Tampilkan postingan dengan label seohyun snsd. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seohyun snsd. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Desember 2015

Don't Go (Sheila Series Part 3)

Bacalah Kisah Dibawah Ini Dengan Sesama!
1.A New Beginning
Part 1:Klik Disini
Part 2:Klik Disini

Aku terduduk dibangku taman yang asri itu.Memandangi lingkungan sekitar yang dihiasi kehijauan dan udara segar.Burung yang berterbangan sambil berkicau merdu dan bunga yang bermekaran menyejukan hati ini.Namun...mengapa aku sendirian saja disini?

Seekor kupu-kupu terbang di atas kepalaku dan sesekali menyentuh helai rambutku.Kupu-kupu berwarna kuning keemasan itu lalu hinggap dikeningku.Aku pun tersenyum kecil dan berusaha meraihnya.Dengan sekejab,Kupu-kupu itu terbang lagi....dan hinggap sesaat di jari-jari manisku.Lalu ia terbang lagi dan secara mengejutkan ada suara yang berbicara padaku....
(Sheila)

"Sheila...ikutlah denganku" suara itu memanggilku

Kulihat sekeliling...dan tidak ada orang disana...sekali lagi terdengar suara yang sama.

"Sheila...ikutlah denganku"

Seketika aku pun terkejut amat sangat,setelah tahu bahwa yang berbicara adalah kupu-kupu itu.

"Kamu bisa berbicara?" Tanpa ada jawaban,ia terbang mendahuluiku

Aku kemudian berdiri dan mengikuti kupu-kupu itu...Ia menuntunku ketengah taman itu.Kemudian,secara ajaib Kupu-kupu itu pun menghilang...lenyap...bagaikan ditelan bumi.Tak sampai berapa detik...terdengar langkah kaki seorang dibelakangku.Kulihat pria itu dengan tatapan bingung dan penuh tanya karena wajahnya tidak bisa kulihat dengan jelas.

(Ia mendekatkan wajahnya ke arah wajahku dan....)

Pria itu terus berjalan kearahku.Meskipun wajahnya tak terlihat,aku seakan mengenal nya begitu akrab.Langkahnya melambat ketika ia mulai mendekat denganku.Ia membelai rambutku dengan halus.Aku merasa aneh...padahal aku tak pernah bertemu dengannya,tapi rasanya aku pernah merasakan belaian lembut ini sebelumnya.Ia pun merangkulku dan mendekatkan wajahnya kearah wajahku seraya menyebutkan namaku dengan halus..."Sheila"...Lalu Ia mencoba mencium bibirku dan...

*KRINGGGGGGGG!!!!!
Mataku terbuka dengan penuh kejut....Ahhhh...ternyata yang tadi hanya mimpi.Huh,sial,padahal sedang asik-asiknya.Kumatikan jam weker yang membangunkanku...Terima kasih jam weker,karena kamulah momen indahku dalam mimpi sirna.

(Ahhhh Sebel!Kenapa cuma mimpi!!!!)

Melihat sekeliling kamar...mataku langsung tertuju pada sebuah foto yang terpasang didinding...Sebuah foto kejadian yang tak akan pernah kulupakan...foto saat perayaan ulang tahunku yang ke 17 beberapa waktu lalu.Hari itulah jalinan cintaku dengan Sherwin dimulai.

Kuaktifkan Handphoneku yang kuletakan disamping lampu tidur.Saat itu juga,Handphone bergetar dan menunjukan catatan pengingat pada bagian kalender...Begitu kubaca...aku pun langsung tersenyum penuh kejut...

"Pengingat Hari Ini...Jam 9 pagi pergi bersama Sherwin ke Bioskop Vivens Imago"

Ahh yes!!!Hari minggu ini aku ada janji kencan dengan kekasih tercintaku Sherwin :) 

2.Sunshine of Love
(Saat melihat reminder di Handphoneku)

Setelah mandi dan berdandan rapi,aku langsung menghubungi Sherwin.

"Hai Win,jadi kan kita pergi hari ini?" Tanya ku membuka percakapan telepon

"Jadi dong my hubby,kamu dah siap?" jawabnya dengan semangat

"Udah siap nih,tinggal nunggu kamu jemput" tuturku

Kututup telepon itu dan membereskan keperluan pribadi kedalam tas ku.Kemudian handphoneku berbunyi.Kukira Sherwin meneleponku lagi,tapi ternyata begitu kulihat itu adalah telepon dari sahabatku Nanda.


"Sheil,boring nih,jalan yuk" Suara khas Nanda terdengar setelah aku mengangkat teleponnya

"Jalan?" tanyaku bingung

"Iya ini kan hari minggu,jalan lah bertiga kayak biasa" pungkas nya lagi

"Lah gw baru mau jalan sama Sherwin ini Nan" Jawabku

"Nah gw ikut dong,ama si Fani juga nih" mohon Nanda

Sebuah kata-kata yang membuatku cukup dongkol.Sebenarnya aku hanya ingin berdua dengan Sherwin,namun apa daya...meskipun mereka mengganggu tapi mereka tetap sahabat baikku.Akhirnya aku setuju dengan permintaan mereka untuk ikut denganku dan Sherwin.

(Sherwin)

(James)

Keluar dari kamar dan turun kelantai bawah tepatnya ruang tamu,kudengar mama,papa dan kak Dina sedang berbincang bincang santai dengan seseorang.Begitu aku sampai diruang tamu itu,ada seorang lelaki yang tak asing untukku.Ia adalah sepupuku bernama James.Ia tinggal bersama orang tua nya di Amerika dan kebetulan sekali Ia mampir kerumahku.

"Eh Sheil,ini ada James datang dari Amerika" tukas Mama kepadaku yang langsung menyalaminya

"Hai James,lama nih gak ketemu,udah berapa tahun ya?" ucapku berbasa-basi

"wahh 10 tahun ada kali ya,terakhir kamu masih SD" jawab James sambil tertawa

"Loh kamu mau kemana Sheil rapi amat?" Tanya Papaku

"Mau pergi sama Sherwin Pa" Jawabku sedikit malu

"Loh Kan James dirumah,jauh-jauh nih dari Amerika" protes papaku pelan

(Kak Dina)

Kak Dina pun kemudian muncul dari arah kamarnya dan menanyakan hal yang sama seperti papa.

"Eh mau kemana kemana lu kece banget kayak gitu,jangan bilang lu mau pergi lagi?" Tanya Kak Dina

"Iya mau cabut ama Sherwin" jawabku santai

"Jah gw gk diajak nih?boring dirumah..eh ini kan ada James ajak aja yuk jalan liat-liat udah lama gak disini kan dia" Usul kak Dina

"Wahh iya-iya mau banget" teriak James kegirangan

Yahhh....janjinya pergi berdua kenapa jadi beramai-ramai seperti ini?Beberapa saat kemudian,mobil Sherwin tiba didepan rumahku.Sherwin terlihat agak kecewa setelah mengetahui acara kencan berdua kini berubah menjadi acara liburan ramai-ramai.Tapi akhirnya Ia bisa menerima dengan santai.

Setelah Nanda dan Fani datang,kami semua naik ke mobil Sherwin dan mengarahkan diri ke bioskop vivens imago yang letaknya tidak jauh dari rumahku.

3.In The Dark Of Theatre Room
(Nonton Bioskop)
(Barisan Atas dari Kiri ke Kanan:Matt,Fani,Jeff)
(Barisan Bawah dari kiri ke kanan:James,Nanda,Kak Dina,Aku,dan Sherwin)

Sesampainya di Mall Coconut Ivory tempat bioskop Vivens Imago yang kami maksud,kami langsung "ngibrit" ke bioskop tersebut.Sudah kuduga sebelumnya...bioskop begitu ramai karena film yang kami tonton memang terbilang cukup populer.James yang mengantri membeli karcis mulai lelah terus berdiri.Disinilah kejadian unik dan kebetulan terjadi.

Didepan James berdiri seorang pria berpenampilan lusuh dan berambut gondrong berwarna pelangi dengan tato tribal....setelah kudekati...ASTAGA!...Itu Jeff!!!

"Loh Jeff,kamu ngapain disini?" tanyaku penuh kaget

"Mau cari cewek....ya mau nonton lah" jawabnya penuh canda seperti biasa

"eh ini sepupu aku yang dibelakang kamu,namanya James" kataku lagi

lalu keduanya saling berjabat tangan sembari saling berkenalan.

"Ouh halo nama saya Jeff,senang bertemu"

"hai saya James senang bertemu juga"

Tiba-tiba,Sherwin mendekat dan tatapannya langsung tajam melihat Jeff.Aku langsung mengusap lengannya dan mengatakan semua ini serba kebetulan karena memang aku tak tahu Jeff juga datang kemari untuk nonton.Tak hanya itu,Ia kesini tidak sendirian,melainkan dengan saudara nya bernama Matt yang baru saja membeli popcorn ukuran ekstra besar.

"Wuih ada Sheila,bisa bagi-bagi nih popcorn segini banyak" kata Matt kepada kami disusul decak kagum dan tawa lepas.

Akhirnya kami pun memasuki ruang bioskop yang dibuka.Satu per sat kami masuk dengan santai kecuali Matt yang sibuk membawa popcorn ukuran raksasa dikedua tangannya.Kami sampai tak berhenti tertawa melihatnya.Kami semua duduk dikursi yang berdekatan letaknya.

Lampu bioskop mulai redup dan film pun dimulai!
Selama film diputar,Sherwin tidak ada habisnya menggenggam tanganku dengan erat.Katanya biar aku tidak kedinginan.Ah..hangatnya tangan kekasihku ini.Sesekali juga Ia mencium keningku sampai-sampai aku grogi dibuatnya.Untunglah teman-teman yang lain tidak melihat kami berdua terlebih Jeff dan Matt yang malah asik berebutan popcorn.Selain gelap sepertinya film ini memang jauh lebih menarik hahahaha.

4.Quality Time
(James menanyai Sherwin soal hubungannya dengan Sheila)

Setelah film selesai,perut keroncongan tak tertahankan.Kami langsung naik kelantai atas untuk mengisi perut dan melanjutkan obrolan kami.Matt dan Jeff juga turut diajak namun mereka menolak dengan alasan pribadi.Jadi kakak beradik itu langsung pulang.

Kami berhenti disebuah restoran dilantai atas mall itu.Disitu aku memesan beberapa menu favorit seperti Chicken Butter,Tamarind Soup,Canned Fish dan sebagainya.Sebagai minuman aku memesan black carbonation water.Saat aku tengah sibuk memilih menu,kulihat James sedang berbincang dengan Sherwin.

"Win,lu udah berapa lama ama sepupu gw?" tanya James

"Hahahaha Kepo juga lu" canda Sherwin

"Gw kan penasaran man!" kata James

"Hmmm...baru berapa bulan kok,jadia pas dia ultah kemarin" jawab Sherwin santai

"Ouhh belum lama dong berarti ya,awalnya ketemu ama dia gimana?" tanya James lagi

"Ya gw pertama sempet ngira dia pembantu dirumah Dina,eh gak tau nya ade nya,makanya gw bilang kok cantik amat" jawab Sherwin dengan suara pelan

"Eh aku denger ya" cetus diriku smbil tertawa


(Sempet dikirain Pembantu...Grrrr!)

