu........Ah,,,,bosan menunggunya,tapi nanti sebentar lagi juga dibalas...
2 Jam...3,4,5...10...15...20 jam......Hah?sudah seminggu?

Jadi...sejak saat itu,Ia tak pernah menghubungiku lagi...meskipun kesal aku tetap saja merindukannya.Hingga suatu malam dimana....

"Sheila!!!" Suara gadis muda mengagetkanku...ouhh itu pasti Vani.Aku langsung keluar dan mendapati mereka membawa mobil untuk mengajakku keluar melepas kegalauan sesaat.Ah ini yang aku kubutuhkan!Aku berganti pakaian dan langsung pamit pada orang tuaku untuk ikut dengan dua teman akrabku itu.

Kami berhenti disebuah kedai jus untuk menyegarkan tenggorokan dengan jus buah segar.Aku dan teman-teman tak turun dari mobil karena kedai itu terlihat penuh dan sesak dengan pengunjug.Maklum lah...malam minggu...Baru ingin menyeruput Jus alpukat yang kubeli...."Battery Low Please Connect Your Recharger".....Menyebalkan!Baterai habis disaat seperti ini!

"Yah baterai gw habis lagi,ada yang punya recharger portable gak?" Kataku kesal

"Yah gak bawa Sheil" Pungkas Nanda

"Gw juga gak bawa lagi..emang lu mau ngapain?" tambah Fani

"Gw mau buka Facebook...tadi di-tag ama temen gw yang suka Jeff Hardy...biasa blog nyatuh aneh-aneh isinya" Jawabku sambil tertawa kecil

Lalu Nanda meminjamkan Handphone miliknya.Tanpa buang waktu aku membuka Facebook milikku...Login...password....Baru saja akun milikku terbuka,sebuah foto mengejutkan terpampang di beranda Facebook-ku itu....

(Erik Ibanez Mengubah Status Hubungannya Menjadi MENIKAH dengan Rani Nero Ibanez)

Aku lemas tak berdaya,,,seakan tak percaya...Ia tak membalas pesan singkat yang aku kirimkan sejak seminggu lalu tapi Ia sanggup merubah foto profil dan status hubungannya...Saking lemasnya,aku hampir menjatuhkan gelas jus yang aku pegang ditangan kiriku.Tanpa sadar...aku menangis saat itu.

"Eh Lu kenapa?kok nangis?" Tanya Fani

"Oh gapapa kok,ini jus nya pedas  (sambil menyeka air mataku segera)"

"Dih ngaco lo jus kok pedas" Ujar Nanda kebingungan

"Eh maksud gw,ini mata gw pedas kelilipan kena debu kali ya" Jawabku terbata-bata

(Teganya kamu...)

Sekitar setengah jam aku terus memandangi foto itu...aku hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi.Kedua temanku tak mengetahui apa yang kutangisi barusan.Setelah itu,mobil kembali berjalan pulang kerumah kami masing-masing.Sungguh...inikah malam minggu?

10.The Past Still The Past
(Hanya bisa...menangis)

Kukurung diriku sendirian didalam kamar...kututup semua pintu dan jendela...bahkan kumatikan Handphoneku...Aku kesal dan tak kuat menahannya...jadi selama ini apakah dia mempermainkan aku?apakah dia bicara soal cinta sebatas hanya dimulut saja?Tapi aku pun berbalik tanya terhadap diriku sendiri....

Iya sih...aku ini siapa?Memang nya aku bisa bersatu dengan dia?hmmm....galau....ku nyalakan MP3 ku dan kusambungkan ke telingaku...Aku ingin tenang sejenak...mencoba melepaskan diri dan bahkan melupakan apa yang terjadi padaku.

Lirik sendu dari musik yang kupasang...ahh membuat sunyi suasana hati yang panas...

"Kini harus aku lewati....Sepi hariku tanpa dirimu lagi"
"Biarkan kini ku berdiri melawan waktu tuk melupakanmu"

Hah dimana aku?....aku menemukan diriku disebuah tempat yang tak kukenal....Tempatnya sangat sunyi dan gelap...Seketika semua menjadi terang ketika seorang muncul diterangi sinar lampu 5 watt...aduh siapa sih orang ini...wajahnya masih tak terlihat tertutup rambutnya yang panjang.

(Rasanya aku mengenalnya)

Aku: "Lu yang kemarin kan?Siapa sih Lo?Ini dimana?"

Dia :  .............(melirik ke arahku)

Aku:  "Ih ditanya kok gak jawab"

Dia :  .............

Aku:  Ih cuek banget sih...gak peka...

Akhirnya Ia mulai bicara....

Dia : "Siapa Aku?Aku adalah malaikat pencabut nyawa!Aku disini untuk menjemputmu!

Aku: "HAHHHHH GA MUNGKIN!!!Gw belum mati!!!

Dia : "Lalu apakah kamu pikir ini duniamu?"Ini alam baka!

Aku: "TIDAKKK!!!!

