Rabu, 17 Februari 2016

Cinta atau Harta? (Sharing)

Welcome to X-E Blog!
Oke pada malam yang mendung ini,gw akan sedikit berbagi tentang kisah kecil yang baru saja gw dengar.Kisah ini memang menarik dan ironis.Pertama-tama kita bahas dulu sedikit tentang "cinta".

Menurut berbagai sumber yang gw kunjungi,pengertian cinta kurang lebih dua insan yang bersatu atas kasih satu sama lain.Jadi kurang lebih yang namanya suatu hubungan membutuhkan dua (tidak lebih dan tidak kurang) cinta.Akan tetapi yang alami ini memang sungguh menakjubkan.

Alkisah gw sedang pergi keluar dimalam hari untuk mencari makanan.Gw pun berhenti di tukang ketoprak yang letaknya persis depan gang rumah gw.Kebetulan tukang ketoprak tersebut bersebelahan dengan toko obat kecil.

Saat sedang menunggu pesanan yang sedang dibuat (antre cukup banyak,maklum deh jam lapar) gw melihat ada dua orang yang menunggangi motor sport bermesin besar (baca:Honda CBR) berhenti didepan di toko obat yang dimaksud.Setelah mereka melepas helm masing2 gw pun langsung mengenali mereka.

Si penunggang kuda besi adalah teman seangkatan gw waktu SD sebut saja Rico sedangkan yang perempuan adalah teman kuliah gw sebut saja Siska.Mereka nampak membeli sesuatu ditoko obat.Hmmm...gw sempat bingung mereka membeli apa kira2?Obat anti-hamil kah?ups...maaf.

Mereka pun terlihat mengalami nasib yang sama seperti gw yakni mengantre lama.Malam itu toko obat terlihat cukup ramai.Ada sesuatu yang aneh ketika gw melihat mereka berdua.Mereka bergitu mesra satu sama lain.Bukankah.....?

Gw pun akhirnya memutuskan untuk menyapa mereka selepas mereka beranjak dari toko obat (ternyata mereka membeli minyak kayu putih dan obat flu).Kira-kira percakapannya seperti ini...

"woi Siska! ngapain?" tanya gw

"wuihh beli obat nih... ngapain lu?" jawab Siska

"lagi beli ketoprak nih laper" gw jawab lagi

"Oh iya uda kenal kan?" Tanya siska sambil menunjuk Rico

Tentu aja gw kenal ama cowoknya.Meskipun gak gitu dekat dulu tapi setidaknya gw kenal ini orang.Sempat gw mengerenyitkan dahi saat melihat mereka berdua begitu mesra didepan gw.Karena sejauh yang gw tahu Siska sudah mempunyai pacar dikampus sebut saja namanya Anton.

Ditengah kebingungan itu,seakan mempersilahkan gw untuk mengobrol dengan Siska,Rico pamit sebentar untuk membeli rokok diwarung.Cowok bertinggi 180an itupun beranjak dengan motor besarnya.Lah padahal dibelakang gw ada warung rokok...ngapain jauh-jauh?

(Nah Loh?)

Gw pun langsung menyambar dengan pertanyaan...

"Sis,lu masih jalan kan ama si Anton?" tanya gw dengan frontal

"Masih sih...cuma gw mau putusin" jawab nya dengan nada lirih

"Lah kok?" penasaran banget gw jadinya

"Iya...lu kan gak tau,gw orangnya gak bisa kena panas dan debu lama-lama...kalo jalan ama Anton pasti naik motor.Udah gitu,kalo jalan gak mau ke mall tapi ngajaknya ke kaki lima kayak nih ketoprak (padahal dia gak tahu gw lagi beli ketoprak) kan bosen lama-lama gw....Katanya sih biar hemat...tapi lu jangan ngomong2 ke dia dulu ya" jawab Siska yang membuat gw terkejut

"ouhh...jadi kalau ama si Rico?" Tanya gw

"iya pasti beda lah...Rico orangnya lembut terus pengertian juga.Meskipun dia punya motor tapi dia selalu ajak gw naik mobil kalo ajak gw jalan...jadi gw gak panas-panasan...Abis tuh dia juga cakep kan?" jawab dia sambil tertawa centil

"udah berapa lama lu jalan ama Rico?" tanya gw lagi

"Udah 4 bulanan kris"

Alangkah terkejutnya gw dengan ceritanya itu....Seakan apa yang gw lihat dikampus selama ini merupakan halusinasi yang begitu nyata.Siska dan Anton terlihat akur-akur saja dikampus dan tidak ada samasekali sikap yang menunjukan bahwa hubungan mereka sedang diujung tanduk.

Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah alasan Siska yang ingin meninggalkan Anton demi Rico.Memang gw akui,Anton memang bukanlah cowok yang terbilang golongan mampu jika dibandingkan dengan Rico.Namun jika alasan utama Siska hanya karena harta dan tampang....I'm feel sorry to Anton.

Bayangkan saja jika semua wanita memiliki prinsip yang sama seperti Siska...apa jadinya kira-kira?Anton memang bukanlah anak orang kaya,namun Ia masih mampu bekerja menghasilkan uang sendiri disamping melanjutkan kuliahnya.Bukankah itu hal yang baik?


Siska terus "mengoceh" membandingkan pacar lama dengan pacar barunya itu.Tak beberapa lama kemudian,Rico kembali dengan sepuntung rokok menyala dijarinya.Siska pun langsung pamit sembari naik ke motor Rico untuk pulang.

Gw pun duduk termenung mengingat apa yang diceritakan Siska barusan.I mean...C'mon this is 2016 man!Masih ada aja orang yang memandang orang dari kantong yang belum tentu tebal karena usaha mandirinya atau bekerja sendiri?

Saking bengongnya...gw gak sadar ketoprak pesanan gw sudah jadi.Kembali ke rumah,gw sempat menceritakan hal ini ke bokap gw dan dengan santai bokap bilang...

"Kalo lu sukses dan kaya,cewek dateng sendiri nanti!Gak usah pusing"

Pertanyaan yang selalu gw tanamkan dalam hati mengenai hal itu sejak dulu...."So...women are gold-digger?"

Teman-teman wanita sekalian...bagaimana menurut anda?

Just want to share....Thanks for visit and Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!

2 komentar:

  1. Interesting :)
    Imho, finding 'financially-well' guy doesn't make the girl become a 'gold-digger'. Despite of the fact that girls can earn their own money, they still need someone to support them more and give them some 'insurance'. But ofc.. Cheating suck, it's not a right thing to do. Well, I think being a girl means we should be more independent. If the girl isn't ready to have a relationship with 'lower salary' man, she shouldn't do it in the first place. That's why we should be selective to choose our partner, don't say "aku terima kamu apa adanya" thenn after having the relationship, they cheat to find the better person. I mean if u wanna date a rich guy, go for it. Date a rich guy. If u wanna date a beautiful super model woman, date one. Don't expect someone to change and run if they don't. Don't make someone love u if u just wanna break her/his heart :)

    Sorry xlo oot :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. it's a mistake to chose her in the first place....And i'm feel bad o the man...he do the best but the girl didn't respect the best she could...

      Hapus