Setelah pesanan datang,dengan lahap kami langsung memakan semuanya.Kak Dina kemudian mengusulkan untuk sembari jalan-jalan di mall tersebut.Seperti hal nya perempuan muda pada umumnya,kami yang wanita (Aku,Kak Dina,Fani dan Nanda) pasti dengan asyik melihat-lihat barang aksesoris yang dipajang dietalase berbagai toko di mall itu.Sedangkan yang pria hanya menjadi pendamping saja.Namun,Sherwin tetap menggandeng tanganku selama kami berjalan-jalan.

Melewati sebuah tempat cetak foto,Kak Dina secara refleks berhenti sambil membaca sebuah pengumuman yang dipasang diluar toko itu...kami pun mendekat karena penasaran apa yang sedang dibacanya.

"Kak,lagi ngapain?" Tanya ku

"Gak kok,cuma iseng baca aja" jawab Kak Dina

(Kontes Foto Pernikahan)

Kulihat disitu adalah sebuah pengumuman tentang kontes foto pernikahan dengan hadiah yang sangat menarik.Contoh fotonya menggunakan foto Yoona SNSD dan aktor Jang Geun Suk.Hmm...non sense....Kemudian kami melanjutkan jalan-jalan kami di mall itu hingga hari menjelang malam.

Sebelum pulang,Sherwin berhenti disebuah toko dan membelikanku sebuah gelang dengan tulisan "I Love U" yang sangat indah.Aku senang menerimanya dan langsung Ia kenakan padaku dilengan kiri.Dia pun juga mengatakan...."I Love You my Baby" sambil mengelus daguku.

5.Gettin' Sick
(Berhenti disebuah Club)

Hari menunjukan pukul 8 Malam.tapi kami masih merasa kurang puas juga.Sherwin mengusulkan agar kami bersantai di sebuah club malam yang letaknya tidak jauh dari Mall Ivory.Semua mengangguk setuju karena Sherwin berjanji untuk mentraktir kami makan malam disana.

Mobil dengan sigap menembus kemacetan kota metropolitan dimalam hari yang sangat padat.Tak seberapa lama,kami sampai di club bernama Swinging Dance.

Didalam club yang cukup ramai,kami memilih tempat duduk yang berada disamping kiri panggung yang cukup besar.Kami semua pun tertegun sesaat.Kenapa club sepi sekali ya?Tidak ada penyanyi atau para pengiring musik yang memeriahkan suasana.Tak lama pembawa acara keluar dari belakang panggung dengan wajah was-was.

"Para tamu sekalian,kami mohon maaf sebesar besarnya,penyanyi kami malam ini tidak dapat hadir menghibur hadirin semua.Untuk itu bagi para tamu yang memiliki kemampuan untuk menyanyi dan bergoyang diatas panggung,kami persilahkan untuk mengisi acara malam ini...Kami menjanjikan akan ada hadiah menarik jika anda bersedia" ucap si pembawa acara

Menit demi menit berlalu...Namun tidak ada dari pengunjung yang maju menawarkan diri untuk mengisi kekosongan.Pembawa acara itupun lalu mulai berbicara lagi.

"Baiklah sepertinya perlu saya tunjuk...apakah nona gemuk yang ada dipojok??....tidak....apakah tuan berbaju kotak-kotak?....apakah lelaki berbaju pelayan dibelakang sana??tidak mau juga??.....Ouhhh....bagaimana kalau 3 nona cantik yang ad disamping panggung ini?" Ucapan pembawa acara sambil menunjuk aku,Fani dan Nanda.

Kami terkejut amat sangat.Para pengunjung lain langsung melihat ke arah kami dan menyoraki sambil memberi semangat.

"Maju,maju,maju" teriak pengunjung


Nanda terus menggelengkan kepalanya dengan malu-malu.Sedangkan Fani merasa tertantang dan ingin maju.Aku sendiri sebenarnya malas tapi aku juga tak ingin hanya duduk diam di club yang kosong.Jadi kutarik Fani dan Nanda menuju atas panggung.Ternyata kami harus berganti pakaian dulu diruang belakang panggung.Fani lalu menyerahkan file lagu yang disimpan di Handphone nya.

Kami pun kembali keluar keatas panggung diiringi sorak sorai penonton.Wew,ternyata cukup dingin dengan kostum terbuka seperti ini.Kubuka "show" kami dengan sedikit speech.

"Karena suasana sedang menjelang natal,maka kami akan menyanyikan sebuah lagu natal untuk para pengunjung sekalian...Lagu dari TTS-Dear Santa" kataku yang disambut gembira pengunjung club

Lagu pun terdengar dan kami mulai menyanyi...


Riuh penonton terdengar sangat meriah usai kami tampil.Usai memberi hormat kami kembali ke ruang ganti.

Sampai didalam,aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku.Tadinya aku merasa bersemangat tapi sekarang badanku terasa lemas dan kepalaku pusing.Aku mencoba tidak menghiraukan dan tetap mencoba untuk "enjoy" dengan Sherwin dan teman-temanku lainnya.Kami bertiga kembali ke tempat duduk kami setelah mendapatkan bayaran yang terbilang lumayan....saat duduk Fani bertanya...

"Sheila,Lu kenapa?kok diem aja?" tanya Fani padaku

"Iya,kamu kenapa say?" tanya Sherwin juga

"Gak kok,oke-oke aja gue...ke toilet dulu ya" jawabku

Aku pun pergi ke toilet untuk mencuci muka.Siapa tahu saja aku merasa segar setelahnya.namun ternyata tidak!Aku malah merasa semakin pucat dan lemah.Sepertinya aku terlalu lelah hari ini.Aku pun kembali ke tempat duduk.Disitu kulihat,kak Dina dan Sherwin sedang membicarakan sesuatu.Aku pun sedikit kaget,kok tumben sekali mereka saling berbincang.Biasanya tidak.Tapi karena aku sedang lemah maka kuajak semua untuk pulang tanpa memikirkan apa yang mereka bicarakan.

"Eh pulang yuk,Gw gk enak badan nih" ucapku setelah kembali ke tempat duduk

"Kamu kenapa sayang?" Tanya Sherwin sambil memegang dahi ku

"gak tahu nih,badan lemes kepala juga pusing" Jawabku

"Yah baru juga dateng...lu udah gak kuat" tanya James kepadaku yang kujawab dengan gelengan kepala

Akhirnya kami semua setuju untuk pulang.Untunglah jalanan sudah cukup lengang saat itu mengingat jam sudah lumayan malam sekitar pukul 21.30.Sampai dirumah,Sherwin membopongku kekamar dan langsung menyuruhku istirahat.

"Istirahat ya,semoga kamu besok sudah sehat lagi" Ucap Sherwin

"Iya makasih ya,aku minta maaf kalo hari ini kurang memuaskan gara-gara aku sakit" kataku memelas

Sherwin menggeleng sambil tersenyum.Ia mengucapkan selamat malam dan mencium keningku dan beranjak pergi.Kulihat dari jendela kamar,Kak Dina mengantar Sherwin hingga ke depan pintu.Namun kembali kulihat mereka terlibat perbincangan yang terlihat pribadi sekali seperti di club malam tadi.

"Hmm...mereka membicarakan apa ya?" gumamku dalam hati

Sheila Sakit :(

Esoknya...Aku tak bisa masuk sekolah.Badanku bertambah panas dan lemas.Mamaku ingin membawaku ke dokter namun aku tak kuat bangkit dari tempat tidur.Jadi mama menelepon dokter untuk datang kerumahku.Sayangnya dokter baru bisa datang setelah sore hari selepas praktek di klinik tempat Ia bekerja.Aku harus kuat menunggu hingga sore hari.Selain itu James juga sudah pulang ke Amerika untuk melanjutkan studinya.Jadi tak ada yang mengantarku ke dokter.

Seharian aku hanya bisa tidur di atas ranjang.Sesekali aku merasa mual...maka itulah aku tak bisa makan.Dari pagi hanya minum air putih saja...sungguh menderita.

Sore itu Sherwin tidak datang menjengukku...Aku amat sedih,mengapa disaat seperti ini Ia malah tidak ada untukku.Katanya Ia sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan hari itu.Meskipun sedikit jengkel,aku tidak punya pilihan lain.Aku harus memaklumi karena dia sudah bekerja dan pasti sangat sibuk.

Hingga akhirnya dua hari kemudian barulah Sherwin datang menjeguk.Ia terlihat lelah saat itu.Ketika kutanya,Ia hanya menjawab lelah dengan pekerjaan dikantor.Ia terlihat gugup...tak seperti biasanya.Sherwin seperti menyembunyikan sesuatu dariku.Tapi ketika kutanya Ia selalu mengelak.Ia hanya bilang kepadaku untuk cepat sembuh.

Lalu tiba-tiba kak Dina muncul dari ambang pintu...

"Win,ayo ntar keburu sore" rengek kak Dina

"Iya ayo dah" Jawab Sherwin

"Sheil,gue pinjem bentar ya cowok lu,gak ada yang anterin gw" Ujar kak Dina kepadaku

"Hah mau kemana lu berdua?" Tanyaku heran

"Ada yang mau gw beli,kebetulan Sherwin juga mau keperluan ditempat yang sama jadi ya sekalian" jawab kak Dina meyakinkan aku

Aku sempat heran mengapa bisa mereka pergi berdua ke tempat yang sama pada waktu yang sama pula.Mereka langsung pergi meninggalkan aku karena kak Dina menarik Sherwin untuk pergi.Aku hanya melempar senyum pasrah saat Sherwin berpamitan denganku.

(Dokter Richard)

Aku pun berpikir tanpa henti.Ada sedikit rasa cemburu timbul dihati.Sakit ditubuh rasanya tak tertahankan lagi jika ditambah memikirkan hal ini.Kubuang jauh jauh prasangka buruk tentang Sherwin dan kak Dina...Mereka hanya ingin pergi ketempat yang kebetulan sama....jadi tidak ada apa-apa...aku yakin...

Ketika aku sedang berpikir,tiba-tiba pintu kamarku terbuka...dan masuk sebuah wajah tampan nan gagah...

"Selamat Sore Sheila,Gimana keadaanmu?"

Aku pun menoleh dan melihat ternyata itu dokter Richard!Astaga,jadi mamaku memanggil dokter muda ini.Sungguh terkejut diriku ini...Ia adalah tetanggaku dulu saat masih menjadi mahasiswa kedokteran sebuah universitas.

Ia langsung memeriksaku mulai dari detak jantung dan bola mata serta lidah.Menurutnya,Aku mengalami gejala penyakit serius, dan harus menjalani rawat inap,tapi aku bersikeras kepadanya supaya hal itu tidak terjadi.Akhirnya dokter tampan itu memberikanku obat racikan yang harus ditebus di apotek.Jujur saja aku tak suka dirawat dirumah sakit.

Setelah dokter Richard pulang,Kembali terpikir olehku apa yang sebenarnya kak Dina dan Sherwin lakukan?Kutunggu sampai jam 12 malam,belum terdengar suara pintu terbuka yang artinya kak Dina belum pulang....

6.Power-less

Esoknya kulihat Kak Dina sudah rapi bersiap untuk berangkat sekolah.Aku yang masih terkulai lemas pun bertanya heran.