Tiba-tiba orang itu mendekatiku sambil menepuk pundakku dan...

Dia: ..........HAHAHAHAHAHAHA Sheila..kamu ini gampang banget dikerjain ya!

Aku: "Hah?jadi kamu cuma bercanda kan?"

Dia : Iyalah,mana mungkin aku setega itu...tapi disini aku punya nasihat untuk kamu

Aku menyeka rambutnya supaya aku bisa melihat wajahnya...dan ternyata benar dugaanku.Ia adalah temanku yang mengidolakan Jeff! 

Aku: "Dasar kamu ini,lebay kayak biasa!"

Dia:  "Hahahahaha maaf-maaf...jadi kamu mau dengerin aku atau tidak?"

Aku: "Iya aku dengerin kamu selalu kok"

Dia:

"Mencintai milik orang lain dengan alasan apapun...APAPUN itu...tetap saja tak bisa dibenarkan.Memang benar tak ada ada yang salah dalam mencintai.Apalagi jika si dia juga mencintai anda.Ia telah menyambung tali cinta dengan yang lain.Yang seharusnya dia mencintai miliknya sendiri,tapi dia malah mencintai anda juga?

Bukannya tidak mungkin suatu hari nanti di malah melirik orang lain bukan?Ini berarti Ia bukan orang yang setia.Justru kamu harusnya senang bila mendekati seseorang yang sudah punya namun dia tak membalas cinta anda.Itu berarti,Ia orang yang setia dengan pasangannya.

Lain hal lagi jika anda hanya sebatas kesenangan untuk dia.Kamu berharap mendapatkan perhatian dari dia.Ketahuilah,seorang nahkoda tak akan mampu menjalankan dua kapal sekaligus dalam waktu bersamaan.

Selanjutnya pikirkan apa yang orang sekitar pikirkan tentang kamu nantinya.Teman-temannya pasti tahu apa yang kamu lakukan.Akan lebih baik jika kamu meninggalkan dia...Jika kamu menyayangi dia,tinggalkan dia...doakan dia supaya dia menjadi orang yang baik...ku tahu kamu pasti akan berat untuk melepaskannya...namun pikirkanlah semua ini dengan hati nurani-mu bukan dengan ego

Percayalah...kamu adalah wanita baik yang diciptakan Tuhan...Tuhan telah menjamin bahwa kamu akan mendapatkan yang terbaik...Tuhan mencipta diluar akal pikiran manusia!Jangan menangis lagi untuknya...simpanlah air matamu untuk saat yang membahagiakan dirimu...Air matamu nanti akan menjadi yan terakhir untuknya....Be strong and Keep Safe!

Seketika setelah Ia selesai bicara aku pun terbangun....dan benar...aku kembali menitikan air mata.Aku bingung apa yang harus aku lakukan....Namun...aku adalah orang yang kuat dan sabar.Aku harus tabah!

11.No More Tears
Aku merasa jauh lebih lega....seakan aku hidup kembali.Aku pun mencoba untuk melepaskan diri dari Erik secara perlahan.Hari itu,matahari bersinar cerah menyilaukan pandangan...seakan menjadi refleksi diriku saat ini.Aku kembali bersinar bagi hidupku!

"Eh laper nih,makan siang yuk" Tanya Nanda

"Ayo dimana?" Jawab Fani

"Coba di restoran La Fuerte Persona Yuk! Timpalku

"Lah biasanya lu ajakin ke....(langsung kututup mulut Fani dengan tanganku)

"Yuk La Fuerte aja" Kataku sambil menarik tangan kedua kawanku itu...mereka tampak bingung

Sampai direstoran La Fuerte Persona,kami pun langsung berfoto bersama,dan meng-upload nya di Facebook...dengan judul:

(Foto Baru Berhasil diunggah)
(Tetap Kuat dan Semangat!!!Jangan Lupa senyum! Tagged with-Fani and Nanda @Restoran La Fuerte Persona)

Aku adalah orang yang kuat dan tabah...semua yang aku alami,akan membuatku berdiri lebih kokoh!

TAMAT!

Welcome back to X-E Blog!
Wahhhh cerita yang sungguh panjang!Ini adalah rekor menulis blog paling lama sepanjang sejarah X-E per tahun 2015.Cerita ini gw ambil dari kisah nyata seorang teman yang galau berat.Gw harap dengan cerpen ini,Ia bisa kembali cheer up!Oh iya untuk menghargai privasi dan keamanan identitas para tokoh,gw menyamarkan nama-nama tokoh yang ada didalam kisah diatas!

So thanks for Visit,and Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!

Cast:
1.Marcella Valen/Sheila: Seohyun (SNSD)
2.Erik Ibanez: Jung Yong Hwa (CN BLUE)
3.Fani: Tiffany (SNSD)
4.Nanda: Kim Taeyeon (SNSD)
5.Rani Nero Ibanez: Park Shin Hye
6.Kristoforus Pratama: Jeff Hardy

Special Thanks to:
1.Someone
2.Mario Teguh Golden Ways