"Kak,semalem ampe jam berapa lu berdua?" tanyaku

"Jam...gak tau deh lupa" Jawabnya santai

"Gak ampe tengah malam kan?" aku makin heran

"Kalo iya emang kenapa adikku yang cantik?cemburu?" kata Kak Dina sambil mencubit kecil pipiku

"Serius,gue gak bercanda kak!" volume suaraku langsung naik

Belum sempat Ia menjawab,Kak Dina langsung cepat beranjak keluar kamar untuk berangkat.Aku langsung menelepon Sherwin...Tut....tut.....tut....Tidak ada jawaban...

Tak henti aku terus bertanya tanya.Sejak awal aku sedikit curiga...Apa yang mereka lakukan dibelakangku?Apa benar Sherwin dan kak Dina hanya kebetulan ke tempat yang sama?...Atau jangan-jangan....?Ah tidak mungkin....Kak Dina tidak mungkin menusukku dari belakang...apalagi Sherwin...

(Kak Dina main belakang dengan Sherwin....Gak Mungkin...)

Sepanjang hari aku tak bisa makan...memikirkan hal itu terus...Sherwin juga tak bisa dihubungi sejak tadi pagi.Mama pun khawatir dengan keadaanku saat itu.Mataku memandang kosong keluar jendela rumah.Disampingku hanya piring sarapan sejak pagi berisi makanan yang masih utuh dan sudah dingin.

"Sheil,kamu tuh harus makan,abis itu minum obat" kata mama

"Aku gak mau makan ma..." jawabku dengan datar

"Kamu mikirin apa sih sayang?" mama membelai rambutku

"Gak kok ma...gak mau makan aja.....mual rasanya" kataku lagi

Mama pun memelukku dengan erat....lalu Ia memandang wajahku dengan hangat...Aku menangis dipelukan mama...namun aku tak mau menceritakan apa yang aku pikirkan...aku tak ingin berburuk sangka dengan kakakku sendiri...Tak pelak...akhirnya aku paksakan diriku untuk makan guna membuat mama lega.

7.Suspicious
(Maaf...lagi)

Sore sekitar pukul 17.00....langit terlihat mendung...sepertinya akan turun hujan.Mama menutup jendela kamar karena takut aku makin tidak enak badan akibat angin luar yang dingin.Dari arah pintu pagar,terdengar suara kak Dina.Tunggu...sepertinya Ia tidak sendirian karena ada suara sepeda motor.

Saat masuk kamar,Aku langsung bertanya lagi,

"Ama siapa tadi pulang?" 

"Ojek" jawabnya simpel

Aku tak serta merta percaya begtu saja perkataan kakakku itu.Untuk pertama kalinya aku tak mempercayai kak Dina...kakakku sendiri.

Selanjutnya malam itu....

Sherwin datang dengan membawa beberapa macaroons untukku.Aku sedikit pasif saat ia datang kerumah.Namun disatu sisi aku merindukan dia.

"Kamu kemana aja sih dari kemarin?sibuk boleh tapi masa aku ditinggalin?" kataku merengek

"Maaf beb,lagi sibuk bnget buka handphone langsung dimarahin bos...ada proyek besar" alasannya

Aku juga memperhatikan Ia membawa sebuah tas yang biasanya tak pernah ia bawa.Aku pun mencoba menanyakan.

"Itu tas isinya apa?aku gak pernah liat kamu bawa tas itu sebelumnya?" tanya penasaran

"eh ini anu...hmm...dokumen gitu" jawab Sherwin terbata-bata

"beneran?coba aku liat (sambil meraih tas hitam itu)"

"eh jangan dong nanti rusak dimarahin bos" Sherwin berusaha menahan tas tersebut

Aku berusaha meraih tas tersebut saking penasaran apakah benar itu dokumen kantor biasa atau bukan.Ketika aku meraba tas itu,aku langsung tahu itu bukan kertas atau semacamnya...terasa seperti jaket tebal atau jas.Padahal yang aku tahu,Sherwin tidak suka memakai jaket bila keluar.Ketika kubuka resletingnya,kulihat sebuah jas lengkap dengan dasi

"Loh kamu bawa jas?emang ke kantor pake jas?" aku pun heran

"gak kok...ini...uh...hmm...abis ini ada acara aja jadi aku bawa" kembali Sherwin terbata-bata

Beberapa menit kemudian,Ia langsung pamit karena harus menghadiri acara yang tadi Ia maksud...entah acara apa.....Ia terlihat terburu-buru...Hanya dalam hitungan detik saja,Ia langsung menghilang dari pintu rumah.


Tidak lama kemudian,Kak Dina masuk kamar dengan membawa hampir seluruh peralatan make-up miliknya.Bahkan Ia meminjam beberapa milikku juga.

"Sheil pinjem beberapa alat make up ya,lu kan lagi sakit gak dandan kan?Ada acara penting" Tanya Kak Dina

"eh lu mau bawa kemana? itukan masih ba...ru..."

Belum selesai aku bicara Ia sudah pergi lagi.Saat pergi Kak Dina berpenampilan rapi dan membawa tas make-up lengkap dengan isinya.Seperti orang yang mau pergi pesta.

TUNGGU!!!
Sepertinya tadi Sherwin pun bilang dia ingin mengunjungi sebuah acara...dan sekarang kak Dina pergi dengan penampilan rapi dan membawa semua alat dandan...

Kecurigaanku semakin memuncak saat itu...Apakah benar?

8.Shocking Truth

Reaksi obat membuatku tertidur sepanjang malam.Satu minggu sudah aku tak sekolah.Kira-kira seberapa banyak tugas yang aku harus aku kejar selama aku sakit ini?Sudah tak bisa terbayangkan lagi...

Aku mencoba untuk berjalan keluar kamar...sekadar menghirup udara pagi.Badanku masih saja lemas meskipun memang tak seperti kemarin.Aku duduk di sofa ruang tamu sambil membalas chattingan dari teman-temanku yang berharap aku segera sembuh.

Mama datang menanyakan keadaanku sambil memberikan sarapan pagi berupa bubur dan segelas air.Ia menyuapiku dengan lembut dan setelah itu aku menyadari bahwa obatku sudah habis.Tapi mengapa aku belum segar juga ya?

"obat udah habis ma,tapi kok Sheila belum enakan juga ya?" tanyaku sedih

"kamu itu banyak pikiran selama sakit,jadi ya begitu" kata mama

"aku kepikiran Sherwin ma,dia kok agak berubah ya...sekarang cuek" kataku lagi

"Sherwin?....kamu belum tahu ya?" mama mengecilkan suara

"tahu apa ma?" aku jadi penasaran

"Jangan bilang kakak kamu ya...mama lihat semalam dia pulang barengan Sherwin...sejak beberapa hari ini setelah kamu sakit juga udah beberapa kali" ujar mama

"HAH?"

Mendengar itu...tubuhku terasa seperti tersengat listrik bertegangan tinggi....Langsung kucari kakakku itu kekamarnya,dan aku teringat...ini kan jam sekolah,pasti Ia tidak ada dirumah...Namun diatas kasurnya,aku menemukan tas make-up yang semalam Ia bawa.Aku harus menemukan jawaban dari semua ini...


Saat hari mulai sore aku lihat Kak Dina pulang dengan wajah lelah.Memang sejak kemarin Ia selalu pulang larut sehingga kurang tidur malam.Tanpa berganti baju,Ia langsung tidur saja....Aku masuk kekamar nya dengan perlahan dan mencoba meraih handphone yang ada disampingnya....

Kuulurkan tanganku dan...#plak...tangan kak Dina bergeser kearahku...Memang kulihat wajahnya sangat cantik jika sedang tidur seperti ini...Ahhh aku jadi lupa aku ingin apa.Kugeser kembali tangan kakak yang menghalangi...dan akhirnya berhasil kuambil handphonenya....

"Kak...aku minta maaf aku lancang buka hape sembarangan tanpa izin" (gumamku dalam hati)

Aku keluar dari kamar nya dan langsung perlahan menuju kamarku dengan tertatih...aku lupa...aku kan masih sakit...

Sampai dikamar dan kubuka handphone itu...menyebalkan!Dikunci dengan password!Tapi tak apalah...aku tahu password handphone ini...

Kumasukan passwordnya..."dinacantikkayakyoonasnsd"

Dan terbukalah handphone canggih itu...Langsung kubuka chatting nya dengan Sherwin....huh menyebalkan....sudah dihapus...Namun aku bisa melihat daftar panggilan yang dihandphone itu sudah menelepon beberapa kali ke nomor milik Sherwin.

Tapi...tetap saja ini tak cukup bukti...kira-kira apa lagi ya yang harus kulihat untuk membuktikan?...ah foto-foto....kubuka gallery dan.....

(!!!!!!?????)

Air mata langsung deras mengalir ke pipiku...Inikah acara proyek besar yang dikatakan Sherwin??Inikah acara pribadi yang dikatakan kak Dina?Apa maksud dari foto ini?mesra sekali...Sherwin mengenakan jas hitam dan kak Dina mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan rangkaian bunga ditangannya....mereka berpose dengan wajah bahagia...oh jadi ini yang namanya foto pre-wedding?Jadi benar dugaanku...mereka sering jalan berdua selama aku sakit

Sherwin...apakah kamu tega sampai kamu berbuat sejauh ini kepadaku?Kenapa kamu tidak bilang saja...

Hati ini terasa seperti di iris-iris...aku tidak menyangka samasekali...Sherwin tega padaku...lagi-lagi aku dikecewakan olehnya.Padahal dulu Ia berjanji tidak akan pergi dariku...

9.Twist Of Fate

Kulihat ada beberapa foto lain selain foto yang tadi.Mereka nonton bersama dibioskop.Aku tak kuat lagi melihatnya...Jam berdentang keras menunjukan pukul 5 sore...

Terdengar suara bel rumahku...mama langsung berlari keluar untuk membukakan pintu.Terdengar suara khas Sherwin memasuki rumah disambut oleh mamaku.Aku menutup kepalaku dengan bantal.Malas sekali hharus bertemu dia saat ini...

Ia langsung masuk kekamarku...

"Sheila sayang,aku bawain makanan kesukaan kamu nih sate ayam" rayu Sherwin

Aku terus menyembunyikan kepalaku dibalik bantal...Ia pun mengangkat bantal itu perlahan tapi aku menahan bantal itu.

"Kamu tidur?bangun yuk udah sore nih masa bobok terus sih?" kata Sherwin sambil berusaha membangunkan aku

Aku masih lemas karena belum sehat betul...akhirnya aku biarkan Ia mengangkat bantal dari kepalaku...Dia pun tersenyum sambil menyerahkan sate ayam itu kepadaku...ihh,aku tak sudi memakannya sekalipun itu makanan kesukaannku.

"Aku mau ngomong sama kamu,ini serius dan aku minta kamu jawab yang jujur" kataku geram

"ada apa sayang?" tanya Sherwin dengan wajah bingung

"Gak usah pake sayang-sayangan...coba jelasin ini apa?" kataku sambil menunjukan handphone kakakku yang ada foto pre-wedding tadi...

(kalau kamu mau nya sama kakak aku,tinggalin aja aku!)

Dia langsung terkejut melihat foto itu.Aku langsung mendorongnya dari ranjangku.Aku tak henti memukulinya ssambil memarahinya.Keributan itu membuat kak Dina terbangun.Dina lalu keluar kamar dan menanyakan apa yang terjadi.

"Eh ini kenapa sih berdua berantem" tanya kak Dina

Dengan wajah geram aku menunjukan foto itu ke kak Dina...Ia kaget dengan mata terbelalak dan merogoh saku kanan dan kiri mencari handphonenya...

"Ini handphone lu kak...sori gue ambil tadi...tapi coba jelasin apa maksud dari semua ini"

Kami bertiga hanya saling diam...mencekam sekali...Hingga Sherwin kembali bicara

"Sheil aku minta maaf..ini cuma salah paham gak seperti yang kamu sangka sayang,plis kamu percayain aku sekali ini aja" Sherwin memohon

"apa?apa kamu bilang?salah paham?eh kamu pikir aku ini bego apa?!Ini jelas banget kamu ternyata jalan sama kakak aku...bahkan sekarang kalian udah berencana naik pelaminan kan?Yaudah selamat untuk kalian" kataku kesal

"Iya Sheil,kita gak ada hubungan apa-apa kok" timpal kak Dina

"Sheila,aku gak akan pernah ninggalin kamu,aku kan uddah janji" Sherwin memelas dihadapanku

"Ah basi,urusin tuh kak Dina,kamu tuh kebanyakan..........aduh"

Belum selesai aku bicara...kepalaku terasa sangat sakit...aku memegangi kepalaku...dan....semuanya gelap....aku pingsan....

10.Hatred Toward the One whom I Loved

Aku terbangun sekitar sejam kemudian...kubuka mataku perlahan...kulihat disitu ada Papa,Mama,Sherwin,kak Dina,Fani,Nanda,Jeff,Matt,dan dokter Richard.Aku merasakan sedikit ngilu ditangan kiri...hah?aku diinfus?

Dokter kemudian mendekati aku...

"Ini karena kamu tidak menjalani rawat inap...untung saja infus masih bisa membuat kamu sedikit lebih segar...panasmu sudah turun karena campuran obat yang saya racik dalam botol infus" kata dokter Richard dengan khawatir

Memang benar,tubuhku merasa jauh lebih ringan sekarang karena obat yang diinfuskan kepadaku.Tapi saat aku teringat apa yang terjadi sebelum ku pingsan....rasanya ada keinginan untuk tidak bangun samasekali....terlebih saat aku melihat Sherwin.

Sherwin kemudian mendekatiku...namun aku menjauh dan berteriak...

"PERGI KAMU!"

Semua disitu terkaget mendengar teriakanku...Dengan sedih...Sherwin keluar dari kamarku...Papa menyusulnya kedepan.

Aku kembali menangis...Dokter menyerahkan tisu dan memperingatkanku untuk jangan banyak berpikir terlebih dahulu.Namun tetap saja...aku tak bisa menahan emosiku.

~~~~~Later that night~~~~~

Aku tersadar dari lamunan panjang karena merasa kedinginan...ternyata jendela kamarku terbuka.Terlihat Salju didepan rumah turun perlahan dengan indahnya.Ah yes...inikan sudah mau natal...sebuah natal yang harusnya indah harus kulewati dengan kesedihan seperti musim lainnya.

(dekorasi natal)

Kukenakan baju tebal untuk menghangatkan tubuh.Untunglah...obat racikan dari dokter Richard sangat manjur untuk diriku sehingga aku sudah sehat dalam waktu singkat.Dokter muda yang hebat.

Saat keluar...aku sangat terkejut...ruang tamuku berhiaskan indah dengan pernak pernik natal.Pohon natal pun dengan gagah berdiri disamping perapian.Musik instrumen natal terdengar merdu ditelinga.Aku melihat sekelilingku dan ternyata rumah sepi...sampai...BRUKK!

Terdengar sesuatu terjatuh dari arah dapur rumah...setelah kudekati pelan-pelan,ternyata....itu kkk-beradik tukang rusuh...Jeff Dan Matt...

"Yahhh lu sih Matt bangun deh tuh...gk surprise" keluh Jeff

"licin kaki gue tadi jatuh deh" kata Matt sambil memegangi kakinya

Ternyata merekalah yang menyiapkan semua dekorasi ini.Mereka juga bilang bahwa papa dan mama  sedang keluar membeli bahan makanan untuk pesta malam natal besok.Jeff dan Matt juga menuliskan disebuh karton besar harapan mereka kepadaku untuk natal tahun ini.


Aku pun ingin membantu tapi karena tanganku masih ada bekas infus yang belum kering,maka aku disuruh istirahat kembali.Sebelum kembali kekamar,aku mencoba melongok ke kamar kak Dina...kulihat dia sedang berbaring dengan wajah datar...huh biar saja...siapa peduli..

Sisa hari itu kuhabiskan dengan hanya duduk di ruang tamu sambil nonton televisi.Acara hari itu memang banyak yang bertemakan natal.Berbagai film yang menayangkan kebahagiaan orang-orang yang merayakannya dengan sukacita.Tidak seperti diriku sekarang.

Sherwin juga tak henti mencoba menghubungi...aku tak menghirukannya...langsung kumatikan handphoneku agar Ia tak mengganggu....begitupun juga dengan kak Dina yang daritadi mencoba bicara denganku...Ia mengetuk pintu kamarku yang kukunci dari dalam...Maaf untuk kali ini sepertinya aku ingin sendirian dulu.

11.Inikah Natal?

Esoknya,kami semua berkumpul dirumahku untuk merayakan malam natal dengan acara makan kecil.Sejak pagi mama sibuk memasak makanan untuk nanti sedangkan papa sibuk menyiapkan meja dan merapikan dekorasi natal.Kak Dina juga terlihat sibuk bersih-bersih rumah.Semua terlihat sangat sibuk...kecuali aku yang sibuk dengan diriku sendiri.

Tak lama setelah semua siap,"tamu undangan" yakni Fani,Nanda,Jeff,Matt dan dokter Richard datang.Keluargaku menyambut dengan sukacita.Mama pun kemudian memanggilku dari luar untuk seger menggabungkan diri dengan yang lain dimeja makan.

Dengan langkah malas,aku keluar dari kamar dan langsung menuju meja makan yang sudah dipenuhi menu makanan lezat.Semua disitu menyadari bahwa aku masih dalam keadaan marah terkait masalah kemarin.

Jeff membuka jamuan makan dengan doa,dan setelahnya...gachi shiksahaeyo/mari makan!

Semua disitu makan dengan lahap.Aku hanya makan sedikit sekali.Rasanya tak ingin makan.Napsu makan hilang jika teringat kejadian kemarin.

"Makan tuh,udah disiapin juga" kata kak Dina mencolekku

"gak napsu...lu aja" kataku sinis

"Lu masih ngambek gara-gara kemarin?" tanya kak Dina

Aku tidak menjawab pertanyaan yang sudah pasti jawabannya iya....Saat ditengah jamuan makan itu,telepon rumah berdering.Papa langsung mengangkat.Terlihat papa berbicara cukup serius dan pribadi dengan si penelepon...tapi itu pasti dari teman kantornya...jadi tidak kuidahkan.

Papa lalu berjalan menuju keluar rumah...mungkin teman kantor mau ikut bergabung...Kulihat semua disitu sangat menikmati momen natal yang indah dengan kebersamaan.Setelah itu Papa kembali masuk namun Ia tidak sendirian...

"Ada siapa pa?" tanyaku

"itu lihat aja dibelakang kamu ada siapa?" jawab papa sambil tersenyum

Aku pun menoleh dan....oh tidak....

12.Love or Lost
Itu adalah sebuah wajah yang tentunya kukenal...Sherwin...baiklah aku tak tahu apa yang akan dia katakan kali ini.Aku hanya diam dan melanjutkan makanku.Ia pun berkata...

"Aku tahu dan mengerti kamu marah...tapi aku gak mau kamu marah hanya karena salah paham" kata Sherwin dibelakangku

Lalu Ia lanjut bicara lagi.

"Jika memang ini semua kesalahan aku,aku akan bersedia bertanggung jawab...tapi karena ini menyangkut kesalahpahaman,it ujuga tugasku untuk memperbaiki semuanya" kata Sherwin dengan tenang

Sherwin menarik tanganku...dan memberikanku sebuah brosur...

"Apa sih ini?gak jelas tahu gak" tanyaku jengkel

"baca aja" Kata Sherwin

Brosur itu...


Brosur itu adalah pegumuman kontes foto baju pengantin yang pernah kami lihat usai menonton bioskop beberapa minggu yang lalu.Namun aku masih tidak mengerti mengapa ia menyerahkan brosur ini kepadaku.

"Kamu masih ingat ini kan?Aku sama kak Dina ikut ini supaya bisa menang dan dapat hadiah pergi ke Eagle Park untuk merayakan libur natal disana...tentunya bukan sama kak Dina perginya,tapi sama kamu...Apa kamu lupa,dihari malam natal ini kita rayain anniversary kita yang sebulan" kata Sherwin

"ah?jadi...kamu? Tanyaku bingung

"Maka itu aku ajak kak Dina untuk kerjasama menangin kontes itu...untuk kamu....jadi kami berdandan dan berpose ala pengantin hanya untuk ikut kontes tidak lebih...dan kami berhasil menang" terang Sherwin

"hah?...jadi....tapi sebentar,foto yang dibioskop itu apa?kamu jangan ngada-ada" kataku masih belum percaya

"maksud lu ini?" Kak Dina melemparkan handphone nya kepadaku


Aku melihat ternyata di foto dibioskop itu bukan hanya dua tapi ada seorang lagi....

"Itu sebagai ucapan terima kasih aku ke kak Dina jadi aku ajak dia dan temannya nonton...supaya kamu gak cemburu aku cuma berdua sama kakak kamu...maaf ya aku gk bilang ke kamu" jelas Sherwin

"hahahahaha Itu foto gw potong sengaja pengen bercandain lu biar cemburu...eh ternyata kena juga lu hahahahahha" kata kak Dina sambil tertawa terbahak bahak

Aku pun tertunduk malu memandangi handphone kak Dina itu...Semua disitu menertawakan aku.


Sherwin kemudian membelai rambutku dan berkata "aku tidak akan pernah penghianati kamu karena aku telah berjanji sejak awal...aku dan kamu akan terus bersama"

Tiba-tiba Ia berlutut sama seperti saat Ia menyatakan cintanya padaku sebelumnya...Dikeluarkannya setangkai bunga mawar merah yang cantik dan dikelopaknya terdapat kotak kecil.

"Apa ini Win" tanyaku

"Buka aja" pinta nya

Aku pun membuka kotak kecil itu dan...Ouh Tuhan sepasang cincin couple yang sangat indah...bertuliskan S (ala Superman) love S yang artinya "Sheila Love Sherwin".


Cantik sekali!!aku sangat menyukai cincin itu!
Ia lalu mengambil cincin itu dan memasangkannya pada jari manisku.Sangat pas dijariku yang mungil.Ia juga memasang cincin satunya pada jarinya sendiri.

"Ini sebagai tanda,bahwa kita akan terus bersama...tak akan terpisahkan" kata Sherwin

Aku pun memeluk dirinya dan langsung meminta maaf kepadanya juga dengan kak Dina yang telah aku salah persepsikan.Ternyata mereka telah capek-capek menyiapkan peringatan sebulan hubungan aku dan dia.

Kembali pelukan dan ciuman hangat kudaratkan dipipinya...momen indah yang menutup jamuan makan kami malam itu...

"I Love You"

Biarlah cinta kami tetap putih seputih salju dan kokoh seperti pohon natal...seberapa kuat cobaan yang datang...meski kecurigaan timbul diantara kami...tidak akan merubuhkan hubungan kami ini....

Siapa pemilik hati ini??hanya kamu Sherwin!

TAMAT

Welcome back to X-E Blog!
Artikel pertama di bulan desember....sebelumnya maaf nih guys,gw gak sempat untuk nulis karena sibuk ujian semester.Tapi akhirnya gw mendapatkan bahan bagus untuk ditulis yakni kiah nyata dari sahabat gw yang sangat luar biasa.

Sebelumnya gw berterima kasih kepada para pembaca yang setia mengikuti dari part pertama hingga ketiga ini...Semoga dibagian selanjutnya kalian tetap setia seperti Sherwin yang setia mencintai Sheila hahaha...

So thanks for visit,Let us welcome Christmas with smile on our face....The Christ was about to come!
And...Keep Living in the Moment with Me Jeff Hardy!!

Cast:
1.Marcela Valen/Sheila:Seohyun (SNSD)
2.Sherwin:Cho Kyuhyun (Super Junior)
3.James:Kim Heechul (Super Junior)
4.Nanda:Kim Taeyeon (SNSD)
5.Fani:Tiffany Hwang (SNSD)
6.Me/Kristo:Jeff Hardy
7.My Brother:Matt Hardy
8.Dokter Richard:Lee Donghae (Super Junior)

*Semua gambar adalah hak cipta dari pemilik masing-masing...All pictures are copyrighted by those who owned it respectively

Rabu, 18 November 2015

Inikah Takdirku? (Sheila Series Part 2)

Bacalah Cerita Kisah Nyata Dibawah Ini Dengan Seksama!
1.Day by Day/Hari Demi Hari
(Part 2)

Kubuka jendela kamarku yang langsung diramaikan dengan sinar matahari pagi.Ah...Indahnya matahari pagi ini.Sayang sekali hatiku tak secerah sang surya.Oh iya, masih ingatkah kalian denganku?Namaku Marchela Valen,umurku 16 hampir 17 tahun,dan tentunya kalian masih ingat bukan dengan kisahku sebelumnya?Kalau belum membacanya bisa di klik disini.

Padahal aku sudah berjanji pada diriku bahwa aku tak akan pernah bersedih lagi.Namun tetap saja...kesedihanku masih belum terobati.Kata-kata janji tak pernah bersedih rasanya hanya sebatas di mulut saja.Tapi didalam hati ini...hari demi hari...ahh tetap saja sama...sedih dan galau tak pernah terlepas dari diriku ini.

(Hai Masih Ingat Denganku?)

Hari itu hari malam minggu...hari yang menyenangkan bagi pasangan muda yang pastinya memanfaatkan waktu luang untuk menghibur diri bersama kekasih mereka masing-masing.Nampaknya,hal itu tidak berlaku untukku.

Aku berbaring diatas lantai dengan terkelungkup...berguling kesana kemari saking bosannya.Sekonyong-konyong...aku merasakan sesuatu masuk ke telingaku.Kulihat benda itu adalah handsfree..aku sampai tersentak saking kagetnya.

Oh ternyata...itu kakakku Dina.

"Eh nge galau mulu lo,masuk angin ntar dilantai mulu" pungkas Kak Dina

"Gue lagi bosen kak..." Aku menjawabnya sambil melepaskan handsfree yang ia masukan.

"Yah masih mikirin tuh pelayan resto?udah lah" Jawab Kak Dina

Belum sempat aku membalasnya,Ia sudah kembali bicara

(Mendengarkan musik berdua Kak Dina)

"Mending dengerin lagu bareng ama gw" Katanya sambil kembali memasukan handfree ke telingaku

Alunan musik membuatku sedikit tenang.Ah terima kasih Kak Dina,meskipun terkadang cerewet,tapi Ia ternyata menyayangi aku adiknya.Kulihat perlahan Ia tertidur...Aku bersandar padanya dan tanpa terasa aku mulai terlelap juga.

Hari demi hari...kulewati seperti ini...bosan dan sedih...namun kulewati dengan tabah.Alunan lagu "The Way You Look At Me" dari Christian Bautista membawaku tidur siang itu.

"Cause there's somethin in the way you look at me...it's as if my heart knows you're the missing piece...You make me believe that there's nothing in this world I can't be.............."

2.Siapa Kamu?
(Sherwin)


Bus melaju dengan cepatnya...asap knalpot membuat mata terasa gatal.Aku menyeka mata dengan tangan sembari terus berjalan mengejar angkutan umum yang siap mengantarku pulang hari itu.Melelahkan jika setiap hari harus begini....Kuseka keringatku yang bercucuran...meskipun akhirnya aku bisa pulang hari itu.

Kemacetan panjang kota metropolitan memang menjadi ciri khas tersendiri...humm...sabar...sabar...sabar...benaku berdengung...

Sampai dirumah,aku terduduk diteras rumah...angin berhembus pelan diteras itu...sejuk sekali.Mukaku kembali kutekuk setelah melihat setumpukan sampah dan debu yang cukup pekat dimeja teras dan juga kaca jendela...

(Bersih-bersih dulu ah)

Kuganti pakaian seragam dengan pakaian rumah.Lalu kuambil kain lap basah dan mulai membersihkn meja dan kursi teras yang cukup kotor.Tak lupa juga kuambil sapu untuk membersihkan sampah yang berserakan di teras itu.

Tidak lama kemudian...dari pintu rumah terdengar suara dua orang...sedang membuka pintu rumah.Aku melongok siapa yang datang.Ternyata kakakku Dina dan seorang pria muda yang asing bagiku.Dari wajahnya,kutaksir dia masih berusia sekitar 23 tahun tak berbeda jauh dengan kak Dina.Wajahnya cukup kalem dan pendiam.

(Kasar juga kata-katanya)

Kak Dina mempersilahkan pria itu masuk kerumah.Ia berjalan melewatiku.Aku tampak cuek saja karena memang aku tak mengenal dirinya.Lebih baik aku lanjutkan bersih-bersihku lalu mengerjakan tugas sekolah yang menumpuk.

Dari dalam rumah kudengar dengan cukup jelas:

"Itu siapa Din?Pembantu lo?Cantik ya" Tanya Pria itu

"Sembarangan lo hahahaha itu adik gue" Jawab Kak Dina dengan tawa kecil

"Ouh...maaf maaf" jawabnya dengan malu

Aku sedikit jengkel dibuatnya karena ia berkata seperti itu.Namun aku tetap cuek saja.Kulihat dia terus memperhatikan aku yang sedang menyapu lantai teras rumah.Sesekali Ia tersenyum jika aku menatapnya....Aku bersikap biasa...paling dia hanya seorang pria yang akan menyakitiku seperti si pelayan restoran itu...

Setengah jam berlalu...aku akhirnya selesai membersihkan teras depan.Hmmm lumayan bersih juga ternyata.Bersamaan dengan itu,Si Pria asing pamit pulang dengan kak Dina.Sambil berjalan menuju mobil mewahnya,Ia mengucapkan salam padaku.Kubalas dengan senyum tawar....Ia juga meninggalkan namanya untuk ku kuingat alias berkenalan...Namanya adalah...Sherwin.

3.Oh My God...
(Celaka...Kenapa harus kesana sih)

Beberapa hari setelah kejadian itu,kulihat kak Dina seringkali mendapatkan SMS dari entah siapa.Iseng-iseng kubuka Handphone milik kakakku itu.Dan kubaca...HAH!!!Ternyata Sherwin yang kemarin itu...dia menanyakan tentang diriku, mulai dari nomor handphone,pin BB dan lainnya.

Untungnya Kak Dina menolak memberi tahu semua itu.Memang lebih baik jika aku yang memberinya langsung.Dia mengajakku untuk menemaninya makan malam.Ketika membaca lebih lanjut,tiba-tiba Kak Dina masuk ke kamar.Aku kaget setengah mati...

"Loh tumben lo ke kamar gue?ngapain?" Tanya Kak Dina bingung

"Hmmm...gk kok...cuma...mau pinjem parfum" Kataku terbata-bata dibarengi senyum memelas

"Eh temen gw yang kemarin ngajakin lu tuh makan malem bareng,mau gak?"

"Ihh gak mau ah kalo cuma berdua doang...ama kakak yuk"

"Lah lo yang diajak kok gue ikut-ikutan"

Akhirnya setelah dibujuk kakakku pun bersedia menemaniku.Kak Dina langsung menelepon Sherwin dan terdengar Ia memang cukup senang mendengar aku bersedia untuk makan malam...tapi dengan kakakku juga.

Pukul 8 Malam...cuaca berangin...Sebuah mobil sedan hitam membunyikan klakson didepan rumah kami.Aku dan Kak Dina langsung menghampiri mobil itu.Sherwin mengenakan pakaian yang rapi seperti ingin pergi ke pesta dansa.Namun kami hanya berpakaian biasa.Sherwin terlihat agak kecewa setelah mengetahui bahwa Kak Dina juga ikut pergi bersama kami.Namun Ia tak bisa menolak,dan kami pun berangkat.

Sepanjang perjalanan,aku hanya diam duduk disebelahnya.Sesekali kak Dina berbicara hal yang tidak ada hubungannya dengan diriku seperti bagaimana karir Sherwin dan kehidupannya setelah lulus sekolah.Ditengah pembicaraan itu:

"win,jadi kita mau kemana nih?" Tanya kak Dina

"Kita ke restoran Haidesh ya" Jawabnya

"HAHHH HAIDESH??!!" Jawabku secara refleks dan memecahkan keheningan.

Sherwin dan kak Dina terkejut amat sangat melihat reaksiku.Restoran yang memiliki cerita masa lalu yang panjang denganku....Ini artinya....aku kan bertemu dengan Erik lagi...Kakakku langsung menyadari kekagetanku.Sedangkan Sherwin malah terbingung bingung melihat mengapa aku begitu terkejut ketika mendengar nama restoran mewah itu.Ahh sudahlah...

Diriku masuk ke restoran Haidesh dengan wajah yang suntuk.Masih teringat apa yang terjadi beberapa waktu lalu.Baru saja selesai memesan makanan,Erik tiba-tiba keluar dari dapur.Astaga!Ia langsung melihatku.Aku mencoba membuang muka....masih teringat betapa sakitnya Ia menyakitiku dulu.

"Kayaknya baju didepan tadi bagus tuh gue pengen beli ah...lu berdua aja yang makan"

Kak Dina tiba-tiba pamit untuk membeli baju...meninggalkan aku berdua dengan Sherwin.Aku pun bertambah canggung karena hal itu.Saat kak Dina "menghilang" dari pandangan,Sherwin membuka pembicaraan kami untuk pertama kalinya.

"Hai Sheil,kamu kok daritadi diam aja sih?" Tanya nya dengan ramah

"Ouh gak apa-apa kok,cuma lagi capek aja" jawabku kalem

Pembicaraan kami pun terus berlanjut hingga makanan pesanan kami datang.Kami terus berbincang kecil dan aku hanya bersikap pasif.Selesai makan,Sherwin memintaku untuk foto bersama.Awalnya aku sedikit menolak,namun timbul niat jahil untuk mengerjai Erik si pelayan yang berani mempermainkan perasaanku.

Ia menyiapkan Handphone dan Klik!!!

(Hasil Selfie pertama kali...ups ada yang cemburu?)

Erik terlihat cukup kecewa dengan pemandangan itu.Ah biarlah dia merasakan bagaimana rasanya sakit hati.Sebagai hidangan penutup,Sherwin memesan menu dessert.

Selesai membayar dikasir,Sherwin meminta nomor handphone ku beserta Sosmed lainnya dan mengantarkanku pulang.

4.Haruskah Aku Membuka Hati?
(Buka hati atau tidak?bingung...)

Tak terasa sebulan telah berlalu.Dan tanpa terasa pula hari ini sudah menjelang weekend lagi.Seperti biasa pun aku hanya chatting dengan temanku yang sangat mengidolakan Jeff Hardy itu.Namanya sebut saja Jeff.Aku hanya biasa saja menanggapinya...karena Ia pun menganggapku sebagai adiknya semata.

Beberapa menit kemudian...Handphoneku berdering keras...Nomor yang tak kukenal...tetap kuangkat:

"Hai Sheila!" 

*Aku langsung mengenali suara itu...Sherwin!

"Hai juga Win!" jawabku

"Kamu ada waktu gak?" tanya Sherwin

"hmm ada...kenapa?" Aku agak bingung

"Aku mau ke rumahmu boleh?" jawabnya santai

"ouh boleh kok?" aku mengiyakan

Aku pun merasa bingung untuk apa Ia datang kerumahku?Apakah ada sesuatu yang penting?Meskipun dia sudah bilang ingin datang,Ia tidak datang juga hingga satu jam kemudian...Astaga lama sekali...hampir saja aku tertidur karena bosan.

"Hai Sheila,maaf tadi jalanan macet aku jadi lama deh,maklum jam pulang kantor" ujarnya sambil menyeka keringat di dahi nya

Tidak masalah menurutku karena memang malam itu aku tak pergi kemana-mana.Tanpa membuang waktu Ia menyerahkan bungkusan putih.Ia menyuruhku untuk membukanya.Isinya...ahhh!!!Macaron!

(Macaron)

Kue yang sangat kusukai!Ia langsung mempersilahkanku untuk melahapnya.Aku juga membaginya untuk makan bersamaku.Tak enak rasanya kalau aku hanya makan sendiri saja,terlebih dia sudah memberikan ini untukku.

Saat aku sedang asik makan Macaron...Ia mengatakan sesuatu yang membuatku hampir tersedak.

"Manisnya Macaron tak sanggup mengalahkan manisnya wajahmu" Katanya sambil membelai rambutku yang panjang.

"Ih apa sih kamu ini malam-malam gak nyambung" Kataku dengan muka heran.

Betapa terkejutnya aku mendengar perkataannya itu.Aku jadi sedikit malu dan terdiam.Setelah itu Ia pamit pulang.Aku mengantarnya hingga depan pintu gerbang rumahku.Sebelum pulang Ia mengatakan akan mengajakku makan malam besok.Aku yang awalnya ragu akhirnya menyetujuinya.

Malam itu aku tak lepas dari rasa bingung...Apakah Ia menyukaiku?Kuceritakan semua yang aku alami dengan sahabatku Jeff.Ia setuju dengan ajakan Sherwin untuk mengajakku makan malam.

(Dinner at La Primum Resto)

Keesokan harinya,Ia bilang akan menjemputku jam 6 Sore.Namun,kembali Ia terlambat dengan alasan yang sama seperti kemarin...macet.Meskipun jengkel,aku tetap bersabar dan mengikuti dia.Jam 19.30 kami berangkat menuju sebuah restoran Dim Sum bernama La Primum Resto.

Saat disana,ternyata Ia sudah membuat reservasi untuk 2 orang.Namun karena kami datang terlambat,reservasi pun dibatalkan oleh pihak restoran.Sherwin langsung meminta maaf kepadaku memesan meja yang baru untuk kami tempati.hmm aku ingin marah rasanya...Baiklah..tidak apa untuk kali ini.

Kami memesan beberapa menu makanan berupa Tofu Stews,chicken steam rice,chop suey,serta natural black carbonation water.Sambil menunggu makanan...Seperti biasanya,Ia terus memandangiku.Kenapa sih dia terus saja seperti itu dari kemarin?Sikapnya sungguh aneh...

(Gachi Shiksahaeyo/Mari Makan!)

Makanan pesanan datang dan...mari makan!!!

Perut sudah kenyang dan tak mampu untuk diisi apapun lagi.Begitupun dengan Sherwin.Rasa kantuk mulai menyerang.Ia langsung mengajakku untuk pulang karena hari sudah malam dan esok hari sudah harus kembali sekolah.

Saat berjalan menuju tempat parkir,kami melewati sebuah toko boneka.Ditoko tersebut aku melihat sebuah boneka yang sangat lucu.Sayang sekali toko itu sudah tutup karena sudah malam.Tapi aku terus memandanginya selagi kami berjalan melewati emperan toko.

Mobil meluncur kembali kerumahku...Sebelum ku turun,Ia sempat mengucapkan selamat malam untukku.Aku tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

Masuk kedalam kamar,aku merebahkan diri.Handphoneku bergetar dan langsung kubuka.Ternyata itu Sherwin.Astaga belum sampai 5 menit aku masuk rumah,Ia langsung mengirimkan pesan singkat.Isinya seperti ini:


"Selamat Malam Sheila,terima kasih ya untuk malam ini
aku senang sekali aku bisa kenal kamu
Moga besok kita bisa ketemu lagi ya!Good Night!"

ahh...Sherwin bisa saja...meskipun aku sempat jengkel karena Ia sering terlambat jika membuat janji,namun akhirnya kuputuskan...Aku akan mencoba membuka hati untuknya.Tapi aku butuh waktu apakah aku bisa untuk menyayangi dia.

5.Menyebalkan!

Begitulah selama beberapa hari kedepan kulewati bersama dengan dia.Meskipun masih belum bisa dibilang resmi berpacaran,kami selalu berduaan bila bepergian.Akan tetapi lambat laun,aku mulai merasa tidak nyaman dengan keadaan yang sedang kualami ini.Ia juga tak senang melihatku mengobrol dengan Jeff sahabat karibku.Sherwin seringkali memmperingatkanku untuk tidak berhubungan dengan Jeff.Padahal aku sudah bersikeras menyatakan bahwa aku dan dia hanya sekadar teman dekat saja.Ah sulitnya...

Suatu sore kami janjian untuk pergi jalan-jalan ke Metropolis Mall.Ia bilang akan menjemputku pukul 16.00...Tapi hingga matahari tenggelam Ia tak juga datang.Aku bosan menunggunya hingga berjam-jam.Akhirnya setelah menunggu lebih dari 2 jam,Ia meneleponku...

"Sheil,aduh maaf banget ya aku gak bisa pergi soalnya ada urusan mendadak" katanya dengan panik

"Ya kamu harus nya kasih tahu aku dong...kirim SMS gak sampe berapa menit kan" jawabku gusar

Singkatnya...aku dan dia tak jadi pergi karena Ia ada urusan yang mendesak dan tak bisa ditunda.Tak lama kemudian,Kak Dina menanyakan apa yang terjadi padaku:

"Kenapa sheil?"

"Gak jadi pergi sama Sherwin...katanya ada urusan mendadak?"

"Urusan mendadak?orang dia baru aja update di sosmed lagi hang out ama teman-temannya"

Kak Dina melemparkan Handphone nya ke arah ku,dan aku langsung melihat sebuah foto yang memang ada dia didalam nya...


Ternyata...inikah yang Ia sebut urusan mendadak?Ia malah bersenang senang dengan teman-temannya sedangkan aku harus menunggunya disini sekian lama dan digigit nyamuk?

Menyebalkan!dia BOHONG!!!

6.Maafkan Aku Sheila,Ini Salah Paham

Aku benar-benar kecewa dengannya...kemarin ia seakan menganggapku yang paling utama...aku memang mengerti kalau Sherwin memang sudah bekerja dan sibuk.Tapi aku tak bisa menerima dia berbohong padaku.Hati ini sudah tersakiti karena dusta pria yang tak bertanggung jawab sebelumnya...Ahh dugaanku benar...Sherwin sama saja seperti lelaki-lelaki yang terdahulu.

Hanya bisa menyakitiku saja...Hari itu hari Kamis....sore hari yang melelahkan.Aku pulang dari sekolah dan seperti biasa duduk di teras rumah.Dari dalam rumah aku mencium aroma tajam yang khas...ini...bau durian!!

Aku langsung masuk kedalam rumah dan mendapati dimeja makan ada beberapa potong durian.Wah aku langsung melahap bagian kecilnya dan rasanya enak sekali!!!Benar-benar manis!!!

(Kue Bolu Durian dan Duriannya!Ada yang mau?)

"Eh main makan aja sembarangan" Kak Dina menepukku dari belakang

"Iya enak nih?dari siapa?" tanyaku dengan mulut penuh durian

"Nih cobain,aku buat bolu durian" Kak Dina menyuapiku dengan bolu durian yang rasanya juga tak kalah enak.

"AHMMMM Enak kak!" Ujarku kagum

"enak dong!Siapa dulu yang kirimin duriannya?Aku kan cuma bikin bolu nya doang" jawab Kak Dina

"Emang siapa yang kirimin?" Tanyaku heran

Kak Dina langsung menunjuk ke belakang rumah.Aku pun langsung mengarah ketempat itu.Disana....

(ternyata)

Aku melihat seorang lelaki...Ia duduk dirumput belakang rumahku dan disampingnya berjejer beberapa durian...

"Enak gak durian nya?kamu pasti suka kan?" 

Ya...siapa lagi kalau bukan Sherwin.Aku hanya diam saja dan membalikan badan untuk kembali masuk kedalam rumah.Ia mengejarku masuk dan memberikan...


Sebuah boneka...boneka yang sebelumnya aku inginkan saat setelah makan malam bersama Sherwin malam itu.Aku tak ingin menerimanya...Ia terlanjur mengecewakan aku.

"Tolonglah Sheil,aku minta maaf...aku bukan bermaksud untuk membuat kamu sedih"

"basi...kamu pembohong!" Kataku sambil berlalu

Ia lalu memegang tanganku erat dan memohon kepadaku...

"Aku janji sheil...aku gak akan bohongin kamu lagi" pintanya kepadaku

Lalu Ia menjelaskan bahwa kemarin ada janji dengan teman-teman lamanya saat masih sekolah dulu.Sherwin benar-benar lupa Ia juga berjanji untuk pergi bersamaku dihari yang sama.

Belum sempat aku menjawab,aku menghela napas panjang...lalu pergi ke kamarku dilantai atas...

7.Maaf...Dan Maaf...
(Jengkel)

Ia menyusulku kekamar...didampingi kak Dina.Aku hanya mampu duduk termenung memandang keluar jendela.Ia kembali meminta maaf kepadaku...

"Sheil,apa yang bisa aku lakuin supaya kamu bisa maafin aku?"

"Eh kamu tuh gak cukup nyakitin aku sekali...mau jalan,selalu telat...sekarang?kamu bohong sama aku!Apa kamu pikir semua selesai hanya dengan minta maaf?" Jawabku dengan kesal

"Tolong Sheil...sekali ini aja..pliss...aku akan berubah demi kamu" Ia berlutut didepanku sambil memohon

Kak Dina hanya bisa terdiam melihat kejadian itu...Ia tak mampu berkata sepatah kata pun.Aku hanya duduk tanpa merasa pegal sedikit pun.Begitupun dengan dia...hanya berlutut dihadapanku sambil sesekali memanggil namaku.

Lalu dia meraih tanganku...aku dengan refleks menarik tanganku kembali...Ia tanpa lelah meminta maaf...Akhirnya aku pun mulai bicara...

"Aku memang belum sembuh dari sakit hati yang terdahulu...tapi kalau sebelumnya aku bisa memaafkan kamu,kenapa sekarang gak bisa?" Ujarku disertai senyum kecil.

"Jadi,kamu maafin aku?" Tanya Sherwin dan aku pun mengangguk.

Saking senangnya,Ia secara tak sadar memeluk Kak Dina...astaga anak ini...aku tertawa melihat hal itu.Kak Dina pun tak kalah kagetnya.Meskipun memang aku masih jengkel karena-nya...masih kuberikan kesempatan dan kuterima maafnya...karena...aku mulai menyayangi dia...

8.Don't Fight!
(Second Dinner at La Mare Seafood)


Sebagai tanda permintaan maafnya kepadaku,Sherwin mengajakku pergi makan malam di Restoran Seafood La Mare.Aku cukup senang dengan pemandangan restoran pinggir laut.Angin berhembus ketika Ia membukakan pintu mobil untukku dan mengibaskan rambut panjangku yang kugerai ini.

Kami berjalan bersama menuju restoran tersebut.Ia menuntunku dengan hangat.Kebetulan keadaan restoran tidak terlalu ramai.Padahal biasanya jika malam hari aku yakin restoran ini pasti ramai.Pelayanan restoran langsung menyambut dengan ramah dan mengantarkan kami menuju meja kami.Sungguh pemandangan yang indah sekali.Angin sepoi-sepoi...iringan musik yang merdu dari para pemain musik,dan perahu-perahu kecil yang berlalu lalang disebelah kami.

Makanan pesanan datang dan kami makan diiringii musik dan angin lembut disekitar kami.Sungguh atmosfer yang sangat romantis.Tenang dan sejuk...itulah yang aku rasakan malam ini.

Seusai makan kami terdiam sebentar...hingga Sherwin mulai bicara kembali.

"Malam ini akan menjadi malam yang bersejarah untuk aku" katanya sambil meraih tanganku

"Memang kenapa Sherwin?" jawabku dengan senyum

"Aku ingin bilang sesuatu sama kamu Sheil" ujar Sherwin

Aku sepertinya mengerti apa yang ia maksud...Ia ingin menyatakan cintanya kepadaku!Ah senangnya,tapi aku mencoba untuk tetap tenang dan berpura-pura tidak mengerti apa yang Ia maksud.Ia mulai bicara lagi.

"Sheil aku..."

Belum sempat Ia menyelesaikan kata-kata itu,aku melihat seseorang lewat didepan kami.Sebuah wajah jelek yang familiar...hahahaha

Ternyata itu teman baikku Jeff!Aku langsung menyapa nya.

"Hai Jeff!!Astaga Kenapa bisa ketemu disini?" sapaku

"Wah Sheila,iya lagi pengen keluar rumah aja nih" jawab Jeff sambil tertawa kecil.

Jeff secara kebetulan juga ingin makan malam ditempat yang sama.Jadi aku mengajaknya untuk duduk bersama kami.Sherwin sedikit terkaget dengan kehadiran Jeff.

"Win,ini teman baik aku,kenalin namanya Jeff" pungkasku

"ouh..iya...hai Jeff salam kenal" Jawabnya dengan wajah datar

Kami bertiga lalu memesan makanan penutup sambil mengobrol panjang lebar.Namun disini,aku melihat sikap Sherwin agak berubah.Tadinya Ia cukup aktif mengobrol denganku.Mungkin Ia canggung karena belum mengenal sahabatku Jeff.

Aku bercanda tawa dengannya seperti yang biasa kami lakukan di sosmed.Namun,aku tak menyangka hal itu mendatangkan peristiwa buruk antara aku dan Sherwin.Bermula saat Jeff pamit ke toilet dan Sherwin pun mulai berbicara.

"Emang siapa sih dia?kelihatannya kamu dekat banget sama dia?" Tanya Sherwin dengan nada marah

"Itu teman aku yang sering ngobrol sama aku,kan aku pernah cerita ke kamu" Jawabku

"Hah teman?Aku rasa dia suka tuh sama kamu" Sherwin langsung terlihat bosan

Seketika suasana langsung berubah.Kami yang tadinya tenggelam dalam suasana romantis kini jadi terdiam mencekam.Ia terlihat sedih dan kesal.Aku jadi merasa tak enak.Namun didalam hatiku,aku juga merasa bingung.Jeff dan aku hanya teman akrab biasa dan tak lebih.Aku juga sudah menceritakannya ke Sherwin yang sebenarnya tidak menyukai Jeff.Hari ini mereka bertemu disaat yang sangat krusial.

(Maaf,tapi saya tidak suka anda dekat dengan Sheila)

Jeff pun kembali dari toilet dan langsung pamit pulang.Ia menyalamiku dan hendak menyalami Sherwin juga.Namun Sherwin tidak menanggapi acungan tangan Jeff.Aku pun bingung mengapa Ia melakukan hal itu.

Keadaan akhirnya memanas ketika Sherwin berdiri dan menarik pakaian Jeff.

"Dengar ya,gue gak suka lu deket-deket sama Sheila" Ujar Sherwin

"Eh pasang telinga baik-baik ya...gue sama dia cuma teman...lagian emang lu punya hak ngatur dia?" Jawab Jeff 

Aku pun berdiri dan melerai mereka.Aku menarik Sherwin dari Jeff daripada keributan makin menjadi di restoran itu.

"Cukup Win,udah jangan ribut,apa yang Jeff bilang itu bener" sahutku sambil menarik dirinya

"ahh apanya yang teman,kamu juga kelihatan suka sama dia kok Sheil!selamat ya Jeff lu berhasil dapetin Sheila" Ujar Sherwin sambil menunjuk Jeff


"Sherwin!!!"

Aku berteriak dan langsung menampar pipi nya dengan cukup keras....

9.I Miss You...
(Menyembunyikan diri dibalik selimut sambil menangis)

Sherwin terpelanting kebelakang menerima tamparanku yang keras...Aku seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.Aku menangis karena malu dan kesal disaksikan pengunjung restoran yang lain termasuk Jeff.

Semua terdiam...hening mencekam...Jeff lalu memberikan kode kepada pengunjung lain agar tetap duduk tenang.Sherwin lalu pergi meninggalkan aku dan Jeff.

Aku kembali duduk termenung di kursi.Setelah beberapa saat,Jeff kemudian mengantarkanku pulang dengan motornya.Sampai didepan rumahku Jeff memohon maaf atas apa yang telah terjadi barusan.

"Sheil,aku bener-bener minta maaf atas kejadian tadi.Aku gak bermaksud bikin kalian ribut" katanya seraya mengambil helm yang kupakai

"Tidak Jeff...itu bukan salah kamu kok" sahutku

"Itu salahku...kenapa tadi aku gak sadar ada kamu dan pacarmu disitu" sahut Jeff lagi

"hmm...belum pacaran kok Jeff...udah kamu jangan merasa bersalah...sudahlah..aku mau masuk dulu" gumamku seraya masuk kedalam rumah

Aku langsung masuk kedalam kamar dan menyembunyikan diriku dibalik selimut.Aku kembali menangis bahkan lebih keras.Seakan tak peduli orang-orang rumahku sudah terlelap tidur.

(Hanya bisa menangis)

Aku tidak tidur semalaman...Pengalaman buruk tadi membuatku lupa apa yang harus kulakukan...sekolah....Aku sampai tidak masuk sekolah keesokannya karena rasa lelah akibat menangis sepanjang malam.


Siang harinya,Nanda dan Fani (dua teman akrabku) datang kerumah dan menanyakan mengapa aku tak sekolah hari itu.Aku langsung menceritakan semua itu kepada mereka berdua.Nanda dan Fani tak kalah terkejut mendengar ceritaku.Mereka pun menghiburku dengan candaan mereka.Aku pun sangat bersyukur aku memiliki teman seperti mereka.Selalu setia menghibur meskipun tetap ada yang mengganjal dihati.


(Hanya bisa memandangi foto nya untuk melepas rindu)

Tak terasa seminggu telah berlalu.Begitu pula dua dan tiga minggu kemudian.Tak ada kabar darinya...Aku tak menghubungi dia juga sebaliknya Ia tak menghubungiku.Aku tidak sanggup membohongi diriku lagi.Meskipun kemarin aku kesal dan marah padanya...aku merindukan dia.Hanya foto dirinya yang pernah Ia berikan padaku...itulah pengganti dirinya saat ini...I Miss You So Much Dear...

10.Don't Be Sad...Mom Stand By You
(Jangan Sedih anak mama yang manis!Sebentar lagi kan hari spesial)


Pintu kamarku terbuka,dan kulihat ternyata itu mamaku.Orang yang sangat aku sayangi.Mamaku adalah orang yang lembut.Ia juga tegas dan berpendirian kuat.Mama lalu memelukku erat lalu memulai pembicaraan.

"Sheila...kamu kenapa sih sayang?beberapa minggu ini kayaknya sedih mulu?" tanya mama

"entah nih ma...aku pusing..." jawabku sembari membalas pelukan mama

"kamu berantem ya sama Sherwin?" Tanya mamaku lagi

"ahhhhh...kok mama tahu sih" jawabku manja

"iyalah mama ini udah tahu sifat kamu kalo lagi ada masalah" mama mengusap wajahku dengan halus

Akhirnya aku menceritakan apa yang menimpaku kepada mama.Ia mendengarkan dengan seksama (sama seperti kalian yang membaca cerita ini ^^).Mamaku juga menjadi tempatku mengadu jika Jeff sedang sibuk dan tak sempat mengobrol denganku.Mama meresponku...

"Aduh kasihan anak mama...kamu kok galak amat sih ampe segitunya" tanya mama

"abis...Sheila kesal ma waktu itu...tapi dia gak ada...Sheila kangen" jawabku dengan malu

"kesal sih boleh,tapi jangan sampai main tangan ya...." nasihat mama

Lalu mama bicara lagi...

"Yasudah kamu jangan sedih lagi ya,sebentar lagi kan hari spesial kamu sayang" ujar mama sambil menyerahkan kalender kecil yang disalah satu tanggal sudah ditandai lingkaran merah dengan tulisan "Happy Birthday Marchela Valen/Sheila"

Astaga!
Aku lupa,minggu depan adalah ulang tahun ku yang ke 17!!!

Mama menyerahkan sebuah kertas untuk menuliskan siapa saja yang akan diundang ke acara pesta ulang tahunku nanti.Sebenarnya aku tak mau mengadakan pesta,namun mamaku sangat ingin membuat momen "Sweet Seventeen" yang tak terlupakan untukku...ohhh terima kasih mama!!

11.I Want to See You...Again
(Mau undang siapa saja ya?Tulis dulu deh..)

Aku dan Kak Dina pun berunding...siapa yang ingin diundang dalam ulang tahunku nanti.hmm...yang pasti teman-teman terdekatku...Fani...Nanda...dan Jeff...Untuk Erik...baiklah dia akan kuundang juga meskipun masih kesal dengannya.

Nama demi nama ditulis didalam daftar...tak lupa para tetangga dan kerabat dekat.Jericho...Ryder....Sunny....Jessica....Yuri....Matt....Roman...Dean...Paul....Brock....Heyman...Sooyoung...Owens....

Ugh...capek sekali tangan ini menulis daftar nama undangan...Setelah kuteliti...ternyata tak terasa sudah 99 orang yang kuundang....kuperiksa dalam daftar siapa yang masih terlupakan.Awalnya aku pikir sudah cukup...hingga aku menyadari ada satu orang yang belum kutulis.....Sherwin.

Aku harap kamu datang dan kita melupakan apa yang terjadi...Aku ingin bersamamu lagi...Aku ingin kita bersama....Aku menyayangimu...sungguh...Please return....come to my party...I want to see you...again.

Nomor undangan ke 100...Sherwin....

12.Would You Come?
(You can't stop stop stop it's a party time!P-A-R-T-Y)

Akhirnya hari yang dinanti pun datang.Bertempat di halaman belakang rumahku.Semua keluarga sibuk mempersiapkan segala sesuatunya sejak beberapa hari sebelumnya.Mulai dari panggung,catering,pengeras suara hingga kue ulang tahun.

(Merias Wajah)

Spanduk bertuliskan "Happy Sweet Seventeen Sheila" terpasang rapi dipanggung.Pesta dimulai pukul 18.00...Namun aku sudah harus "merapikan diri" berjam-jam sebelumnya.Kukenakan gaun putih cantik dan baluran make-up...Tak lupa...mahkota kecilku yang kukenakan sebelumnya.

Para tamu undangan mulai berdatangan...kulihat dari jendela kamar...Sherwin belum terlihat...padahal pesta sudah akan dimulai.Aku sudah harus keluar.Tak lucu bila aku harus murung di hari spesial ini karena Ia tidak datang.

Lampu kelap kelip pun menerangi halaman pesta kebun.Para tamu terdengar saling bersenda gurau satu sama lain.

Tiba-tiba Handphone ku berdering...AH! SHERWIN! Langsung kuangkat tanpa basa-basi..

"Halo win,kamu dimana?Pesta udah mau mulai" Tanyaku penuh rasa rindu

"Maaf...aku gak bisa datang"........Ia langsung menutup teleponnya.....

Aku lemas....dan.....tak percaya apa yang baru kudengar dari mulutnya....Dan kembali...Air mata menetes di pipi...

13.Inikah Takdirku?
(Bahkan aku harus bersedih di hari ulang tahunku)

Mama masuk bersama Papa kedalam kamar hendak memanggilku.Pesta benar-benar akan dimulai.Orang tuaku terkejut melihatku menangis sambil memegangi handphoneku yang basah karena air mata.

"Mama...Sherwin gak bisa datang " tangisku dipelukan mama

"Aduh sayang...mungkin dia lagi sibuk...kamu harus ngertiin dong" hibur mama

"Iya Tuan Putri,udah hapus air mata kamu nanti make up kamu luntur, terus teman-teman udah pada nunggu dihalaman" pinta papa sambil menyerahkan selembar tisu untuk mengelap air mataku

"Iya bener tuh kata papa...kamu kan hari ini udah 17 tahun...sudah cukup dewasa untuk mengerti orang lain...dia kan bekerja maka itulah sibuk" kata mama

Oh Tuhan....Inikah Takdirku?Haruskah aku bersedih dihari ulang tahunku ini?Kuatkanlah aku Ya Tuhan

14.Seal The Fate
(Sheila memasuki panggung dengan anggun)

Mama dan Papa menuntunku menuju belakang panggung setelah memperbaiki make up yang sempat luntur akibat air mata....Didalam hati,aku terus memikirkan Sherwin.Kenapa kau tidak bisa hadir disini meskipun hanya sesaat saja?Meskipun hanya sesingkat kedipan mata,aku sangat ingin bertemu denganmu.Emcee lalu terdengar membacakan sedikit tentang kisahku:

"Hari ini 17 tahun yang lalu...telah lahir seorang anak perempuan
Ia diberi nama Marcela Valen...Ia biasa dipanggil Sheila!
Tanpa terasa,bayi mungil tumbuh menjadi wanita dewasa hari ini
Ia dikasihi oleh Tuhan dan sesamanya 
Untuk itu...Ladies Gentlemens,boys and girls,children of all ages
Tonight!! WE celebrate the very sweety sweet seventeen...of our lovely friend...
SHEILA!!!"

Aku pun keluar diiringin musik dari SNSD berjudul PARTY.Emcee langsung menyambutku dengan ramah.Lalu beberapa teman berkumpul ditengah dan melakukan atraksi "candle light" yang berjumlah 17 itu.Acara kemudian dilanjutkan dengan nyanyian,tarian,dan pemotongan kue.

Seperti biasanya,potongan kue akan diberikan kepada orang-orang yang terdekat.Tentu saja,kue pertama kuberikan kepada mama dan papaku yang telah membesarkanku.Mereka terlihat bahagia sekali setelah menerima kue dariku.Potongan kedua kuberikan untuk kakakku Dina yang selalu menjadi partner dirumah yang baik.Potongan ketiga kuberikan untuk Nanda dan Fani sebagai karibku sedangkan potongan keempat kuberikan untuk Jeff dan saudaranya Matt.Total ada lima potongan untuk para orang terdekat.

Emcee lalu menanyakan siapa yang akan menerima potongan kelima ini.Aku pun terdiam memegangi potongan kelima itu.Aku mengambil microphone yang dipegang emcee dan mulai berbicara:

"Semua orang merasa bahagia dihari spesial nya masing-masing
kebahagiaan yang didambakan selalu didapatkan...
Kecuali untukku...aku selalu sedih dan menderita
Bahkan dihari ulang tahun yang ke 17 ini pun
Orang yang aku nantikan tidak datang

Padahal...aku sangat ingin memberikan potongan kue ini untuknya"

Lalu kulihat semua orang berdiri diam.Mereka mendengarkan dengan sedih.Mama dan Papa terlihat cemas melihatku dipanggung.Emcee pun menanyakan:

"Sheila...dihari ultah ke tujuh belas ini,siapa yang sebenarnya kamu nantikan?"

"Aku menantikan seorang yang sangat aku sayangi....meskipun dia memiliki banyak kekurangan,namun ia tulus mencintaiku...ia bahkan belum sempat menyatakan perasaannya kepadaku...Untuk Sherwin....Jika kamu bisa mendengarku....Aku ingin kita bersama...Aku sangat mencin...."

Tiba-tiba saat aku belum selesai berbicara...

"Aku disini...Dibelakangmu Sheil..."

Jantung ini langsung berdetak kencang dan perlahan aku menoleh kebelakang.

15.Will You Be Mine?
(Aku menoleh kebelakang dan...sesosok pria tampan berdiri dihadapanku)

Aku tak sanggup berkata-kata....SHERWIN!!!
Bukankah Ia sendiri yang bilang tidak bisa datang?Mengapa tahu-tahu dia sudah ada disini?

Sherwin lalu mendekatiku dan menggandeng tanganku untuk berjalan ketengah panggung itu.Lalu ia memandangku dan kami pun saling berpandangan.


Ia memegang tanganku dengan hangat...lalu ia mulai berkata:

"Sheila,Satu bulan sudah berlalu...namun untukku...semua ini bagai seribu tahun.Didalam kesedihanku aku berusaha melupakanmu...tapi semakin kuhilangkan semua tentang dirimu,semakin kuat gambar dan rupamu dalam ingatanku

Sejak pertama aku melihatmu,hidupku semakin istimewa.Bersamamu aku sungguh penuh warna seperti kue macaron dan tekadku untuk memilikimu semakin tajam setajam buah durian.Dan kusadari diriku tanpamu..bagaikan desert yang tanpa topping...kosong tanpa apapun

Malam ini...setelah menunggu hari seribu bintang....Aku ingin engkau tahu...Bahwa aku sangat mencintaimu"


Sherwin melepas jas hitam yang ia kenakan dan mengeluarkan setangkai bunga mawar...dan Ia berlutut didepanku!!

"Sheila...maukah kamu menjadi milikku?"

(TERIMA!!TERIMA!!TERIMA!!)

Para hadirin langsung berdecak kagum dan berteriak "TERIMA TERIMA TERIMA"!
Aku sungguh malu sekaligus senang melihat aksinya itu.Aku sempat membalikan badan...aku melihat sekelilingku termasuk orang tuaku.Papa dan Mama menangguk dan tersenyum tanda menyetujui.

Aku pun mengambil bunga itu dan berkata...YES

(Terima kasih semuanya!)

SHEILA SHERWIN SELAMAT!!!!!
Emcee berteriak diikuti riuh penonton yang semakin menjadi jadi.Mereka menyoraki kami dengan ucapan selamat.Kami pun berpelukan dan semua penonton bertepuk tangan dan mengakhiri acara Ulang Tahun ku!

16.Tuhan yang Memberikanku Dirimu
Aku duduk bersamanya malam itu.Saling merangkul dan melindungi satu sama lain dari angin malam.Ia menceritakan semua yang terjadi pada saat pesta ulang tahunku.Ternyata Sherwin sudah merencanakan semua ini bersama dengan kakakku Dina dan juga emcee yang memimpin acara itu.Termasuk membohongiku soal Ia tak bisa datang ke pesta itu.Ouh jadi kalian bersekongkol untuk membuat semua ini.Namun aku sungguh senang mendengar itu.Ia juga meminta maaf atas semua yang telah terjadi.Aku pun telah melupakan segala hal yang terjadi.Bagiku yang sudah terjadi biarlah terjadi.

Sambil tetap berpelukan...kami memulai pembicaraan.

"Aku disini untukmu Sheila...sekalipun kau pergi aku akan menunggu" Ujarnya

"benarkah?" Tanyaku

"Lihatlah keatas....kemanapun kamu pergi...pasti kamu akan kembali?" jawabnya sambil membelai rambutku

"mengapa begitu?" tanyaku lagi sambil tersenyum

"Karena bintang dilangit pun tahu bahwa kamu hanya untukku" sambil mempererat pelukannya kepadaku.

(memandang bintang bersama)

Akhirnya...segala penderitaanku berakhir.Meskipun aku tahu rintangan hidup akan selalu menanti,aku akan tetap kuat bersamanya disisiku.

Inikah Takdirku?Ya...Ini takdirku untuk bersamamu!

TAMAT

Segala kesedihan dan penderitaan dalam hidupmu,hadapilah!Karena sesungguhnya sesuatu yang manis menantimu diakhir jalan.Don't Give Up!-Kristoforus Pratama

Hi Guys!This X-E Blog!
Phew lelahnya tangan ini sehabis mengetik.Cerita ini adalah lanjutan cerita dari part pertama yang pernah gw share bulan September 2015 lalu.Akhirnya tokoh Sheila mampu mendapatkan kebahagiaan setelah menderita sekian lama.Seperti biasa,cerita ini diambil dari kisah nyata dan untuk keamanan privasi para tokoh yang terlibat,gw menyamarkan identitas mereka dengan foto artis Korea yang sudah terkenal.

Akhir kata terima kasih sudah membaca,And For You guys who stood with me,You will Living in the Moment with me Jeff Hardy!

CAST:
1.Marcela Valen/Sheila:Seohyun (SNSD)
2.Sherwin:Cho Kyuhyun (Super Junior)
3.Dina:Yoona (SNSD)
4.Fani:Tiffany (SNSD)
5.Nanda:Kim Taeyeon (SNSD)
6.Mama Sheila:Seohyun's Mom
7.Jeff/Gw sendiri:Jeff Hardy

All Pictures belongs to all sites who owns it/Semua gambar adalah milik semua website yang memilikinya